Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Umumnya berawan, 27.8 ° C

Warga Binaan Lapas Pecahkan Rekor Menari

Handri Handriansyah
SEBANYAK seratus warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Jelekong ikut berpartisipasi dalam pemecahan rekor tarian kolosal Indonesia Bekerja, Indonesia Jaya.*/HANDRI HANDRIANSYAH/PR
SEBANYAK seratus warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Jelekong ikut berpartisipasi dalam pemecahan rekor tarian kolosal Indonesia Bekerja, Indonesia Jaya.*/HANDRI HANDRIANSYAH/PR

SOREANG, (PR).- Sebanyak seratus warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Jelekong ikut berpartisipasi dalam pemecahan rekor tarian kolosal Indonesia Bekerja, Indonesia Jaya versi Museum Rekor Indonesia (MURI), Kamis 15 Agustus 2019. Mereka menggelar tarian tersebut serentak bersama ratusan warga binaan lapas lain se-Indonesia lewat tayangan live streaming yang dipusatkan di Lapas Klas I Tangerang, Banten.

Menurut Kepala Divisi Administrasi Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Barat, Ceno Hersusetiokartiko, kegiatan tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan ke-74 RI. "Tarian ini digagas oleh Direktorat Kemasyarakatan Kemenkumham," ujarnya di Lapas Jelekong.

Secara keseluruhan, kata Ceno, tarian kolosal tersebut diikuti oleh sekitar 388.000 warga binaan, petugas, tamu undangan dan masyarakat umum. Mereka tersebar di sekitar 600 satuan kerja Bapas, Lapas, Rutan dan Rubasan se-Indonesia.

"Jadi tariannya dilakukan serentak di semua lokasi dan semua saling menyaksikan di layar televisi secara live streaming di tempat masing-masing. Koreografer dari tarian ini juga merupakan warga binaan dari Lapas Wanita Jakarta," tutur Ceno.

Sementara itu lagu yang digunakan untuk tarian tersebut, liriknya diciptakan oleh Direktur Jenderal Kemasyarakatan Kemenkumham, Sri Puguh Budi Utami. Sebelum gelaran, rekaman video koreografi dan lagu tersebut disebar ke setiap lapas untuk dipelajari sejak awal Agustus 2019 lalu.

Di Jabar sendiri, kata Ceno, ada sekitar 33 lapas yang ikut serta dalam pemecahan rekor MURI tarian kolosal tersebut. "Setiap lapas diwakili oleh 100 orang," ujarnya.

Tak sebatas untuk memecahkan rekor, Ceno menegaskan bahwa tarian tersebut juga sebagai bentuk pembinaan kepada para narapidana di seluruh Indonesia. Hal itu juga menjadi bentuk kontribusi Kemenkumham kepada negara dalam rangka Indonesia Bekerja melalui pembinaan olahraga dan kreasi lain dari hasil binaan.

Remisi

Pada kesempatan yang sama, Kalapas Jelekong Gun Gun Gunawan kembali menegaskan bahwa sedikitnya 762 warga binaan mereka akan mendapatkan remisi pada Hari Kemerdekaan RI ke-74. Dari jumlah tersebut, sekitar 27 orang narapidana akan bebas jika remisi mereka dikabulkan.

Menurut Gun Gun, saat ini jumlah warga binaannya mencapai 1.398 orang. "Namun jumlah itu tidak semuanya narapidana, masih ada yang masih berstatus tahanan," ujarnya.

Jika menghitung total warga binaan tersebut, Gun Gun tak menampik jika tahun ini Lapas Jelekong akan menjadi Lapas dengan mendapatkan persentase remisi terbesar di Hari Kemerdekaan. Betapa tidak jumlah 762 orang memang mencakup sekitar 54,5 persen, belum lagi kalau hanya dihitung dari warga binaan yang berstatus narpidana.

"Kalau untuk jumlah remisi terbanyak di Jawa Barat, kami belum tahu apakah lapas lain ada yang lebih. Namun yang jelas bagi kami ini cukup banyak jika menghitung jumlah hunian saat ini," kata Gun Gun.

Terkait lamanya pengurangan masa hukuman dari remisi, Gun Gun pun mengaku belum bisa memastikan. Ia hanya menegaskan bahwa remisi minimal akan mengurangi masa hukuman narapidana selama minimal satu bulan dan maksimal enam bulan.

Oleh karena itu, ia pun tak menampik jika jumlah narapidana yang akan bebas pada Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2019 nanti masih bisa bertambah. Soalnya 27 narapidana yang dipastikan bebas, memang memiliki masa hukuman tersisa kurang dari satu bulan.

"Mudah-mudahan yang bebas berkat remisi nanti bisa bertambah, karena remisi bisa saja didapatkan lebih dari satu bulan. Selain itu ada juga narapidana yang kemungkinan bisa bebas sebelum mendapatkan remisi berkat surat keputusan Pembebasan Bersyarat (PB) atau Cuti Bersyarat (CB)," kata Gun Gun.***
 

Bagikan: