Pikiran Rakyat
USD Jual 14.024,00 Beli 14.122,00 | Umumnya berawan, 24.5 ° C

Usai Mediasi, Dua CPNS di Bandung Barat Tetap Dinyatakan Tak Lolos karena Perkara Ijazah

Cecep Wijaya Sari
ARSAL Fatra Yoga Pratama (kiri) bersama istrinya menunjukkan dokumen kelulusan calon pegawai negeri sipil di Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, di Padalarang, Jumat, 9 Agustus 2019.*/HENDRO SUSILO/PR
ARSAL Fatra Yoga Pratama (kiri) bersama istrinya menunjukkan dokumen kelulusan calon pegawai negeri sipil di Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, di Padalarang, Jumat, 9 Agustus 2019.*/HENDRO SUSILO/PR

NGAMPRAH, (PR).- Dua calon Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Bandung Barat tetap dinyatakan tidak memenuhi syarat menjadi PNS meski sebelumnya dinyatakan lulus seleksi. Hal itu dipastikan dalam mediasi dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bandung Barat di Ngamprah, Senin 12 Agustus 2019.

"Kami nyatakan masalah ini sudah selesai karena memang terbentur aturan di pusat. Tidak mungkin kami meloloskan CPNS jika di pusat tidak menerima," kata Kepala BKPSDM KBB Asep Ilyas.

Dua CPNS tersebut yakni Arsal Fatra Yoga Pratama (29) dan Pratiwi Sekar Wangi (28). Pada mediasi di Ngamprah, Arsal Fatra Yoga Pratama hadir didampingi istri dan orangtuanya sedangkan Pratiwi Sekar Wangi yang berhalangan hadir diwakili orangtuanya.

Asep membantah BKPSDM meminta kedua CPNS tersebut mengundurkan diri setelah dinyatakan lolos seleksi tahun 2018. Menurut dia, pengunduran diri justru tidak boleh dilakukan jika yang bersangkutan mengikuti seleksi sesuai ketentuan.

"Formasi yang diikuti oleh yang bersangkutan adalah formasi D3, bukan S1. Otomatis, meski yang bersangkutan lolos seleksi, pemberkasan pasti tidak akan lolos dan pihak yang berwenang seperti BKN tidak akan memproses," ujarnya.

Dia mengatakan, masalah tersebut terjadi karena kesalahan kedua pihak, baik Arsal Fatra Yoga Pratama dan Pratiwi Sekar Wangi maupun panitia seleksi CPNS.

Kedua CPNS yang berijazah S1 tersebut memaksakan diri mengikuti seleksi untuk posisi dengan persyaratan ijazah D3.

Sementara di sisi panitia seleksi, terjadi kesalahan sistem sehingga meloloskan keduanya meski tidak sesuai persyaratan. Hal itu menjadi catatan juga bagi BKPSDM untuk disampaikan kepada pemerintah pusat. "Intinya, kami hanya sebagai fasilitator. Soal ini, kami juga sudah sampaikan kepada yang bersangkutan," tuturnya.

Ungkapan kekecewaan

Sementara itu, Arsal Fatra Yoga Pratama tampak kecewa lantaran tetap dinyatakan tidak lolos. Dia enggan berkomentar banyak kepada wartawan mengenai hasil pertemuan dengan BKPSDM. "Nanti saya kasih keterangan," ucapnya singkat.

Sebelumnya Arsal Fatra Yoga Pratama mengikuti seleksi CPNS di Pemkab Bandung Barat tahun 2018. Dia mendaftar untuk formasi paramedik veteriner terampil di Dinas Perikanan dan Peternakan dengan syarat ijazah D3.

Arsal Fatra Yoga Pratama yang melampirkan ijazah S1 lolos seleksi administrasi. Dia juga lolos seleksi kompetensi dasar dan seleksi kompetensi bidang sehingga dinyatakan lulus CPNS. Namun, setelah lulus, BKPSDM tak bisa memproses penetapan Nomor Induk Pegawai dia karena terdapat ketidaksesuaian ijazah.***

Bagikan: