Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Langit umumnya cerah, 21.3 ° C

Tetap Bersarung, Upacara HUT RI ala Santri di Cimahi

Ririn Nur Febriani
RIRIN NUR FEBRIANI/PR
RIRIN NUR FEBRIANI/PR

CIMAHI, (PR).- Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Republik Indonesia di tahun 2019, Pondok Pesantren Tahfidz Quran (PPTQ) Misbahunnur turut menggelar upacara bendera, Sabtu, 17 Agustus 2019. Menariknya, para peserta upacara mengenakan pakaian ciri khas santri.

Pelaksanaan upacara berlangsung di Jalan Kolonel Masturi, Kota Cimahi. Para santri mengenakan baju koko, sarung, serta kopiah. Sedangkan santri perempuan mengenakan gamis berwarna abu-abu, hitam, dan pink. Untuk pengajar laki-laki di Ponpes tersebut mengenakan sarung, baju koko, kopiah, dan jas hitam. Sedangkan pengajar perempuan mengenakan gamis putih dengan kerudung merah. 

Tak hanya pesertanya, petugas upacara yang semuanya merupakan santri perempuan juga mengenakan gamis dan pakaian khusus pengibar bendera dengan bawahan rok. 

Pimpinan PPTQ Misbahunnur, KH Badrussalam mengatakan bahwa pihaknya menggelar upacara HUT RI sebagai bahan refleksi perjuangan merebut kemerdekaan yang juga melibatkan santri dan para ulama. "Para ulama dan santri berperan besar dalam merebut dan memperjuangkan kemerdekaan RI. Semangat perjuangan santri zaman dulu pun mesti dimiliki dan terus diwariskan tanpa putus ke santri-santri milenial saat ini," ujarnya.

RIRIN NUR FEBRIANI/PR

Alasan penggunaan pakaian khas pesantren dalam upacara HUT RI, lanjut Badrussalam, menggambarkan kecintaan para santri kepada NKRI.

"Sekaligus menanamkan rasa patriotisme pada santri di sini dengan tetap menjunjung nilai luhur ke-Islaman. Makanya kita tetap pakai sarung dan gamis untuk upacara HUT RI," katanya. 

Selain rangkaian pengibaran bendera, turut dilantunkan pembacaan ayat suci Alquran dan Asmaul Husna sebelum upacara. Hal itu agar para siswa bisa menghayati dan menerapkan dalam kehidupan. 

"Kita biasakan agar terus mengucapkan asmaul husna maupun ayat Alquran dalam berbagai aspek kehidupan, biar mereka punya karakter dari Asma Allah itu. Termasuk, bisa mengisi kemerdekaan dengan hal positif," jelasnya.***

Bagikan: