Pikiran Rakyat
USD Jual 14.317,00 Beli 14.219,00 | Sebagian berawan, 23.3 ° C

Distribusi Air Bersih Mulai Dilakukan Bergilir

Cecep Wijaya Sari
*/DOK. PR
*/DOK. PR

NGAMPRAH, (PR).- Badan Usaha Milik Daerah Kabupaten Bandung Barat PT Perdana Multiguna Sarana mulai mendistribusikan air kepada para pelanggannya secara bergilir. Hal itu dilakukan lantaran debit air di Sungai Cijangel menurun akibat kemarau.

Manager Umum BUMD KBB Mohammad Arip mengungkapkan, debit air dari Sungai Cijangel yang menjadi sumber air baku kini hanya 25 liter/detik dari kondisi normal 50 liter/detik. "Dengan kondisi ini, kami terapkan penggiliran distribusi air. Ini sudah biasa dilakukan ketika air menyusut," katanya, Selasa 13 Agustus 2019.

Dengan distribusi bergilir ini, Arip mengakui, tak sedikit pelanggan yang mengeluh lantaran kebutuhan air harus terjadwal. Namun, pihaknya sudah memberikan informasi melalui WhatsApp (WA) kepada pelanggan bahwa penjadwalan ini dikarenakan faktor debit air yang mulai menurun.

"Komplain dari pelanggan jelas ada dan itu masuk ke call center kami. Makanya, kami juga menyampaikan kepada pelanggan untuk mengisi atau menampung air sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan. Ada yang kebagian waktu pagi, siang dan malam," katanya.

Selain fokus pada penjadwalan distribusi air, lanjut dia, saat ini petugas di lapangan juga terus memantau kondisi pipa dan jaringan air. Hal itu untuk memastikan agar tidak ada kebocoran karena bisa menghambat distribusi air ke pelanggan.

"Bahkan, kami terapkan sistem shift untuk petugas. Kemarin saja, petugas ada yang mengecek hingga pukul 3 dini hari di lapangan untuk memastikan jaringan pipa tetap aman," kata Arip seraya menyebutkan jumlah pelanggan saat ini sudah mencapai 4.481 sambungan rumah.

Untuk diketahui, BUMD PT PMGS mengolah air baku dari Sungai Cijangel di Kecamatan Cisarua dan Sungai Cibanteng di Cikalongwetan. Sejak kemarau, kondisi air di Sungai Cijangel di wilayah Utara Bandung Barat itu mengalami penyusutan.

Hal serupa juga dialami PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung. Akibat menyusutnya sumber air di wilayah utara, distribusi air bersih untuk sebagian pelanggan di Padalarang dan Cimahi tersendat.

Menurut Manager Junior Humas dan Kesekretariatan PDAM Tirtaraharja Sri Hartati sebelumnya mengungkapkan, Cimahi dan Padalarang termasuk daerah pelayanan PDAM wilayah utara selain Cisarua, Lembang, Batujajar, dan Cililin. Pasokan sumber air baku untuk wilayah ini mengalami penurunan sejak memasuki kemarau pertengahan Juni lalu. ***

Bagikan: