Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Sebagian berawan, 21.3 ° C

Gerakan Pramuka Jadi Penyeimbang Dampak Globalisasi Terhadap Generasi Milenial

Ririn Nur Febriani
PERINGATAN Hari Pramuka ke-58 tingkat Kota Cimahi di Plaza Rakyat Kompleks Pemkot Cimahi Jalan Raden Demang Hardjakusumah Kota Cimahi, Rabu, 14 Agustus 2019.*/RIRIN N.F/PR
PERINGATAN Hari Pramuka ke-58 tingkat Kota Cimahi di Plaza Rakyat Kompleks Pemkot Cimahi Jalan Raden Demang Hardjakusumah Kota Cimahi, Rabu, 14 Agustus 2019.*/RIRIN N.F/PR

CIMAHI, (PR).- Gerakan pramuka perlu terus digalakkan untuk membentengi generasi milenial dari pengaruh negatif globalisasi. Dengan kegiatan positif, para penerus bangsa bisa memberi kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara.

Demikian yang terungkap dalam peringatan Hari Pramuka ke-58 tingkat Kota Cimahi di Plaza Rakyat Kompleks Pemkot Cimahi Jalan Raden Demang Hardjakusumah Kota Cimahi, Rabu, 14 Agustus 2019. Ratusan anggota pramuka tingkat SD-SMP turut hadir dalam kegiatan tersebut, bertindak sebagai inspektur upacara Wali Kota Cimahi Ajay M. Priatna serta dihadiri oleh Wakil Wali Kota Cimahi Ngatiyana dan jajaran Pemkot Cimahi.

Menurut Ajay, gerakan Pramuka sangat baik dalam pendidikan karakter, melatih kerjasama, hingga memperluas wawasan kebangsaan.  "Kami ingin gerakan Pramuka tertanam di jiwa anak muda agar mengamalkan Pancasila dan cinta tanah air. Lewat gerakan pramuka, generasi muda bisa terus berkarya untuk bangsa negara terutama kemajuan Kota Cimahi," ujarnya.

Ajay mengatakan, teknologi tanpa batas memberi efek positif maupun negatif. "Generasi milenial bisa terpapar pornografi, kenal narkoba, hingga radikalisasi lewat internet. Maka harus ada penyeimbang dengan pemahaman falsafah Pancasila. Generasi milenial jangan melupakan jati diri bangsa," ucapnya.

Karena itu, lanjut Ajay, lewat gerakan Pramuka diharapkan dapat menjadi penangkal dampak negatif globalisasi. "Eksistensi Pramuka bisa menangkal efek negatif perkembangan jaman yang tidak bisa dihindari," tuturnya.

Hal itu selaras dengan pesan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Komjen Pol (Purn) Drs. Budi Waseso dalam kata sambutan peringatan Hari Pramuka ke-58. Budi menekankan  6 hal berikut yaitu : Merebaknya Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme, terpaparnya Radikalisme dan Terorisme, serta maraknya Penyalahgunaan Narkoba  merupakan kejahatan dan menjadi tantangan terbesar saat ini.

Globalisasi berdampak positif dan negatif. Dengan globalisasi, dunia seakan tanpa batas (borderless). Kerusakan dan pencemaran lingkungan merupakan kelalaian akan pentingnya memikirkan warisan kepada generasi mendatang.

Kegagalan umat manusia dalam memelihara kelestarian lingkungan berarti undangan terbuka bagi timbulnya berbagai bencana alam. Keprihatinan tentang belum terstandarnya seragam pramuka, baik warna, desain, atribut dan tata cara penggunaannya, menunjukkan kurangnya perhatian dan kesadaran akan arti penting persatuan dan kesatuan.

Kegiatan Gerakan Pramuka merupakan bagian dari Sistem Pendidikan Nasional, sehingga sangat penting diselaraskan dengan jenjang pendidikan formal dan non formal.

Usai upacara, para pelajar menyampaikan atraksi hingga mengikuti berbagai permainan.***

Bagikan: