Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya cerah, 31.1 ° C

Daripada Ada Korban, Kapolres Sarankan Tangkubanparahu Kembali Ditutup

Dewiyatini
KAPOLRES Subang, Muhammad Joni.*/DEWIYATINI/PR
KAPOLRES Subang, Muhammad Joni.*/DEWIYATINI/PR

NGAMPRAH,(PR).- Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Subang, AKBP Muhammad Joni mengimbau TWA Tangkubanparahu ditutup hingga batas waktu yang belum ditentukan. Meskipun abu vulkanik kembali turun ke kawah setelah erupsi, lebih aman jika lokasi wisata alam itu ditutup.

Setelah erupsi pertama, pada Jumat (26/7/2019), TWA Tangkubanparahu ditutup. Baru pada Kamis (1/8/2019) kembali dibuka.

"Memang sejak kemarin kembali erupsi dan tidak sebesar pekan sebelumnya. Ditambah lagi tidak ada hembusan angin sehingga abu balik lagi ke kawah," kata Joni ketika mengecek ke pos pengamatan Gunung Tangkubanparahu, Jumat 2 Agustus 2019.

Kondisi tersebut tidak berarti TWA Tangkubanparahu aman dikunjungi. Joni mengatakan alam tidak dapat diprediksi. Sama seperti erupsi yang terjadi secara fluktuatif.

"Daripada menimbulkan korban, lebih aman ditutup dulu," ucapnya. 

Selain melarang adanya aktivitas dalam radius 500 meter dari kawah, Joni juga mengaku telah menyiapkan anggotanya untuk siap siaga menghadapi berbagai kemungkinan termasuk mengevakuasi warga. Wilayah terdekat di Kab. Subang dengan TWA Tangkubanparahu telah diinformasikan untuk waspada.

Pusat Vulkanologi Metereologi dan Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi menaikkan status Gunung Tangkubanparahu dari level I (normal) menjadi level II (waspada) padai pukul 8.00 WIB, Jumat (2/8/2019). Hal itu ditetapkan setelah pemantauan dan pengamatan yang dilakukan dalam sepekan terakhir. 

Pada hari Kamis (1/8/2019), pukul 20:46 WIB tercatat tinggi kolom abu teramati ± 180 m dari dasar kawah (± 2284 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu condong kearah utara dan timur laut.***

Bagikan: