Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Sebagian cerah, 28.2 ° C

Kurang dari 24 Jam, Polres Bandung Berhasil Ungkap Pembunuh NA

Handri Handriansyah

SOREANG, (PR).- Dalam kurun waktu kurang dari 24 jam, jajaran Kepolisian Resor Bandung berhasil mengungkap dan meringkus tersangka pembunuh NA (18), remaja perempuan asal Desa Cikasungka, Kecamatan Cikancung, Kabupaten Bandung. Tersangka FP (19) yang melakukan perlawanan, terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas di bagian kaki.

Kapolres Bandung Ajun Komisaris Besar Indra Hermawan mengatakan, kasus tersebut berawal dari penemuan sesosok mayat perempuan di Jln. Raya Majalaya-Cicalengka pada Rabu 7 Agustus 2019 sekitar pukul 14.30 WIB. "Tepatnya di semak-semak sebuah tanah kosong di Kampung Cikasungka, Desa Cikasungka, Kecamatan Cikancung," ujarnya di Mapolres Bandung, Kamis 8 Agustus 2019.

Polisi langsung bergerak melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), dan membawa korban ke rumah sakit untuk diautopsi. Selain itu, polisi pun meminta keterangan dari sejumlah saksi sampai akhirnya mengetahui identitas korban.

Indra menjelaskan, berangkat dari keterangan tersebut polisi langsung menelusuri terduga pelaku yang diketahui sebagai teman dekat korban. "Tersangka FP akhirnya kami tangkap di rumah kosnya, Kamis 8 Agustus 2019 dini hari sekitar pukul 3.00 WIB," ucapnya.

Kepada polisi, kata Indra, FP mengakui bahwa pada Selasa 6 Agustus 2019, sekitar pukul 20.00, ia menjemput korban dari rumahnya untuk diajak jalan-jalan. Setelah sampai di TKP, tersangka terlibat percekcokan dengan korban.

"Tersangka kemudian menusuk korban dengan pisau dan meninggalkan korban di lokasi. Di lokasi tersebut, kami menemukan barang bukti pisau yang digunakan sebagai alat kejahatan," tutur Indra.

Selain itu, Indra menuturkan bahwa pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti lain seperti pakaian korban dan tersangka, sepeda motor tersangka yang digunakan untuk menjemput korban, telefon seluler milik korban dan tersangka serta sepatu dan sandal. Sedangkan pisaunya sendiri diakui oleh tersangka sudah ia bawa sejak berangkat dari rumah untuk menjemput korban.

Meskipun demikian, Indra menegaskan bahwa pihaknya masih mendalami motif kejahatan yang dilakukan oleh tersangka. Begitu pula soal pisau yang dibawa, belum bisa dipastikan apakah sengaja dibawa pada hari itu dengan rencana membunuh korban, atau memang setiap hari tersangka membawa pisau.

Kepada tersangka, polisi akan menerapkan pasal 338 KUHPidana tentang pembunuhan dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun. Jika terbukti direncanakan, FP pun terancam dijerat Pasal 340 KUHPidana tentang pembunuhan berencana dengan ancaman maksimal 20 tahun pejara.

"Tersangka juga bisa dijerat Pasal 365 KUHPidana tentang pencurian dengan kekerasan (curas). Soalnya tersangka sebelumnya sempat mengambil telefon seluler milik korban dan menjualnya," kata Indra.***

 

Bagikan: