Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian berawan, 22.1 ° C

Sekira 81.000 Anak di Cimahi Belum Miliki Kartu Identitas Anak

Ririn Nur Febriani

FOTO ilustrasi kartu identitas anak.*/ANTARA
FOTO ilustrasi kartu identitas anak.*/ANTARA

CIMAHI, (PR).- Sekitar 81.000 anak di Kota Cimahi masih belum memiliki Kartu Identitas Anak (KIA). Meski blangko KIA terbatas, namun pelayanan tetap digulirkan.

Kepala Bidang Pendataan dan Pendaftaran Penduduk Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cimahi Ade Hidasyah mengatakan, terdapat sekitar 156.000 anak yang berhak memiliki KIA. "Dari tahun 2016, sudah ada 75 ribu yang terlayani KIA, dari total 156 ribu. Jadi yang belum terlayani masih 81 ribu anak," ujarnya, Jumat,2 Agustus 2019. 

KIA merupakan program pemerintah pusat yang diperuntukan bagi anak dibawah 17 tahun atau usia 0-16 tahun. Kota Cimahi termasuk daerah percontohan, selain 52 daerah lainnya di Indonesia. 

Ade mengklaim, pihaknya menargetkan pencetakan KIA bisa mencapai 25.000 keping setiap tahunnya. Salah satu upaya menggenjot pencetakan diantaranya melalui program three in one (3 in 1). 

"Pengajuan dokumen kependudukan mendapat tiga dokumen kependudukan yaitu mengurus akta kelahiran akan mendapatkan akta kelahiran, kartu keluarga dan KIA dan mengurus pindah datang mendapat surat pindah datang, kartu keluarga dan KIA. Selain itu kita juga sering menerima permohonan pembuatan KIA dari sekolah," terang Ade. 

Perihal ketersediaan blanko KIA, lanjut Ade, diakuinya memang terbatas. Meski demikian, minimnya blanko KIA tidak akan membuat resah masyarakat, beda hal dengan terbatasnya blanko Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el).  "Blanko KIA tidak aman, terbatas juga. Keperluannya 25.000 keping. Mudah-mudahan masyarakat bisa segera terlayani," tuturnya.

Kepala Disdukcapil Kota Cimahi, M Suryadi mengatakan, pihaknya terus berupaya agar proses pembuatan KIA segera terealisasi sepenuhnya. "Kita siap membuatkan KIA bagi semua anak-anak di Kota Cimahi, asal persyaratan lengkap," katanya.

Pembuatan KIA dengan syarat yang lengkap bisa selesai dalam waktu sehari. Syaratnya akta kelahiran dan fotokopi Kartu Keluarga (KK). Sementara bagi anak yang belum memiliki akta kelahiran, akan dilayani melalui program 3 in 1. "Untuk anak usia bawah lima tahun, tidak perlu memakai foto. Kalau enam tahun ke atas, menggunakan foto. Bahkan kita sediakan alat fotonya," jelasnya.

Suryadi menyebutkan, KIA diperlukan untuk mempertegas status identitas anak yang memiliki hak konstitusional sebagai Warga Negara Indonesia sejak dini. "Sesuai amanat pemerintah pusat, ini bagian dari layanan kependudukan kepada masyarakat tak terkecuali anak-anak," tandasnya.***

Bagikan: