Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Langit umumnya cerah, 20.3 ° C

Kawah Kamojang Ibun Jadi Kawasan Wisata Sehat 

Tim Pikiran Rakyat
JAJARAN organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab. Bandung melaksanakan peninjauan lokasi wisata sehat di kawasan Kawah Kamojang Kecamatan Ibun.*/ENGKOS KOSASIH/GALAMEDIA
JAJARAN organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab. Bandung melaksanakan peninjauan lokasi wisata sehat di kawasan Kawah Kamojang Kecamatan Ibun.*/ENGKOS KOSASIH/GALAMEDIA

SOREANG, (PR).- Dalam menghadapi penilaian Kabupaten Bandung Sehat pada 29-30 Agustus 2019 mendatang, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab. Bandung melaksanakan peninjauan lokasi wisata sehat di kawasan Kawah Kamojang Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung, Senin 12 Agustus 2019. Melalui penilaian itu, Kabupaten Bandung diharapkan bisa meraih penghargaan swasti saba wistara. 

Peninjauan kawasan wisata sehat itu dipimpin langsung Asisten Ekonomi dan Kesejahteraan Kabupaten Bandung H. Marlan, selain didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung drg. Grace Mediana, Camat Ibun Adjat Sudradjat dan para kepala dinas lainnya, selain jajaran OPD lainnya. 

Menghadapi penilaian Kabupaten Bandung Sehat itu diikutsertakan pada penilaian tingkat nasional. Sementara yang melakukan penilaiannya nanti dari Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri RI. 

Menurut Marlan, untuk mengikuti penilaian Kabupaten Bandung Sehat itu, minimal ada lima tatanan, sedangkan di Kabupaten Bandung ada enam tatanan yang disiapkan. Keenam tatanan itu, yakni sarana prasarana permukiman yang sehat, pariwisata sehat, kehidupan sosial sehat, pangan dan gizi, tertib lalu lintas dan transportasi sehat, serta kehidupan masyarakat mandiri. 

"Penilaiannya akan dilaksanakan pada 29-30 Agustus 2019," kata Marlan di sela-sela pemantauan wisata sehat di Kawah Kamojang Ibun. 

Keterlibatan masyarakat

Ia mengatakan, dalam menghadapi penilaian Bandung Sehat itu, keterlibatan masyarakat sangat dominan yang ada di wilayah kabupaten dan kota sehat. Terkait hal itu, imbuh Marlan, ada dua komponen pembinaan, baik yang dilakukan oleh perangkat daerah maupun Forum Kabupaten Bandung Sehat. 

"Masyarakat yang ada di tiap-tiap kecamatan di Kabupaten Bandung turut bergerak. Karena di masing-masing kecamatan juga ada Forum Kecamatan Sehat, selain ada pula Forum Desa Sehat. Sehingga keterlibatan masyarakat ada di masing-masing forum tersebut. Kita juga terus melakukan pembinaan dan memberikan suport, selain memfasilitasi kegiatan yang dilaksanakan mereka," ungkapnya. 

Lebih lanjut Marlan mengungkapkan, di masing-masing forum juga turut melakukan inovasi dalam upaya mensukseskan program penilaian Kabupaten Bandung Sehat tersebut. 

"Semua kecamatan, 270 desa dan 10 kelurahan di Kabupaten Bandung, semuanya harus mengikuti tatanan yang diajukan," ucapnya. 

Dikatakannya, dengan adanya penilaian Kabupaten Bandung Sehat ini, pada tujuan akhirnya bagaimana pemerintah daerah mampu memberikan kenyamanan, keamanan dan kesehatan bagi masyarakat. 

Masyarakat mandiri

Marlan mengatakan, banyak indikator untuk menuju Kabupaten Bandung Sehat itu. Dari sejumlah indikator itu, arahannya bagaimana masyarakat mandiri, kemudian mengerti tentang kesehatan. "Kemudian mereka juga hidup nyaman di lingkungannya. Untuk menciptakan rasa nyaman di lingkungan, banyak faktor yang harus dilakukan, di antaranya bagaimana melakukan penataan lingkungan, kesehatan dan kebersihan," tuturnya. 

Marlan juga mengungkapkan, kawasan pariwisata juga harus didukung dengan kondisi sungai yang bersih. "Satu hal untuk penilaian Kabupaten Bandung Sehat, sanitasi lingkungan batas minimal mencapai 60 persen dari jumlah penduduk. Sementara kita sudah mencapai 78 persen," katanya.

Ia juga menjelaskan tentang bagaimana transportasi sehat di Terminal Cicalengka. Di terminal tersebut sudah disiapkan berbagai fasilitas, di antaranya selter ruang tunggu, ruang menyusui dan WC yang betul-betul sehat. Selain disiapkan  ruang kesehatan. 

"Di Terminal Cicalengka kita sedang melakukan perbaikan, selain melakukan revitalisasi Alun-alun Cicalengka. Alhamdulilah untuk penataan Termimal Cicalengka dan Alun-alun Cicalengka, mendapat bantuan dari gubernur dengan harapan dalam penataannya lebih representatif,"  harapnya.

Namun dalam pelaksanaan pembangunannya belum selesai, kata Marlan, karena proses lelangnya belum selesai. Meski demikian, penataan kawasan Alun-alun Cicalengka diharapkan selesai tahun ini. 

"Setelah penataan Terminal Cicalengka dan Alun-alun Cicalengka selesai, kita akan menata terminal lainnya, seperti Terminal Soreang, Banjaran, Baleendah dan terminal lainnya secara bertahap," katanya kepada wartawan Galamedia, Engkos Kosasih.*** 

Bagikan: