Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Umumnya berawan, 27.8 ° C

Tanah Tidak Subur, Gunakan Kapur Dolomit

Tim Pikiran Rakyat
DINAS Pertanian menemui para petani di  kelompok tani Galuh Pakuan di Kampung Cipaku RT 01/RW 19 Desa Pakutandang Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung, dalam mensosialisasikan tanaman padi sehat.*/ENGKOS KOSASIH/GALAMEDIA
DINAS Pertanian menemui para petani di kelompok tani Galuh Pakuan di Kampung Cipaku RT 01/RW 19 Desa Pakutandang Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung, dalam mensosialisasikan tanaman padi sehat.*/ENGKOS KOSASIH/GALAMEDIA

SOREANG (PR).- Dinas Pertanian Kabupaten Bandung terus-menerus secara masif mensosialisasikan dem area tanaman padi sehat di sejumlah kelompok tani di Kabupaten Bandung. Pada Kamis 15 Agustus 2019, Dinas Pertanian menemui para petani di  kelompok tani Galuh Pakuan di Kampung Cipaku RT 01/RW 19 Desa Pakutandang Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung, dalam mensosialisasikan tanaman padi sehat. 

Dalam sosialisasi itu, turut dihadiri Kasi Perlindungan Tanaman Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Ir. Agus Lukman, Koordinator Satuan Pelayanan Wilayah IV Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Bambang SA, Koordinator Pengendali Organisme Pangganggu Tumbuhan (POPT) Wawan Darmawan, POPT  Kecamatan Ciparay Asep Saepuloh dan Siti Rohmahm serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Pakutandang Ciparay Asep Supandi. 

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Ir. H. A. Tisna Umaran, M.P., mengharapkan, mensosialisasikam tanaman padi sehat (dem area) ini untuk meningkatkan produksi dan kualitas pertanian di Kabupaten Bandung, khususnya di kelompok tani Galuh Pakuan. 

"Dengan harapan, para petani semakin sejahtera. Melalui program dem area ini, mendapat bantuan dari pemerintah pusat melalui bantuan kapur dolomit dan benih selain  bantuan alsintan. Kami berharap, dem area ini dapat mengendalikan POPT," katanya. 

Program dem area (tanaman padi sehat), ia berharap, para petani bisa melaksanakannya dengan harapan para petaninya sehat. 

"Memang tujuan awal dem area ini, untuk meningkatkan produksi pertanian, misalnya dari 6 ton menjadi 7,5 ton gabah kering panen. Selain itu untuk meningkatkan  produktivitas dan kualitas padi. Mulai dari bobot dan warnanya bagus," kata Tisna. 

Mengandung magnesium

Ia pun memberikan pemahaman tentang penggunaan kapur  dolomit 1 ton per hektare untuk kesuburan tanah. Penggunaan pupuk dolomit itu untuk kesuburan tanah, di saat tanah sudah tak subur lagi karena penggunaan kimia.
 
"Kapur dolomit dapat menyuburkan tanah karena mengandung magnesium sebagai unsur hara. Magnesium ini untuk menetralisir kandungan tanah. Selain itu mengandung kalcium, untuk mengikat unsur hara yang dapat disalurkan ke tanaman padi," katanya.

Kapur dolomit ini, imbuhnya, dapat menyuburkan tanah yang sudah ceplek bisa kembali renyah. Selain itu memudahkan pertumbuhan akar tanaman untuk mengikat unsur hara di dalam tanah. "Manfaat kapur dolomit dapat mengubah struktur tanah," ucapnya. 

Tisna mengingatkan kepada para petani untuk menghindari penggunaan kimia karena dapat menimbulkan tanah tak subur. Dampak kimia, tak hujan satu minggu lahan pertanian bisa langsung kering. 

Ia mengatakan, para petani pun untuk memerhatikan benih padi yang bersertifikat dan berlabel, di antaranya benih padi inpari 42. Misalnya, benih padi dari Subang dan Karawang perlu beradaptasi, dan harus disesuaikan dengan kondisi tanah yang dibubuhi kapur dolomit supaya cepat adaptasi saat ditanam. 

"Saya pun tak yakin, sebuah benih padi tak lepas dari penyakit, misalnya penyakit tungro, keresek dan tutung punduk," ujarnya.

Tiga jenis penyakit

Menurutnya, penyakit tanaman itu ada tiga, yakni jamur,  virus dan bakteri. Untuk itu, yang namanya penyakit bisa dibawa oleh benih. 

"Maka yang harus diperlakukan dengan baik adalah benih, selain pengolahan tanah yang baik jika produksi ingin 7 ton per ha atau lebih," tuturnya.

Ia mengatakan, penyakit keresek, maka benih itu harus direndam oleh anti penyakit keresek (anti bakteri dan virus) tersebut. "Ketika merendam benih, pakai insektisida sistemik. Misalnya di saat ada hama merah, gunakan anti penyakit tersebut," katanya kepada wartawan Galamedia, Engkos Kosasih. 

Mengolah tananaman pertanian, bisa melalui mencelupkan akar tanaman padi ke anti penyakit sesuai dengan serangan penyakit tanaman sebelumnya. Hal itu pula, katanya, pertanian dem area harus menggunakan pupuk organik. 

"Pupuk organik harus tercampur tanah basah. Pupuk organik bisa digunakan saat pemupukan dasar, pascapenggunaan kapur dolomit. Penggunaan pupuk organik saat meratakan tanah saat mau ditanam," tuturnya. 

Tisna melarang para petani membakar jerami dan lebih bagus digunakan pupuk kompos. Menurutnya, tanaman padi sehat dem area, bisa menggunakan biopestisida. Untuk tanaman yang terserang penyakit, di antaranya menggunakan insektisida untuk racun hama penyakit tanaman, baik itu penggerek batang (sundep/beluk). 

"Yang namanya racun atau insektisida merupakan jurus pamungkas. Insektisida ada dua, ada namanya racun kontak dan sistemik. Ada juga yang dinamakan fungisida, untuk penyakit tutung punduk dan keresek. Selain itu bakterisida untuk mencegah penyakit/bakteri. Kemudian, herbisida (rumput), rodentisida (tikus), molustisida (siput), virustisida (virus)," katanya.

Tisna pun menjelaskan, pengendali agen hayati, di antaranya predator atau musuh alami. Di antaranya, ular, tongket, katak, simeut,  bobotolan, papatong jarum dan lainnya.***
 

Bagikan: