Pikiran Rakyat
USD Jual 14.032,00 Beli 14.130,00 | Umumnya cerah, 20.4 ° C

Menelusuri Bangunan-bangunan Karya Bung Karno di Bandung

Tim Pikiran Rakyat
KONDISI salah satu bangunan karya Bung Karno di Bandung./JT-Rizky Mardiyansyah
KONDISI salah satu bangunan karya Bung Karno di Bandung./JT-Rizky Mardiyansyah

PROKLAMATOR sekaligus Presiden Republik Indonesia pertama, Ir Soekarno merupakan seorang Insinyur lulusan Technische Hoogeschool Bandoeng (sekarang ITB). Hobinya dalam merancang dan mendesain sebuah bangunan pun telah ia tekuni semasa duduk di bangku kuliah. Hal itu terbukti dengan banyaknya bangunan di era kolonial yang berhasil ia dirikan di Bandung.

Menurut rujukan T Bachtiar, dalam tulisannya pada kolom pikiran-rakyat.com edisi 22 Juni 2019, Soekarno sempat magang di biro arsitek CP Wolff Schoemaker. Pada saat itu, Soekarno berkesempatan untuk ikut merancang pendopo Kabupaten Bandung, Pavilion Hotel Preanger, hingga penjara Sukamiskin.

Selain itu, terdapat pula sedikitnya 10 bangunan karya Soekarno lainnya yang mungkin sebagian dari warga Bandung pun belum atau bahkan tidak mengetahuinnya. Hal tersebut lantas menyisakan tanya terkait kondisi dan keadaan rumah serta bangunan itu saat ini. Berikut potret kekinian beberapa bangunan karya Soekarno di Kota Bandung:

Rumah di Jl Kasim nomor 6, 8, dan 9

KONDISI salah satu bangunan karya Bung Karno di Bandung./JT-Rizky Mardiyansyah

Bangunan dengan gabungan dua rumah dan satu garasi ini terbilang cukup luas. Batu hias yang menempel pada tembok pintu utama menambah keaslian rumah karya Soekarno tersebut. Beruntung, rumah ini mendapatkan perawatan rutin dari pemiliknya.

Menurut pegawai yang bekerja, beberapa tahun silam salah satu anak dari Soekarno dan Fatmawati, yaitu mantan Presiden RI Megawati Soekarnoputri melakukan kunjungan ke rumah tersebut. Megawati meminta pemilik tidak mengubah tekstur bangunannya. Kini bangunan yang sudah berdiri sejak zaman kolonial itu menjadi rumah tinggal masyarakat sipil biasa. 

Rumah di Jl Kacakaca Wetan nomor 8

KONDISI salah satu bangunan karya Bung Karno di Bandung./JT-Rizky Mardiyansyah

Sama seperti bangunan sebelumnya, rumah tinggal ini memiliki tekstur atap yang sama dengan sejumlah bangunan karya Soekarno lainnya. Hal tersebutlah yang menjadikan ciri khas serta selera aristektur Soekarno.

Rumah ini memiliki halaman depan yang luas, dengan taman kecil dan beberapa tanaman di sekitar pagar. Selain itu, jendela tinggi yang terbuat dari kayu di sekitar pintu masuk turut menghiasi rumah tersebut. Meski terlihat sepi, rumah ini dihuni oleh keluarga sang pemilik secara turun temurun. 

Uniknya, rumah era kolonial ini tetap berdiri kokoh di antara gedung-gedung mewah, hotel, serta kawasan perkantoran Jalan Asia Afrika.

Rumah di Jl Dewi Sartika nomor 107

KONDISI salah satu bangunan karya Bung Karno di Bandung./JT-Rizky Mardiyansyah

Rumah ini memiliki luas tanah 430 meter persegi dengan halaman depan dan belakang yang luas. Kondisi bangunan dan isi rumahnya pun masih sangat asli. Di dalam rumah terdapat ruang tamu dan ruang keluarga yang didominasi dengan barang-barang berbahan kayu jati seperti meja, kursi, dan lemari.

Menurut penunggu rumah, bangunan ini dirancang dan dibangun pada tahun 1922. Mulai saat itu, rumah mulai diisi oleh pemilik aslinya. Setelah puluhan tahun tinggal, sang pemilik rumah meninggal dunia. Lama tidak berpenghuni, membuat seisi rumah terbengkalai, hingga beberapa tahun lalu cucu dari pemilik rumah tersebut meminta seseorang untuk merawatnya.

Bangunan karya Soekarno yang telah menjadi cagar budaya di Kota Bandung tersebut kini menjadi rumah tinggal seorang ibu rumah tangga beserta keluarganya.

Rumah di Jl Pasir Koja nomor 25

KONDISI salah satu bangunan karya Bung Karno di Bandung./JT-Rizky Mardiyansyah

Bangunan ini memiliki bentuk tembok dan atap ala Belanda. Sayangnya, rumah ini sudah lama tidak berpenghuni. Di halaman depan yang sangat kecil, terlihat banyaknya sampah berceceran. Meski termasuk ke salah satu cagar budaya yang harus dirawat, rupanya rumah ini kian terbengkalai setiap harinya.

Menurut keterangan warga sekitar, rumah karya Bung Karno tersebut sempat berpenghuni, tapi kemudian dijual. Hingga saat ini, rumah dengan ciri khas atap berbentuk limas seperti rumah karya Soekarno lainnya itu tidak terrawat. Meski begitu, keasliannya rumah ini tetap terlihat seperti pada pintu dan jendela yang terbuat dari kayu jati.

Rumah Kembar di Jl Gatot Subroto 56

KONDISI salah satu bangunan karya Bung Karno di Bandung./JT-Rizky Mardiyansyah

Setelah sebelumnya digunakan untuk asrama wanita, bangunan kembar yang terletak di antara Jalan Gatot Subroto dan Malabar ini kini sangat tidak terawat. Meski masih memiliki keaslian berupa batu bata yang terdapat di dinding rumah, namun 60% bangunan tersebut sudah hancur dan tidak layak huni.

Kini di sekeliling halaman rumah itu dihinggapi tanaman liar yang tinggi. Bangunan cagar budaya ini sempat disegel oleh pemerintah Kota Bandung untuk dipulihkan kembali. Namun hingga saat ini bangunan bernuansa heritage tersebut masih terbengkalai.

Rumah di Jl Palasari nomor 5

KONDISI salah satu bangunan karya Bung Karno di Bandung./JT-Rizky Mardiyansyah

Bangunan ini terbilang sangat luas. Di pintu masuk utama rumah, terdapat sejumlah jendela jati yang terpampang tinggi, lengkap dengan genteng dan atap bernuansa Belanda. Meski tidak mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah Kota Bandung, rumah karya Soekarno ini sangat terrawat. Bagian dalam rumah yang bersuasana antik menambahkan nilai keaslian bangunan tersebut.

Dalam pemeliharaan cagar budaya, rumah ini dikelola secara pribadi dan dihuni oleh satu keluarga besar. Menurut pemilik rumah, tidak ada sama sekali tekstur dan bangunan yang dirubah sejak pertama kali rumah tersebut dihuni. Selain menjadi tempat tinggal, rumah ini digunakan sebagai kantor RW di kelurahan setempat.

Bank di Jl Dalem Kaum nomor 5

KONDISI salah satu bangunan karya Bung Karno di Bandung./JT-Rizky Mardiyansyah

Meski mayoritas arsiteksturnya sudah berubah, bangunan yang terdapat di sebelah alun-alun Bandung ini masih menyisakan beberapa peninggalan aslinya tepat di belakang pintu utama.

Di sudut gang yang menuju ke halaman belakang gedung, terdapat bangunan persegi panjang dengan beberapa jendela kayu jati berwarna biru terpampang di sepanjang tembok.

Selain itu, bank ini memiliki museum kecil di sebelah kiri bangunan yang berisi tentang informasi mengenai sejarah Bank Himpunan Saudara pada era kolonial.

Masjid di Jl Viaduct

KONDISI salah satu bangunan karya Bung Karno di Bandung./JT-Rizky Mardiyansyah

Salah satu hasil karya Soekarno lainnya yang patut dibanggakan selain rumah tinggal dan bangunan megah adalah masjid yang terletak tepat di bawah Viaduct. Masjid ini memang telah direnovasi guna meningkatkan kapasitas jamaah. Namun di beberapa ruangan, bangunan ini masih meninggalkan jejak sejarahnya sendiri. 

Saat ini, seisi bangunan Masjid digunakan sebagai kantor pusat PP Persatuan Islam (Persis). Banyaknya kegiatan yang dilakukan oleh Jema’at setempat membuat bangunan cagar budaya tersebut dapat terlestarikan dan terawat.

Bangunan yang hilang

Selain bangunan-bangunan yang masih bisa terlihat, terdapat pula karya Bung Karno yang sudah hilang tak bersisa. Seperti sebuah rumah di Jalan Abdul Moeis nomor 196 yang telah berubah menjadi sebuah bangunan bertingkat. Juga sebuah rumah di Jalan Gatot Subroto nomor 17 yang di lokasinya kini berdiri sebuah gedung bank swasta. Warga sekitar pun tak tahu bahwa di sana pernah berdiri rumah karya proklamator Indonesia. (JT-Rizky Mardiyansyah)

Bagikan: