Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Hujan singkat, 31.2 ° C

Ini Faktor Penyebab Kemacetan di Leuwigajah

Ririn Nur Febriani
SUASANA di jembatan Leuwigajah, Jalan Mahar Martanegara, Kota Cimahi, Kamis, 15 Agustus 2019.*/RIRIN NUR FEBRIANI/PR
SUASANA di jembatan Leuwigajah, Jalan Mahar Martanegara, Kota Cimahi, Kamis, 15 Agustus 2019.*/RIRIN NUR FEBRIANI/PR

CIMAHI, (PR).- Aturan larangan perlintasan angkutan barang di jembatan Leuwigajah, Jalan Mahar Martanegara, Kota Cimahi pada jam khusus masih banyak dilanggar. Ditambah lagi, lebar jembatan yang terbatas memicu kemacetan, terutama pada jam sibuk.

Penegakan aturan larangan perlintasan angkutan barang dilakukan Dinas Perhubungan Kota Cimahi dengan menilang 33 unit angkutan barang, seperti truk boks serta truk bertonase besar yang melintasi Jembatan Leuwigajah di luar jam operasional. Batasan operasional yang diberlakukan Dishub bagi truk bertonase besar maupun bus, yakni Senin sampai Jumat pada pukul 06.00-08.00 WIB dan pukul 16.00-18.00 WIB.

"Kita lakukan razia ini untuk menertibkan truk dan kendaraan angkutan yang lewat Jalan Leuwigajah di luar jam operasional. Kita periksa juga surat-suratnya," ujar Kasi Angkutan Dinas Perhubungan Kota Cimahi Ranto Sitanggang, Kamis, 15 Agustus 2019. 

Ranto menjelaskan, penilangan yang dilakukan merupakan upaya terakhir untuk mendisiplinkan para pelanggar. Padahal sebelumnya, sudah dilakukan sosialisasi berulang kali.

Hal itu dilengkapi rambu pemberitahuan batasan operasional kendaraan sudah dipasang di exit Tol Baros, agar bisa langsung dilihat oleh para pengendara kendaraan angkutan.

"Tidak ada cara lain, ini cara represif untuk menertibkan pelanggaran. Pelanggaran cenderung hal yang biasa menurut mereka, makanya kita tegas dengan lakukan tilang," tuturnya. 

Ranto mengakui jika pelanggaran yang dilakukan sopir angkutan barang biasanya terjadi karena andil dari pengusaha, yang memaksa operasional angkutan bergerak cepat. 

"Bisa juga karena tuntutan pengusaha, sopir jadi tidak punya pilihan. Kita bakal berkirim surat lagi ke industri yang ada di Kota Cimahi, kalau kendaraan angkutan mereka yang kebanyakan truk besar tidak boleh melintas di jam tertentu. Sebelumnya sudah pernah, tapi tetap dilanggar," katanya.

Razia rutin

Kemacetan di ruas jalan tersebut sudah sangat kritis. Salah satu solusi mengurai kemacetan, terutama kebutuhan pelebaran jembatan, dilakukan karena kondisi eksisting sudah tak mampu menampung volume kendaraan yang melintas. 

"Kebutuhan double track Jembatan Leuwigajah ini mudah-mudahan bisa segera dibangun oleh Pemprov Jabar," ucapnya berharap.

Yusep Iswara (41), salah seorang sopir angkutan yang ditilang, mengaku sudah tahu adanya pembatasan kendaraan. Akan tetapi, ia terpaksa tetap beroperasi karena permintaan atasan dan ajakan sesama sopir. 

"Kadang yang maksa kita jalan kan bos, jadi terpaksa berangkat. Tadi diajak teman jalan dari jam lima, ternyata lagi ada razia terus kena tilang," ujarnya.

Kanit Dikyasa Polres Cimahi Ipda Ronny Sukmana mengatakan, untuk membantu mengurai kemacetan akibat banyaknya truk bertonase besar di seputaran Jalan Mahar Martanegara-Leuwigajah, pihak kepolisian rutin menerjunkan personelnya.

"Tiap sore dan pagi pasti ada personel, minimal empat orang. Kita upayakan kemacetan tidak terlalu parah. Kalau ada pelanggar baru, kita tindak dan tilang," katanya.

Rencana double track gagal

Sementara itu, rencana pembuatan double track atau duplikasi Jembatan Leuwigajah gagal di tahun 2019. Sekda Kota Cimahi Dikdik S. Nugrahawan mengatakan, untuk pembangunan jembatan double track Leuwigajah sesuai informasi dari Pemprov Jabar, akan masuk program pembangunan di 2020.

Pemkot Cimahi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) sudah berkali-kali mengajukan rencana pembuatan jembatan tersebut ke Pemprov Jabar.

"Sudah beberapa kali diajukan, informasi terakhir Pemprov Jabar akan mengupayakan memasukkan anggaran pembangunan tersebut pada 2020," katanya.

Diakuinya, nyaris setiap saat terutama pada jam-jam sibuk, arus lalu lintas di Bundaran Leuwigajah yang menghubungkan Kota Cimahi dengan Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan menuju Kota Bandung, kerap disergap macet parah. Selain volume kendaraan yang bertambah, faktor lain penyebab kemacetan di sekitaran Leuwigajah karena terbatasnya lebar ruas jembatan dan karakter jembatan yang menyempit atau bottle neck. Pembatasan aturan perlintasan bagi angkutan barang juga dinilai kurang efektif karena banyak dilanggar.

"Bagi Kota Cimahi, double track Jembatan Leuwigajah sangat dibutuhkan untuk mengurai kemacetan di kawasan Leuwigajah. Untuk Detail Engineerjng Design (DED) sudah ada, sehingga kalau bantuan turun di tahun 2020 sudah bisa langsung pengerjaan konstruksi," ucapnya.***

Bagikan: