Pikiran Rakyat
USD Jual 13.896,00 Beli 13.994,00 | Sebagian berawan, 18.8 ° C

Tanam Ganja di Pot, Tuteng Terancam Hukuman Penjara 20 Tahun

Ririn Nur Febriani
POLISI mengamankan barang bukti berupa pohon ganja sebanyak 31 batang dan sabu seberat 0,50 gram. Tuteng menanam pohon ganja menggunakan pot di kediamannya di Kampung Sasakbubur, RT 02/03 Desa Mekarmukti, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat.*/RIRIN N.F/PR
POLISI mengamankan barang bukti berupa pohon ganja sebanyak 31 batang dan sabu seberat 0,50 gram. Tuteng menanam pohon ganja menggunakan pot di kediamannya di Kampung Sasakbubur, RT 02/03 Desa Mekarmukti, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat.*/RIRIN N.F/PR

CIMAHI, (PR).- Niat coba-coba DD alias Tuteng (38) membudidayakan tanaman ganja, berbuah pahit. Dia ditangkap jajaran Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Cimahi hingga terancam hukuman penjara akibat perbuatannya.

Dari tersangka Tuteng, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa pohon ganja sebanyak 31 batang dan sabu seberat 0,50 gram. Pohon ganja itu ditanam di kediamannya di Kampung Sasakbubur, RT 02/03 Desa Mekarmukti, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat.

"Allhamdulilah jajaran Satresnarkoba Polres Cimahi telah berhasil mengamankan 1 (satu) orang (pelaku)," ujar Kapolres Cimahi AKBP Rusdy Pramana Suryanagara, Minggu, 4 Agustus 2019.

Rusdy mengungkapkan, pengungkapan kasus penyalahgunaan narkoba tersebut berawal dari laporan masyarakat. Kemudian, pihaknya melakukan penyelidikan dan mengarah pada tersangka berinisial DD.

Tersangka diamankan 30 Juli 2019 di rumahnya dan ditemukan sabu. Setelah melakukan pengembangan, ternyata tersangka membudidayakan pohon ganja di di belakang rumahnya. Puluhan pohon ganja itu ditanam sejak dua bulan lalu.

"Ditanam di rumahnya menggunakan pot. Kalau motifnya sedang kami dalami. Tapi menurut pengakuan tersangka, belum ada yang dijual," ungkapnya.

Berdasarkan keterangan dari Tuteng, lanjut Rusdy, ganja itu didapat dari pelaku berinisial DN yang kini jadi Daftar Pencarian Orang (DPO) atau buron. Ganja yang didapat hanya satu bungkus koran, lalu bijinya ditanam oleh Tuteng.

"Didapat dari pihak lain (DN), ada bijinya lalu dia coba tanam. Kami sedang mengupayakan mengembangqkan kasus ini, terhadap adanya barang bukti lain ataupun pelaku lain," ungkapnya.

Atas kepemilikan barang haram tersebut, Tuteng disangkakan Pasal 112 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. "Ancaman hukumannya minimal 5 tahun hingga maksimal 20 tahun penjara," tuturnya.***

Bagikan: