Pikiran Rakyat
USD Jual 13.984,00 Beli 14.082,00 | Langit umumnya cerah, 21.1 ° C

Bantu Teman Sambil Mabuk Malah Berujung Bui

Ririn Nur Febriani
null
null

CIMAHI, (PR).- Satu dari dua tersangka kasus penusukan terhadap dua mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Achmad Yani, Algi Mardatilah (23) ditangkap Satreskrim Polres Cimahi. Dia mengaku sedang mabuk saat membantu temannya mengeroyok korban karena dipicu cemburu.

Dua korban bernama M Fikri Kautsar dan Alfi Defriansyah. Mereka sempat dikeroyok dan ditusuk sekelompok orang tak dikenal di Jalan Ibu Ganirah Kota Cimahi hingga harus mendapat penanganan medis di rumah sakit untuk mengobati luka yang dialami.

Kapolres Cimahi AKBP Rusdy Pramana Suryanagara didampingi Kasatreskrim Polres Cimahi AKP Yohannes Redhoi Sigiro, mengatakan hal itu, Rabu, 7 Agustus 2019. "Penusukan terhadap para korban sempat viral di media sosial. Kami berhasil mengungkap kasus dan amankan pelaku penganiayaan tersebut, seorang pelaku lain sedang kami buru dan ditetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO)," ujarnya.

Menurut Rusdy, kejadian tersebut didasari karena permasalahan cinta. "Motif didasari karena pelaku cemburu terhadap korban yang sedang dicurhati pacarnya. Pelaku mengajak temannya mengeroyok korban, mereka sedang dibawah pengaruh alhokol hingga melakukan penusukan terhadap korban. Akibatnya korban sampai harus dirawat ke rumah sakit, beruntung bisa selamat," katanya.

Dari tangan pelaku, barang bukti yang diamankan berupa kendaraan sepeda motor. "Barang bukti utama berupa pisau sedang dalam pencarian, kami masukkan dalam daftar pencarian barang," jelasnya.

Atas perbuatannya, Algi harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan dijerat Pasal 351 Ayat 2 KUHPidana dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.
Pada pemeriksaan, Algi mengakui dirinya tengah mabuk saat pengeroyokan berlangsung. "Iya waktu itu minum dulu anggur merah," katanya.

Ia mengaku saat itu membantu temannya yang memiliki masalah pribadi dengan korban yang bernama M Fikri Kautsar. Saat datang ke lokasi kejadian, tersangka sudah membawa sebilah pisau. "Saya bantu teman, masalah cewek. Sebelumnya sudah bawa pisau. Saya tertekan pas pengeroyokan, lalu menusuk kedua korban di tangan kiri dan perut," beber Algi. 

Selang sehari pascaperkelahian yang berujung penusukan pada 21 Juli 2019 lalu, kedua korban melaporkan kasus itu kepada pihak kepolisian. Satreskrim Polres Cimahi langsung melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap para saksi hingga tersangka diamankan di kediamannya di Padalarang Bandung Barat. 

Sebelumnya, salah satu korban, Alfi mengatakan kejadian berlangsung di Jalan Ibu Ganirah Kelurahan Cibeber dekat tempat kos mereka, Sabtu, 20 Juli 2019, dinihari. 
"Awal kejadian penusukan itu, ads pertengkaran dekat kosan. Teman saya mau melerai malah jadi sasaran, dia dipukul sama gerombolan itu. Saya mau bantu, malah kena juga," ujarnya.

Alfi dipukul orang tersebut menggunakan helm. "Mau nolong teman saya, malah ikut jadi sasaran. Mereka pakai atribut genk motor. Saya dipukul pakai helm, terus ditusuk di bagian perut dan dada. Saya mau balas tapi kerasa pusing, pas bagian perut ada perih pas dipegang darah sudah mengalir," katanya. 

Teman-temannya beserta warga setempat berhamburan melerai keributan. Kedua korban segera dibawa ke IGD rumah sakit untuk menerima penanganan medis. 
Alfi perlu mendapatkan penanganan intensif karena mendapatkan luka tusuk di bagian perut dan dada yang hampir mengenai organ vital. Fikri pun mengalami luka di bagian tangan, setelah mendapat penanganan diperbolehkan pulang.

"Setelah dibawa warga ya enggak sadar dan enggak tau gimana kelanjutannya. Luka yang saya alami cukup berat, mesti dibedah karena luka dekat paru-paru, dijahit 6 jahitan," jelasnya.

Alfi mengaku tak tahu permasalahan perkelahian tersebut. "Enggak tahu mereka ribut kenapa, cuman karena dekat kosan kan berisik juga ya akhirnya kita mau berhentikan. Malah jadi sasaran," tuturnya.***

Bagikan: