Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Hujan singkat, 29.4 ° C

Sekira 15.000 Orang Akan Meriahkan Karnaval Kemerdekaan Sabilulungan di Kabupaten Bandung, Hindari Simpul Kemacetan

Handri Handriansyah
Karnaval Kemerdekaan Sabilulungan/DOK. PR
Karnaval Kemerdekaan Sabilulungan/DOK. PR

SOREANG, (PR).- Sekira 10.000-15.000 orang diperkirakan akan memadati kawasan Jalan Alfathu, di depan kompleks Pemkab Bandung dan Gedong Budaya Sabilulungan, Soreang, Kabupaten Bandung pada gelaran Karnaval Kemerdekaan Sabilulungan, Minggu 18 Agustus 2019.

Acara itu membuat jajaran Polres Bandung menutup sementara ruas Jalan Alfathu dan melakukan sejumlah rekayasa lalu lintas pada hari itu mulai pukul 6.00-12.00.

Kepala Bidang Promosi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bandung Vena Andriawan mengatakan, acara itu akan dimeriahkan sekira 3.000 peserta yang terdiri atas 2.000 penari dan peserta pawai.

"Kalau satu peserta membawa serta tiga sampai lima anggota keluarganya, diperkirakan massa yang terkumpul 10.000-15.000 orang, belum termasuk masyarakat yang ingin menonton," ucapnya di Kantor Disparbud Kabupaten Bandung, Jumat 16 Agustus 2019.

Selain tarian massal, kata Vena Andriawan, acara itu akan dimeriahkan pawai 25 mobil hias, 50 sepeda ontel, 20 sepeda motor antik, 50 skuter, 15 kostum unik, 75 tamu pelaku seni dari Jakarta Barat, Mojang Lodaya dari Polda Jabar, dan sejumlah atraksi lain.

Tamu undangan dari Kementerian Pariwisata, Disparbud Jabar, Disparbud kota/kabupaten se-Jabar dan beberapa unsur lain juga akan mengenakan kostum tradisional berupa pangsi dan iket untuk laki-laki serta kebaya untuk perempuan.

Menurut Vena Andriawan, Karnaval Kemerdekaan Sabilulungan kali ini berbeda jauh dengan tahun-tahun sebelumnya.

Selain jumlah peserta yang lebih besar, karnaval kali ini merupakan uji coba even berskala internasional. Disparbud Kabupaten Bandung sudah mengundang tamu asing dari sejumlah kedutaan besar, konsulat jenderal, serta mahasiwa asing.

Datang sepagi mungkin

Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan karnaval tersebut, Vena Andriawan menegaskan bahwa mereka bisa datang sepagi mungkin agar bisa mendapat sudut pandang terbaik. Selain itu, masyarakat diimbau tidak membawa kendaraan sendiri karena area parkir diperkirakan akan penuh.

"Kami sarankan untuk menggunakan transportasi umum. Selain itu, masyarakat juga diimbau membawa botol minum sendiri guna mengurangi sampah plastik karena acara ini berkonsep go green," tutur Vena Andriawan.

Simpul kemacetan

Kepala Unit Patroli dan Pengawalan Polres Bandung Iptu Sugiharto mengatakan, Polres Bandung menurunkan sekira 500 personel untuk mengamankan acara tersebut. Jumlah itu terdiri atas 300 anggota satuan lalu lintas dan sisanya dari satuan serta unsur lain.

Sugiharto mengatakan, kepolisian telah menyiapkan sejumlah skenario rekayasa lalu lintas selama acara berlangsung. "Untuk Jalan Alfathu, tepat dari simpang Pemkab sampai Masjid Alfathu, akan ditutup total sejak pagi hingga siang," ujarnya.

Di sisi lain, Sugiharto tidak menampik bahwa penutupan jalan akan berimbas kepada pengalihan arus pengunjung yang akan menuju kawasan wisata Ciwidey. Terlebih, acara berlangsung pada akhir pekan ketika jumlah kendaraan yang menuju ke Ciwidey biasanya mengalami peningkatan.

Menurut Sugiharto, antisipasi yang telah disiapkan adalah pengaturan mulai dari dalam ruas tol Soroja.

Polisi akan mengarahkan truk, bus, dan kendaraan besar lain untuk keluar melalui pintu tol Kutawaringin baik ke arah Stadion Si Jalak Harupat atau Katapang.

"Sedangkan untuk kendaraan kecil, masih bisa keluar dari pinto tol Soreang. Namun, sebelum pertigaan Pemkab, mereka akan dialihkan ke kanan untuk yang akan menuju ke arah Soreang, Ciwidey, dan Cimahi atau ke kiri yang akan menuju kawasan Kopo, Banjaran, Pangalengan," kata Sugiharto.***

Bagikan: