Pikiran Rakyat
USD Jual 14.032,00 Beli 14.130,00 | Sebagian cerah, 20.2 ° C

Ridwan Kamil Tanggapi Positif Rencana ASN Bekerja dari Rumah

Novianti Nurulliah
GUBERNUR Jawa Barat Ridwan Kamil saat melaksanakan salat Idul Adha 10 Dzulhijah 1440 Hijriah Tingkat Provinsi Jawa Barat di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, Minggu 11 Agustus 2019.*/DOK. HUMAS PEMPROV JABAR
GUBERNUR Jawa Barat Ridwan Kamil saat melaksanakan salat Idul Adha 10 Dzulhijah 1440 Hijriah Tingkat Provinsi Jawa Barat di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, Minggu 11 Agustus 2019.*/DOK. HUMAS PEMPROV JABAR

BANDUNG,(PR).- Meski masih wacana, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil akan menyesuaikan jika ASN bekerja dari rumah diterapkan di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Namun, tidak akan semua bidang ASN bisa melakukan hal tersebut, hanya bagian-bagian tertentu yang bisa memberikan pelayanan tanpa harus bertemu langsung dengan masyarakat.

"Itu kan baru wacana jadi kita belum merespon secara formal, saya respon pribadi bahwa gagasan itu memungkinkan tapi harus dipilih jenis-jenis pekerjaan yang tidak membutuhkan pertemuan fisik antara masyarakat yang dilayani dan birokrasi," ujar Ridwan di Gedung Pakuan, Kamis, 15 Agustus 2019.

Menurut dia, penerapan ASN bekerja dari rumah bisa dilakukan karena memang ada hal-hal yang sifatnya rutin yang bisa dilakukan melalui proses teknologi. Contohnya pengendalian sistem lapor, dan komplain. "Itu bisa di mana saja," ucap dia.

Terkait adanya daerah yang menyuarakan penolakan, Ridwan menilai sikap tersebut sesuatu yang wajar karena masih wacana. "Kalau saya sih fleksibel saja akan menyesuaikan (jika diterapkan)," tutur dia.

Sebelumnya, munculnya wacana ASN kerja dari rumah sebagai badian dari Smart ASN menuju birokrasi 4.0. Deputi bidang SDM Aparatur Kementerian PANRB Setiawan Wangsaatmaja mengatakan, persaingan global saat ini masuk dalam ranah digital, termasuk pada sistem pemerintahan. Indonesia, mau tidak mau, juga ikut dalam arus revolusi industri 4.0 tersebut. Setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) dipaksa untuk adaptif terhadap teknologi agar kinerja pelayanan lebih cepat, akurat, dan efisien. 

Smart ASN memiliki profil yang disiapkan untuk menghadapi era disrupsi dan tantangan dunia yang semakin kompleks. Profil Smart ASN meliputi integritas, nasionalisme, profesionalisme, berwawasan global, menguasai IT dan bahasa asing, berjiwa hospitality, berjiwa entrepreneurship, dan memiliki jaringan luas. 

Smart ASN yang tidak gagap teknologi atau gaptek akan menggiring sistem pemerintahan Indonesia ke birokrasi 4.0, yang tentu beriringan dengan revolusi industri 4.0. Semua jenis layanan publik yang diselenggarakan pemerintah akan berbasis digital dan terintegrasi. Tentu, digitalisasi sistem pemerintahan ini juga diimbangi dengan keamanan siber yang mumpuni. 

Setiawan menerangkan, birokrasi 4.0 memiliki empat indikator. Indikator tersebut adalah percepatanan layanan, efisiensi layanan, akurasi layanan, fleksibilitas kerja, dan berdampak sosial. Dengan fleksibilitas waktu kerja ASN, pekerjaan tidak harus dikerjakan di kantor. Di masa mendatang, beberapa pekerjaan bisa dikerjakan melalui smartphone, yang tentu akan lebih efisien dan memperpendek alur birokrasi. 

Dalam konteks inilah Setiawan menjelaskan tentang ASN yang dapat bekerja dari rumah yang menjadi perhatian media massa. Sistem itu tidak dalam waktu dekat. Perlu sistem dan regulasi yang matang untuk mengatur sistem kerja yang mirip dengan perusahaan start up tersebut. “Ada fleksibilitas dalam kerja, kita sedang merencanakan itu. Bisa kerja dari rumah, tinggal nanti kita buat aturannya,” ujar Setiawan.

Ditambahkannya, bahwa dalam ide yang terus dikembangkan tersebut, ASN bisa bekerja di rumah dengan ukuran kinerja yang jelas dan disepakati serta dilakukan secara selektif bagi ASN yang telah terbukti berkinerja baik (sebagai reward atau penghargaan). "Pengalaman di Australia, ketika hal itu diterapkan, produktifitas pegawai tercatat meningkat," ujarnya.

Pemerintah juga tengah menggodok sistem manajemen talenta nasional. Dengan manajemen talenta, semua kompetensi ASN per-individu akan terpetakan. Struktur ideal ASN perlu didukung manajemen talenta nasional yang dikembangkan untuk menempatkan talenta terbaik pada jabatan strategis.***

Bagikan: