Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Umumnya berawan, 27.8 ° C

DPC PDIP Kabupaten Bandung Ajukan 10 Nama Balon Bupati ke DPD

Handri Handriansyah
null
null

 

SOREANG, (PR).- Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kabupaten Bandung mengajukan sepuluh nama untuk direkomendasikan dalam bursa Pemilihan Bupati (Pilbup) Bandung 2020. Tak hanya kader internal, nama-nama yang diajukan tersebut juga mencakup beberapa dari kader eksternal.

Ketua DPC PDIP Kabupaten Bandung Harjoko Sangganagara mengatakan, nama-nama tersebut telah diajukan ke DPD PDIP Jawa Barat. "Namun itu baru sementara, yang resminya belum," ujarnya saat dihubungi Kamis, 15 Agustus 2019.

Harjoko tak menampik jika dirinya masuk ke dalam daftar sepuluh nama tersebut. Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Bandung yang menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung 2014-2019 dan kembali terpilih sebagai sebagai anggota DPRD Kabupaten Bandung 2019-2024, Hen Hen Asep Suhendar juga masuk dalam daftar tersebut.

Selain itu, kata Harjoko, kader internal DPC PDIP Kabupaten Bandung lain yang masuk daftar adalah Dentarsa Deni, M. Luthfi Hafiyyan, Dadan Konjala, Erwin Gunawan, Yayat Sumirat dan Nanang Farhan. Sementara dari eksternal DPC, ada nama Yadi Sri Mulyadi yang terpilih sebagai anggota DPR RI 2019-2024 dalam pileg beberapa waktu lalu serta Nia Purnakania , anggota DPRD Jabar sekaligus Wakil Bendahara DPD PDIP Jabar.

"Nama-nama itu sudah kami kirim ke DPD PDIP Jabar secara informal, karena DPD sendiri sudah meminta. Selain kader internal DPC, kami juga mengajukan nama kader lain yang dianggap berpotensi," kata Harjoko.

Meskipun demikian, Harjoko menegaskan bahwa pihaknya masih akan melakukan survey internal dan eksternal terhadap sepuluh nama tersebut untuk mengetahui tingkat elektabilitas mereka. Survey dilakukan dengan mempertimbangkan kriteria dan syarat yang diperlukan untuk pencalonan nantinya.

Setelah itu barulah DPC PDIP Kabupaten Bandung akan melaksanakan pendaftaran resmi bakal calon secara terbuka. "Setelah semua tahapan selesai, keputusan terakhir tetap berada di DPP PDIP untuk merekomendasikan satu nama yang akan diusung untuk maju dalam Pilbup Bandung 2020," ucapnya.

Ketika disinggung bahwa dirinya merupakan salah satu bakal calon yang paling berpotensi mendapatkan rekomendasi dari DPP, Harjoko enggan berkomentar banyak. Ia menilai semua kader memiliki peluang yang sama.

"Semua nama kader tersebut berpotensi dan punya hak serta peluang yang sama. Termasuk dari kalangan eksternal DPC, meskipun kami berharap rekomendasi jatuh ke kalangan internal DPC sendiri. Namun semuanya tergantung DPP," tutur Herjoko.

Terkait koalisi, Harjoko mengatakan, pihaknya terbuka dengan untuk semua partai politik. Bahkan ia tak menampik jika sejauh ini sudah ada komunikasi dengan beberapa parpol terkait hal itu.

Seperti diketahui pada pileg 2019, PDIP mengalami penurunan jumlah kursi di DPRD Kabupaten Bandung dari sebelumnya sembilan menjadi tujuh. Jumlah itu mengharuskan mereka berkoalisi dengan parpol lain untuk memenuhi syarat pengusungan sebanyak 11 (20 persen) dari total 55 kursi DPRD Kabupaten Bandung.

Sementara itu kader muda PDIP Kabupaten Bandung Luthfi Hafiyyan mengaku dirinya masih akan berkonsentrasi pada tugas sebagai anggota dewan. Soalnya ia memang baru kali ini terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Bandung.

Meskipun demikian, Luthfi mengaku siap jika mendapat tugas dari partai untuk maju ataupun mendukung penuh kader lain yang akan diusung menjadi calon bupati. "Saya ini kan baru terpilih jadi anggota dewan, jadi kalau dalam perkembangan ditugaskan oleh partai ya sebagai kader harus siap," ucapnya.***

Bagikan: