Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian berawan, 24.7 ° C

Satgas Citarum Harum Tutup Saluran Limbah di Dua Pabrik 

Tim Pikiran Rakyat
JAJARAN TNI dari Sektor 4 Satuan Tugas (Satgas) Citarum Harum melaksanakan pengecoran saluran pembuangan limbah cair di dua pabri.*/ENGKOS KOSASIH/GALAMEDIA
JAJARAN TNI dari Sektor 4 Satuan Tugas (Satgas) Citarum Harum melaksanakan pengecoran saluran pembuangan limbah cair di dua pabri.*/ENGKOS KOSASIH/GALAMEDIA

SOREANG, (PR).- Jajaran TNI dari Sektor 4 Satuan Tugas (Satgas) Citarum Harum melaksanakan pengecoran saluran pembuangan limbah cair (outlet) di kawasan pabrik pencelupan PT Sinar Baru Maju Jaya (SBMJ) di Jalan Raya Rancajigang Desa Padamulya Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung, Jumat 2 Agustus 2019) pukul 10.15 WIB. Pengecoran dengan menggunakan material semen dan pasir. 

Selang beberapa jam kemudian dan pada hari yang sama, Satgas Citarum Harum melakukan penutupan pipa saluran pembuangan limbah cair berukuran 2,5 inchi di CV Piramid Jaya Jalan Raya Laswi Desa Padamulya. Penutupan saluran pembuangan limbah itu menggunakan paralon berukuran 2,5 inchi dengan cara dilem. 

Pengecoran saluran limbah cair dan penutupan pipa saluran pembuangan limbah cair di dua perusahaan itu karena perusahaan membuang limbah ke Sungai Cikembang, anak Sungai Citarum tidak sesuai dengan baku mutu/standar.  Pascapenutupan saluran limbah tersebut, Satgas Citarum Harum memberikan kesempatan kepada pihak perusahaan untuk memperbaiki instalasi pengolahan air limbah (IPAL) sesuai dengan baku mutu/standar. 

Penutupan saluran pembuangan limbah itu dihadiri langsung Komandan Sektor 4 Satgas Citarum Harum Kolonel Inf Kustomo, Bhabinkamtibmas dari Polsek Majalaya Aiptu Nanang Hendra, Babinsa dari Koramil Majalaya Serka Engkus Ernawan. Perwakilan pemilik perusahaan PT. SBMJ Andi juga menyaksikan langsung pengecoran saluran pembuangan limbah tersebut.  Termasuk pemilik pabrik tekstil CV. Piramid Jaya Dodi.  Pelaksanaan pengecoran itu menjadi perhatian para pekerja yang sedang beraktivitas di dalam pabrik pencelupan kain maupun pabrik tekstil tersebut. 

Sebelum melakukan pengecoran saluran pembuangan limbah, Kustomo bersama jajaran dan pihak perusahaan melihat langsung proses IPAL di dalam perusahaan tersebut. Bahkan, jajaran TNI membawa bukti sampel air limbah yang dibuang dari perusahaan PT. SBMJ. Setelah melewati proses pemeriksaan dengan menggunakan alat kyoritsu pempet asal Jepang, air limbah itu menunjukkan parameter chemical oksigen demand (COD) 538. 

Merusak ekosistem

Kustomo menegaskan, kandungan limbah yang dibuang pabrik pencelupan PT SBMJ itu dapat merusak ekosistem. Limbah cair tersebut dapat menimbulkan kematian. "Ini (limbah) kalau terus dibuang dan diminum orang bisa mati," kata Kustomo di pabrik PTL SBMJ. 

Kustomo mengatakan, air limbah sangat membahayakan. Air limbah disaat meresap ke tanah dan mencemari lahan pertanian padi sawah, sangat berbahaya bagi produksi pertanian saat dikonsumsi manusia. 
"Jadi saya tutup saluran limbahnya. Lama atau tidaknya ditutup, bergantung perusahaan. Yang penting buangnya bagus. Untuk diperbaiki IPAL-nya," kata Kustomo.

Penutupan saluran limbah itu, imbuh Kustomo, setelah pihaknya mengambil sampel air limbah pada 24 Juli lalu pada pukul 10.30 WIB. 

"Pengambilan sampel limbah itu dari saluran pembuangan atau outlet PT. Sinar Baru Maju Jaya," katanya. 

Dalam pengambilan sampel limbah itu, ditegaskan Kustomo, menggunakan alat kyoritsu pempet dari Jepang. Hasil pemeriksaan menunjukkan parameter COD di atas 250 dan warna kuning.
 
"Pada 31 Juli 2019, kita mendapatkan laporan dari warga tentang adanya limbah yang berada di gorong-gorong antara CV. Piramid Jaya dan PT. Tri Bintang. Setelah ditelusuri limbah itu berasal dari PT. Sinar Baru Maju Jaya. Selanjutnya diambil sampel dengan hasil laboratorium menunjukkan color/warna tidak terdeteksi, COD 538 dan total suspended solid (TSS) 185," katanya. 

Pengecekan

Mengetahui hal itu, imbuh Kustomo, pada 1 Agustus, jajaran TNI melakukan pengecekan kondisi IPAL PT SBMJ dan diketahui tidak difungsikan secara maksimal sehingga proses pengolahan tidak sesuai dengan baku mutu/standar. 

"Selanjutnya, kami melakukan pemanggilan pihak owner dan staf ke Pos Sektor 4 untuk meminta keterangan dan yang bersangkutan setelah mengakui apa yang sudah atau ditemukan mengenai limbah tersebut. Atas dasar itu, dilakukan lokalisir terhadap outlet PT SBMJ tersebut pada Jumat ini," jelasnya kepada wartawan Galamedia, Engkos Kosasih. 

Perwakilan pabrik PT. SBMJ Andi mengatakan, setelah dilakukan penutupan saluran outlet (limbah) tersebut, pihaknya akan memperbaiki secepatnya IPAL tersebut. 

"Kita berupaya untuk melakukan perbaikan, tetapi perusahaan tetap jalan. Limbah dikelola di dalam dan tak keluar," kata Andi. 

Ia berharap, perbaikan IPAL ini kurang dari satu bulan. "Secepatnya akan diperbaiki. Kita ingin segera diperbaiki, walaupun biayanya lebih besar," katanya. 

Andi mengatakan, produksi pencelupan di pabrik tersebut mencapai 10.000 meter per hari. "Kalau enggak ada order, ya enggak bisa jalan. Ya tutup, sementara karyawan sebanyak 145 orang dibagi 3 shif," katanya.

Sementara itu, pemilik pabrik tekstil CV Piramid Jaya Dodi mengatakan, setelah dilakukan penutupan pipa saluran pembuangan limbah cair tersebut, membutuhkan waktu perbaikan selama beberapa hari kedepan. 

"Ada yang bocor salurannya. Ada kontaminasi dari limbah lainnya," kata Dodi. 

Ia mengatakan, pada mesin produksi tidak ada masalah. Menurutnya, mengelola pabrik tekstil dengan luas bangunan sekitar 2.400 meter persegi itu, sudah berlangsung selama dua tahun. Sebelumnya, dikelola perusahaan lain, yaitu CV. Sinar Timur. 

"Dengan kapasitas 76 mesin, bisa menghasilkan 12.000 yard per hari. Pencelupan kainnya di luar perusahaan. Di sini tekstil saja," katanya.***

Bagikan: