Pikiran Rakyat
USD Jual 14.032,00 Beli 14.130,00 | Langit umumnya cerah, 20.4 ° C

Program Citarum Harum Butuh Tempat Pembuangan Sampah

Mochammad Iqbal Maulud
WADANSATGAS I Bagian Ekosistem yang juga Pangdam III/Siliwangi saat membuka Rapat Evaluasi Bimbingan Teknis Pertanggungjawaban Keuangan Citarum Harum, di Hotel Asrilia, Kota Bandung Jalan Pelajar Pejuang 45, Kota Bandung pada Kamis 15 Agustus 2019.*/MOCHAMAD IQBAL MAULUD/PR
WADANSATGAS I Bagian Ekosistem yang juga Pangdam III/Siliwangi saat membuka Rapat Evaluasi Bimbingan Teknis Pertanggungjawaban Keuangan Citarum Harum, di Hotel Asrilia, Kota Bandung Jalan Pelajar Pejuang 45, Kota Bandung pada Kamis 15 Agustus 2019.*/MOCHAMAD IQBAL MAULUD/PR

BANDUNG, (PR).- Sampah yang mulanya banyak ditemukan di Sungai Citarum kini semakin lama semakin berkurang. Hanya saja pembuangan akhir dari sampah ini belum tersedia. Akibat dari hal itu para prajurit TNI dari Kodam III/Siliwangi terpaksa membakar sebagian sampah yang mencemari Sungai Citarum tersebut.

"Jika sampah di Jakarta bisa dibuang ke wilayah Bantargebang, bagaimana dengan sampah yang ada di wilayah Kota Bandung? Kita buangnya ke mana?" kata Wadansatgas I Bagian Ekosistem, Satgas Citarum Harum, Mayor Jenderal TNI, Tri Soewandono disela 'Rapat Evaluasi dan Bimbingan Teknis Pertanggungjawaban Keuangan Program Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS  Citarum', di Hotel Asrilia,di Jalan Pelajar Pejuang 45, Kota Bandung pada Kamis 15 Agustus 2019.

Menurut Tri untuk sampah yang sudah terkumpul tersebut  seharusnya memiliki tempat pembuangan yang luas. "Jika di Kota Bandung misalnya, sampah Citarum ini mau dibuang di mana, kira-kira ada tempatnya atau tidak," ucapnya.

Ketidaktersediaan tempat pembuangan sampah ini lanjut Tri sebenarnya bisa diselesaikan dengan mudah. Caranya adalah dengan koordinasi antar wilayah, baik itu di tingkat kabupaten dan kota maupun provinsi. Tetapi yang utama adalah kabupaten dan kota tersebut dilewati aliran Sungai Citarum.

Disinggung mengenai dana 1,4 triliun untuk penanganan sampah Citarum dari Bank Dunia, Tri menyatakan tidak mengetahui dengan pasti mengenai dana tersebut. "Kalau untuk itu bisa tanyakan ke pihak provinsi," ujarnya.

Tri seperti yang diketahui menjabat juga sebagai Pangdam III/Siliwangi‎ juga berharap permasalahan lain Citarum juga bisa terselesaikan. Contohnya adalah penanganan limbah dari pabrik-pabrik di sepanjang Citarum. "Kami memang sudah tindak dengan tegas namun masih perlu sosialisasi," katanya.

Pabrik-pabrik ini pun lanjut Tri diharuskan memiliki Instalasi Pembuangan Air Limbah yang baik. Diharapkan nantinya dengan IPAL tersebut pencemaran Sungai Citarum melalui limbah bisa dihilangkan sama sekali. 

Pada kesempatan tersebut, Tri pun mengatakan para Dansektor Citarum harus bisa membuat laporan keuangan yang baik. "Tetapi tidak hanya baik laporan keuangan ini pun harus benar, sehingga pada bimtek ini diajarkan langsung oleh BPKP bagaimana cara membuat laporan tersebut," katanya.

Kepala Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jawa Barat, Mulyana menyatakan anggaran Program Citarum Harum pada Kodam III/Siliwangi belum sepenuhnya terserap. Anggaran yang diserap baru sebanyak 40 persen saja. 

Mulyana mengatakan alokasi 40 persen anggaran tersebut digunakan untuk pembiayaan yang bersifat noninfrastruktur. "Jadi untuk program ini tidak secara keseluruhan untuk pembangunan infrastruktur, anggaran banyak digunakan untuk biaya yang bersifat nonfisik," katanya.

Anggaran tersebut lanjut dia, dialokasikan di antaranya untuk honor anggota‎ TNI di sektor-sektor Sungai Citarum, dan berbagai kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. "Semisal sosialisasi," katanya menambahkan.

Kepala BBWS Citarum, Bob Arthur‎ Lombogia menambahkan kemajuan pesat sudah bisa terlihat di Citarum. Meski tidak terfokus di infrastruktur namun pendekatan-pendekatan sosial yang dilakukan oleh Kodam III/Siliwangi sudah nyata adanya.

Masalah yang dihadapi sebenarnya lanjut Bob justru ada di luar Sungai Citarum. Semisal masyarakat tidak lagi membuang sampah ke Sungai Citarum tetapi justru ‎ke sisi-sisi Sungai Citarum. "Ada juga masalah datang dari perkebunan seperti penggunaan pestisida yang terbawa aliran sungai," ucapnya.

Oleh karena itu Bob pun berterima kasih pada Kodam III/Siliwangi yang telah menerjunkan para dansektornya untuk kebersihan Citarum. "Kemajuannya pembersihan Sungai Citarum ini pesat sehingga perlu terus dipertahankan. Apalagi juga didukung alat-alat pendukungnya semisal excavator," katanya.***

Bagikan: