Pikiran Rakyat
USD Jual 13.896,00 Beli 13.994,00 | Sebagian berawan, 18.8 ° C

Tim Saber Pungli Jabar Amankan 27 Preman di Proyek KCIC

Handri Handriansyah
PROYEK Kereta Cepat Indonesia-China .*/RIRIN NUR FEBRIANI/PR
PROYEK Kereta Cepat Indonesia-China .*/RIRIN NUR FEBRIANI/PR

 SOREANG, (PR).- Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) Jawa Barat mengamankan sedikitknya 27 preman yang mengatasnakaman warga di lingkungan proyek PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC), Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Kamis 1 Agustus 2019 petang. Para preman itu tertangkap tangan saat menarik pungli dari para sopir truk proyek pengangkut tanah dengan beberapa modus operandi.

Sekretaris Satgas Saber Pungli Jabar Ajun Komisaris Besar Rusman mengatakan, operasi tangkap tangan (OTT) dilakukan setelah mendapat aduan dari masyarakat melalui portal daring. "Kami kemudian menindaklanjuti laporan tersebut dengan penelusuran di lapangan," ujarnya saat dihubungi, Jumat 2 Agustus 2019.

Menurut Rusman, tim intelejen kemudian mengikuti gerak-gerik kelompok preman tersebut selama sekitar sepekan. Setelah memastikan adanya pungli, tim kemudian melakukan OTT.

"Modus mereka di antaranya menjual paksa paket makanan ringan dan air mineral kepada sopir truk. Selain itu pungli jasa membuka terpal dan pungutan parkir," kata Rusman.

Untuk makanan ringan dan air mineral, para preman mematok harga Rp 25.000 per paket. Sedangkan jasa buka terpal sopir dipungut Rp 5.000.

Rusman menambahkan, dalam sehari saat OTT kelompok tersebut meraup omset Rp 3 juta dari penjualan paket makanan ringan. Sedangkan dari jasa buka terpal Rp 1,5 juta.

"Praktik pungli itu diduga marak sejak sebulan terakhir. Untuk parkir mereka juga memungut Rp 5.000 per truk," tutur Rusman.

Dari 27 orang yang diamankan, kata Rusman, 16 orang terlibat penjualan makanan ringan secara paksa, 10 pemungut jasa buka terpal dan 1 orang pemungut uang parkir. Para pelaku diduga merupakan satu jaringan meskipun menjalankan modus yang berbeda.

Selain itu jumlah mereka masih banyak, karena ada yang kabur saat satgas melakukan OTT.  Sedangkan mereka yang terciduk, kini diamankan di Polres Bandung.***

 

Bagikan: