Pikiran Rakyat
USD Jual 14.006,00 Beli 14.104,00 | Sedikit awan, 23.5 ° C

Deteksi Kelainan Mata Anak Sedari Dini

Ririn Nur Febriani
KETUA TP PKK Kota Cimahi Lucyani Priatna memberikan vitamin A pada Gebyar Pemberian Vitamin A dan Bulan Penimbangan Balita (BPB) di RT 6 RW 9 Kelurahan Pasirkaliki Kecamatan Cimahi Utara Kota Cimahi, Senin, 19 Agustus 2019. Deteksi dini kelainan pada mata balita atau bayi dibawah lima tahun sangat penting agar bisa segera ditangani secara medis.*/RIRIN N.F/PR
KETUA TP PKK Kota Cimahi Lucyani Priatna memberikan vitamin A pada Gebyar Pemberian Vitamin A dan Bulan Penimbangan Balita (BPB) di RT 6 RW 9 Kelurahan Pasirkaliki Kecamatan Cimahi Utara Kota Cimahi, Senin, 19 Agustus 2019. Deteksi dini kelainan pada mata balita atau bayi dibawah lima tahun sangat penting agar bisa segera ditangani secara medis.*/RIRIN N.F/PR

CIMAHI, (PR).- Deteksi dini pada mata balita atau bayi dibawah lima tahun sangat penting dilakukan. Dengan demikian, bisa dilakukan langkah penanganan medis terhadap kelainan yang dialami.

Hal itu terungkap dalam Gebyar Pemberian Vitamin A dan Bulan Penimbangan Balita (BPB) di RT 6 RW 9 Kelurahan Pasirkaliki Kecamatan Cimahi Utara Kota Cimahi, Senin, 19 Agustus 2019. Kegiatan tersebut dilaksanakan serentak di 15 kelurahan di Kota Cimahi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi drg Pratiwi menjelaskan, skrining harus dilakukan untuk mengetahui sedini mengkin kelainan pada mata anak. "Kita sekaligus skrining kebutaan pada balita. Jadi bisa dicegah sedini mungkin," ujarnya.

Cara untuk skrining penyakit mata cukup mudah, yaitu bisa menggunakan senter. "Arahkan senter ke mata tapi jangan terlalu dekat, bisa pakai senter HP juga. Bakal langsung terlihat kalau ada gangguan atau kelainan," katanya.

Salah satu penyakit mata yaitu Retinoblastoma atau tumor ganas pada mata. "Tanda awal kelainan ini berupa pupil berwarna putih (leukocoria). Kelainan ini sering ditemukan terlambat sehingga perlu dilakukan skrining untuk deteksi dini Retinoblastoma," ucapnya.

Dalam kegiatan pemberian vitamin a dan penimbangan bayi tersebut,  Dinkes Kota Cimahi menyasar sebanyak 35.384 Bayi Dibawah Lima Tahun (Balita). Selain untuk menjaga kesehatan mata dan kekebalan tubuh, pemberian vitamin A juga merupakan bagian dari skrining untuk mendeteksi dini kanker pada mata anak melalui White Pupil Campaign.

Dikatakan Pratiwi, jika dalam kegiatan kali ini terdeteksi adanya kelainan mata pada anak yakni berupa bintik putih pada bagian mata, maka pihaknya akan langsung merujuk penanganan ke Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung. "Jika tidak segera ditangani sesegera mungkin, khawatir anak itu akan mengalami kebutaan. Kalau ada temuan kasus, akan dirujuk ke RS Mata Cicendo. Terdapat program gratis dari Kementerian Kesehatan untuk mengadakan operasi mata balita yang diduga ada kanker mata atau kebutaan," ungkapnya. 

Ia melanjutkan, puskesmas dibantu kader posyandu akan melakukan sweeping terhadap anak yang berhalangan untuk pemberian vitamin A dan pemeriksaan mata.

"Kami mengimbau semua ibu Balita untuk senantiasa membawa anaknya ke Posyandu dan memanfaatkan semua fasilitas kesehatan," ujar Pratiwi.

Wali Kota Cimahi Ajay M. Priatna mengatakan, kesehatan merupakan investasi Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki kontribusi yang besar untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM). Untuk itu, sangat penting bagi pemerintah untuk menjaga kesehatan manusia sejak balita. 

"Menjadi suatu keharusan bagi semua pihak untuk memelihara, meningkatkan dan melindungi kesehatan demi kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Ajay menegaskan, pemberian vitamin A dan penimbangan balita ini dilaksanakan sebagai alat monitoring dan evaluasi program usaha perbaikan gizi di Kota Cimahi. "Makanya, diwajibkan seluruh anak balita untuk mendapat vitamin A. Pemberian vitamin A pada hakekatnya merupakan upaya pencegahan dan mengatasi masalah gangguan kekurangan vitamin A," tuturnya.***

Bagikan: