Pikiran Rakyat
USD Jual 13.896,00 Beli 13.994,00 | Sedikit awan, 20.4 ° C

WNA Perancis Jadi Korban Pencurian Oleh Sopir Angkot

Ririn Nur Febriani
DUA WNA Perancis korban pencurian di dalam angkot.*/ RIRIN NUR FEBRIANI/PR
DUA WNA Perancis korban pencurian di dalam angkot.*/ RIRIN NUR FEBRIANI/PR

KISAH tragis dialami pasangan suami istri Olivier Roger Denis dan Chole Jeanne Marie. Rencana liburan Warga Negara Asing (WNA) asal Perancis tersebut berantakan akibat telefon genggam dibawa lari oleh sopir angkot. Akibat aksi kejahatan itu, mereka terluka karena terjatuh dari angkot.

Satreskrim Polres Cimahi berhasil menangkap sopir angkot tersebut dalam waktu kurang dari 24 jam.

Demikian diungkapkan Kapolres Cimahi AKBP Rusdy Pramana Suryanagara didampingi Kasatreskrim Polres Cimahi AKP Yohannes Redhoi Sigiro kepada wartawan, di Mapolres Cimahi Jalan Raden Demang Hardjakusumah Kota Cimahi, Selasa 6 Agustus 2019.

"Dari hasil lidik, kurang dari 24 jam jajaran Satreskrim Polres Cimahi berhasil mengamankan pelaku pencurian telefon genggam milik WNA di daerah Padalarang," ujarnya.

Kejadian yang dialami keduanya bermuka pada Senin 5 Agustus 2019. Saat itu, Olivier dan Chole ke Bogor, lalu ke Cipanas Cianjur. Mereka pun menumpang angkot warna biru No Pol F 1964 ZF yang disopiri tersangka AR. Rencananya, mereka akan melanjutkan perjalanan ke Bandung menggunakan kereta api. Di perjalanan, tersangka Andi menawari pasutri tersebut untuk mengantar sampai ke Bandung.

"Ditengah jalan, kendaraan dihentikan oleh sopir dan para WNA tersebut disuruh turun karena tersangka tidak bersedia lagi mengantar. Tersangka lalu beralasan akan memesan taksi dan meminjam telefon genggam milik korban. Saat diberikan, dia malah tancap gas, namun ternyata para korban sempat berpegangan pada body angkot hingga bergelantungan di sisi kiri kendaraan," ucapnya.

Mereka sempat terseret sejauh 100 meter, Chole terlebih dulu melepas pegangan pada pintu angkot karena lelah, lalu ia terjatuh. Hal serupa akhirnya dialami juga oleh Olivier di sekitar Kp. Pamucatan Desa Ciburuy Kec. Padalarang Kab. Bandung Barat.

"Para WNA ini ditemukan oleh masyarakat setempat dalam kondisi luka-luka. Mereka diantar ke Polres Cimahi untuk melaporkan kejadian tersebut," katanya.

Pihaknya segera mengantar pasutri WNA Perancis tersebut ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan, korban perempuan mengalami luka di bagian wajah dengan pelipis mata luka lebam dan luka di lutut, sedangkan suaminya luka di bagian kepala hingga harus dijahit, luka di lengan, serta pinggang.

"Kami langsung melakukan pengejaran. Ada petunjuk tersangka AR menghubungi rekannya DR. Telefon itu diberikan  pada DR  dan dia meminta Rp 100.000, alasannya untuk setoran angkot," jelasnya.

Akhirnya keduanya bisa diamankan di tempat DR berada. Atas perbuatannya, kedua tersangka itu disangkakan Pasal 365 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

Kepada polisi, tersangka AR mengaku baru kali ini aksi tersebut dilakukannya. "Enggak direncanain, tapi kepikiran pas si bule enggak ngasih lebih ongkosnya. Ya susah ambil saja HP-nya," ujarnya.

Kepada Kapolres Cimahi, Olivier dan Chole menyampaikan terima kasih sudah menangani kasusnya dengan cepat.

Musibah tersebut, lanjut Olivier, tak membuat dirinya kapok berlibur ke Indonesia. "Rencana liburan tetap jalan meski ada gangguan seperti ini, saya tidak kapok dan tetap akan kembali ke Indonesia. Saya senang mendapat bantuan dari semua orang," tuturnya. ***

Bagikan: