Pikiran Rakyat
USD Jual 14.048,00 Beli 14.146,00 | Cerah berawan, 31.2 ° C

Puluhan Sopir Ambulans Bentuk Forum Komunikasi 

Tim Pikiran Rakyat
PARA sopir ambulans yang tersebar di Kecamatan Majalaya, Ibun, Paseh, dan Kecamatan Solokanjeruk membentuk forum komunikasi.*/ENGKOS KOSASAIH/GALAMEDIA
PARA sopir ambulans yang tersebar di Kecamatan Majalaya, Ibun, Paseh, dan Kecamatan Solokanjeruk membentuk forum komunikasi.*/ENGKOS KOSASAIH/GALAMEDIA

SOREANG, (PR).- Para sopir ambulans yang tersebar di Kecamatan Majalaya, Ibun, Paseh, dan Kecamatan Solokanjeruk Kabupaten Bandung ini melakukan hal yang tak biasa dalam aktivitas sosialnya, Minggu 11 Agustus 2019. Sejak Selasa 6 Agustus 2019, sekitar 35 sopir ambulan yang hadir berikut dengan armadanya, membentuk sebuah wadah berupa Forum Komunikasi Driver Ambulans/Pelayanan Masyarakat. 

Dalam pembentukan forum ini pula melibatkan Yayasan HTD (H.Tedi Darmawan) Peduli, sebagai pembina sekaligus donatur dalam pembentukan komunitas sosial tersebut. Dengan harapan, hadirnya yayasan ini dapat mengayomi dan mendorong jiwa sosial melalui jalinan silaturahmi di antara puluhan sopir ambulan tersebut. 

Koordinator Forum Komunikasi Driver Ambulans, Joni mengatakan, dibentuknya forum ini merupakan yang pertama di wilayah daerah pemilihan (DP) V Kabupaten Bandung tersebut. 

"Intinya, dibentuk forum komunikasi ini untuk menjalin silaturahmi di antara sesama sopir ambulans yang selama ini fokus pada kegiatan sosial dan kemanusiaan," kata Joni  di Majalaya, Minggu (11/8/2019).

Selain untuk mempererat silaturahmi, imbuh Joni, untuk menjalin kerja sama antara sesama para sopir ambulans. "Di saat ada pasien atau warga yang membutuhkan bantuan armada ambulans, bisa saling komunikasi. Misalnya, ada pasien yang terdekat dengan posisi ambulan bisa langsung membantunya," katanya. 

Begitu juga, kata Joni yang merupakan sopir ambulans Masjid Agung Majalaya ini, di saat ada dua pasien yang membutuhkan ambulans dengan tujuan yang berbeda, maka dua sopir armada ambulans harus bisa saling komunikasi. 
"Dengan harapan dua pasien yang membutuhkan pelayanan ambulans di daerah yang sama, bisa terlayani dengan baik," harapnya. 

Tak hanya itu, kata Joni, pentingnya ada forum komunikasi ini, masing-masing sopir ambulans bisa mengantisipasi ketika ada armada ambulan yang tak bisa beroperasi karena mengalami kerusakan dan perlu penggantian suku cadang. 
"Maka, sopir ambulans lainnya harus segera mengantisipasi dan membantu pasien yang membutuhkan mobil ambulans," ujarnya. 

Menurutnya, mobil ambulans yang mengalami kerusakan atau perlu penanganan khusus pun, anggota forum komunikasi ini akan sama-sama membantu dan sabilulungan untuk memperbaiki mobil ambulans tersebut. 

"Salah satunya nanti ada penyokong dana dari donatur untuk membantu memperbaiki mobil ambulans. Selain kita juga sebagai anggota forum komunikasi akan membantunya," jelasnya. 

Jaminan keselamatan

Melalui pembentukan forum komunikasi ini, lanjut Joni, pihaknya sedang berusaha untuk membahas tentang jaminan keselamatan dan kesehatan kerja untuk para sopir ambulan.
 
"Di saat ada kejadian yang tak diharapkan, kita mendapatkan jaminan. Hal ini menjadi fokus perhatian kita," katanya. 

Lebih lanjut Joni mengatakan, dengan adanya forum komunikasi ini bisa menjadi mediator disaat ada warga atau pasien yang sedang berada di luar kota atau daerah membutuhkan mobil ambulans.
 
"Kita bisa komunikasi dan minta bantuan dengan sopir ambulans yang ada di daerah. Jadi tidak harus, sopir ambulans yang ada di Majalaya misalnya menuju ke lokasi di mana pasien itu berada. Jadi bisa menggunakan mobil ambulans yang ada di daerah, untuk mengefektifkan waktu pelayanan kepada masyarakat," katanya kepada wartawan Galamedia, Engkos Kosasih. 

Joni mengatakan, dibentuknya forum komunikasi ini lebih mengutamakan pelayanan sosial kepada masyarakat. Puluhan mobil ambulans yang disiagakan di empat kecamatan itu tersebar di sejumlah desa, selain bantuan dari sejumlah partai politik dalam pelayanan kepada masyarakat.

"Tapi untuk diketahui, forum ini dibentuk bukan berpartai, murni kegiatan sosial masyarakat. Walaupun ada di antara mobil ambulans berlambang partai politik. Selain ambulans yang tersedia bantuan dari yayasan, juga mobil ambulans milik aset desa dan pihak lainnya," katanya.

Untuk memudahkan komunikasi di antara para sopir ambulan, Joni mengatakan, pihaknya membuat grup WhatsApp. "Grup whatsapp ini untuk memudahkan komunikasi dengan sesama sopir ambulans, disaat ada pasien atau warga yang membutuhkan pelayanan mobil ambulan," pungkasnya.***

Bagikan: