Pikiran Rakyat
USD Jual 14.048,00 Beli 14.146,00 | Sebagian berawan, 17.6 ° C

Cimahi Identik sebagai Kota Militer, Tank dan Meriam Kini Hadir di Taman Kota

Ririn Nur Febriani
PENEMPATAN alutsista di Taman Media, Jalan HMS Mintaredja akses tol Baros, Cimahi, Selasa 13 Agustus 2019.*/RIRIN NF/PR
PENEMPATAN alutsista di Taman Media, Jalan HMS Mintaredja akses tol Baros, Cimahi, Selasa 13 Agustus 2019.*/RIRIN NF/PR

CIMAHI, (PR).- Identik sebagai Kota Militer, Pemkot Cimahi menghadirkan alat utama sistem persenjataan atau alutsista di sejumlah taman di Cimahi. Sebanyak 5 unit alutsista yang merupakan hibah TNI AD tersebut bisa menjadi daya tarik wisata dan sarana edukasi masyarakat.

Peresmian penyimpanan alutsista berlangsung di Taman Media, Jalan HMS Mintaredja akses tol Baros, Selasa 13 Agustus 2019. Taman tersebut juga dinamakan Taman Perjuangan.

Di taman tersebut, terpasang dua unit tank Atelier de Construction d’Issy les Moulineaux (AMX) dari Prancis atau lebih populer dengan nama AMX-13. AMX-13 adalah tank ringan buatan Prancis berkapasitas 3 orang dengan tahun produksi 1953-1985.

Tiga unit alutsista lainnya yaitu 2 panser berpenggerak roda 6×6 FV601 ”Saladin” asal pabrikan Alvis Inggris serta meriam Gunung M-48 kaliber 76 mm buatan Yugoslavia.

Ketiga alutsista tersebut akan terpasang di depan Kompleks Padasuka Indah sebagai perbatasan dengan Kabupaten Bandung Barat dan Taman Segitiga Sriwijaya.

Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna mengatakan, Cimahi identik dengan militer dan punya sejarah panjang sejak zaman pendudukan Belanda.

"Hingga sekarang, ada 13 pusdik TNI di Cimahi, mayoritas personel TNI pasti pernah mengenyam pendidikan di sini. Baru sebatas itu, makanya kami wujudkan dengan pemasangan alutsista di berbagai lokasi sehingga menjadi simbol bahwa Cimahi memang identik dengan militer," ujarnya.

PENEMPATAN alutsista di Taman Media, Jalan HMS Mintaredja akses tol Baros, Cimahi, Selasa 13 Agustus 2019.*/RIRIN NF/PR

Terkait nama Taman Perjuangan, Ajay M Priatna mengatakan, berdasarkan keterangan sejarah, di Cimahi sempat terjadi pertempuran besar melawan Belanda. "Konon, di Cimahi pernah terjadi pertempuran ketika konvoi prajurit Belanda diserang pejuang Indonesia. Relevan dengan masa kini, bagaimana kita semua berusaha memperjuangkan harapan masyarakat agar bisa terwujud," ucapnya.

Ajay M Priatna mengatakan, alutsista tersebut merupakan salah satu alat pertahanan negara yang dipakai TNI.

"Ini bantuan hibah dari TNI. Harapannya, dengan keberadaan alutsista ini masyarakat langsung merasakan aura Cimahi Kota Militer. Monumen ini bisa dipakai masyarakat berwisata, juga sebagai sarana mengenal sejarah Cimahi," katanya.

Wisata militer dan sejarah

Wakil Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengatakan, keberadaan alutsista di taman di Cimahi menyempurnakan wisata militer dan sejarah Cimahi.

"Cimahi memang identik dengan militer, maka muncul ide inivasi taman militer yang mendukung rangkaian wisata militer di Cimahi," ujarnya.

Dalam prosesnya, Pemkot Cimahi berkirim surat ke Pangdam III/Siliwangi dan Kepala Staf TNI AD mengajukan hibah alutsista. "Alhamdulillah, pimpinan TNI merespons Pemkot Cimahi sehingga langsung kami tidaklanjuti," katanya.

Semua alutsista yang dihibahkan pernah memiliki catatan menjaga pertahanan dan keamanan NKRI. "Alutsista ini mendukung TNI AD menjalankan tugas menjaga NKRI. Semua peralatan senjata dan mesin sudah dilepas, sehingga tinggal rangkanya saja dan aman untuk dilihat oleh masyarakat," kata dia.

Untuk mendekorasi sejumlah taman itu, Pemkot Cimahi mengeluarkan dana sekira Rp 450 juta dari APBD 2019. "Sedangkan alutsistanya bersifat hibah. Bahkan diantar langsung oleh TNI AD dan sempat dilakukan pengcatan ulang hingga penyempurnaan di Bengkel Daerah Kodam III/Siliwangi," kata dia.

Letkol CPL. Jhon Mardi Purba selaku Pabandya Alpal Slogdam III/Siliwangi mengatakan, dia sangat berterima kasih kepada pimpinan TNI AD yang memberi hibah alutsista tersebut. "Kami juga apresiasi Pemkot Cimahi yang meminta kepada TNI AD untuk membuat monumen militer di Kota Cimahi," ujarnya.

Dia berharap keberadaan alutsista tersebut dijaga dan dipelihara. "Alutsista ini milik bersama karena TNI adalah Rakyat dan Rakyat adalah TNI. Sehingga, harus kita jaga dan pelihara agar banyak masyarakat yang bisa menikmati dan menjadi sarana edukasi," tuturnya.***

Bagikan: