Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Cerah berawan, 28.7 ° C

Sekolah Berwawasan Lingkungan di Kabupaten Bandung Barat Masih Minim

Cecep Wijaya Sari
PARA siswa didampingi guru merawat sayur-mayur di green house dengan memanfaatkan sudut di lantai tiga sekolah akibat keterbatasan lahan, Senin 17 April 2017. SD Assalaam di Jalan Sasakgantung, Kota Bandung, pernah mengikuti seleksi Sekolah Adiwiyata 2017.*/DOK PR
PARA siswa didampingi guru merawat sayur-mayur di green house dengan memanfaatkan sudut di lantai tiga sekolah akibat keterbatasan lahan, Senin 17 April 2017. SD Assalaam di Jalan Sasakgantung, Kota Bandung, pernah mengikuti seleksi Sekolah Adiwiyata 2017.*/DOK PR

NGAMPRAH, (PR).- Jumlah sekolah berwawasan lingkungan di Kabupaten Bandung Barat (KBB) saat ini masih minim. Hal itu terlihat dari minimnya sekolah yang ikut serta dalam program Adiwiyata yang digelar di tingkat provinsi.

Kepala Bidang Tata Kelola Lingkungan Hidup pada Dinas Lingkungan Hidup KBB, Zamilia Floreta, mengungkapkan, pada program Adiwiyata 2019, hanya delapan sekolah yang berpartisipasi. Lima sekolah di antaranya mendapatkan penghargaan Raksa Prasada sebagai Sekolah Adiwiyata dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Tahun lalu (2018), kami sudah sosialisasikan program ini ke 70 sekolah, tetapi yang mendaftar hanya delapan sekolah. Dan, Alhamdulillah lima sekolah mendapatkan penghargaan," tuturnya, Senin, 12 Agustus 2019.

Kelima sekolah yang mendapatkan penghargaan tersebut yaitu SMAN 2 Padalarang, SMAN 1 Lembang, SMPN 2 Padalarang, SMPN 2 Ngamprah, dan SD Damian School. Kelima sekolah ini dinilai memenuhi kriteria sebagai sekolah yang berwawasan lingkungan.

Menurut Zamilia, sekolah Adiwiyata merupakan sekolah yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan, sebagaimana tertuang dalam visi misi dan kebijakan sekolah. Selain itu, para siswa, guru, dan petugas di sekolah aktif berpartisipasi dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih, serta didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai.

"Kriteria-kriteria inilah yang menjadi penilaian dalam program Adiwiyata. Dan proses penilaian juga berjalan bertahap selama setahun. Jadi, sekolah harus bisa menjalankan program-program berkesinambungan selama minimal setahun," tuturnya.

Logo Kabupaten Bandung Barat/DOK. PR

Anggaran minim, DLH KBB langsung menuju sekolah yang ditargetkan

Dia juga mengungkapkan, tahun ini pihaknya hanya menargetkan enam sekolah yang berpartisipasi dalam program Adiwiyata 2019. Hal itu disebabkan minimnya anggaran sosialisasi serta personel di dinasnya.

Bahkan tahun 2019, pihaknya tidak menggelar sosialisasi terlebih dahulu. Namun, langsung mendatangi sekolah-sekolah yang dituju untuk memberikan pembinaan terkait dengan sekolah berwawasan lingkungan.

"Sebenarnya, setiap sekolah juga sudah mengetahui program ini. Namun belum semua merespons dengan baik. Jadi, kami lakukan secara bertahap," katanya. Pihaknya pun terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan utnuk menggalakkan program Sekolah Adiwiyata ini.

Sementara itu, Data Dinas Pendidikan KBB, saat ini tercatat sebanyak 1.070 sekolah baik negeri maupun swasta di Kabupaten Bandung Barat. Itu terdiri atas 711 SD, 176 SMP, 61 SMA, 104 SMK, dan 18 SLB.***

Bagikan: