Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya cerah, 27.9 ° C

Dana ZIS dari ASN Cimahi Bisa Entaskan Kemiskinan

Ririn Nur Febriani
null
null

CIMAHI, (PR).- Dana zakat, Infaq dan sedekah dari jajaran Aparatur Sipil Negara( ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Cimahi perlu ditingkatkan. Hal itu dapat berkontribusi dalam upaya pengentasan masalah kemiskinan serta pemberdayaan masyarakat Kota Cimahi.

Demikian diungkapkan Walikota Cimahi Ajay M. Priatna, Jumat, 2 Agustus 2019. “Potensi ZIS dari ASN cukup besar namun belum maksimal. Oleh karenanya kami mengeluarkan peraturan walikota sehingga kenaikannya bisa cukup signifikan agar bisa membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Menurut Ajay, potensi zakat dari  Pemkot Cimahi dalam setahun potensinya mencapai hingga Rp 10 milyar. Namun, yang bisa dipungut   baru sekitar sepuluh persen.
“Itu belum optimal, kami akan terus meminta teman-teman untuk menyalurkan zakatnya melalui Baznas Cimahi. Penyalurannya bisa sangat membantu pemberdayaan masyarakat hingga turut memberantas kemiskinan,” jelasnya.

Ajay menyebutkan, pihaknya selalu berdiskusi dengan Baznas Cimahi agar programnya bisa mengena dan transparan. "Ada pelaporannya, setiap 3 bulan sekali untuk pelaporan dari uang masuk dan uang keluarnya. Audit juga akan dilakukan,” tandasnya.

Salah satu penyaluran dana ZIS yang dikelola Baznas Kota Cimahi diantaranya bantuan bea siswa kepada 8 mahasiswa kurang mampu. Bantuan bea siswa tersebut diberikan kepada mahasiswa warga Kota Cimahi dari berbagai perguruan tinggi untuk membayar biaya SPP semester ini.

Ketua Baznas Kota Cimahi KH Ase Hilman Mubaroq menjelaskan,  penyaluran dana beasiswa kepada mahasiswa tersebut sudah memenuhi kaidah syariah. “Mereka yang mengajukan proposal sudah melalui uji kelayakan dan petugas melakukan pengecekan langsung ke rumah untuk memastikan mereka layak dibantu Baznas. Mereka termasuk golongan masyarakat yang perlu dibantu, menurut saya tepat karena dapat mendukung pendidikan mereka," ujarnya.

Selain beasiswa tersebut, dana ZIS juga disalurkan kepada warga kurang mampu sebanyak 6 orang tiap RW. Dana terbesar diserap oleh Kelurahan Melong dengan 36 RW sebanyak mencapai Rp 130 juta rupiah setahun. "Dengan besaran Rp 150.000 perorang, 3 kali dalam setahun,” ungkapnya.

Pemasukan Zakat ke Baznas rata-rata setiap bulannya mencapai Rp 225 juta. "Namun dananya itu tidak mengendap dalam arti terus berputar setiap bulannya dan disalurkan ke masyarakat," jelasnya.

Aula Irhamna Muliadi Razak (20) mahasiswa FMIPA jurusan Statistika Unpad mengaku bersyukur mendapat bantuan tersebut karena bisa meringankan beban orangtua.
“Uang ini akan dipakai bayar biaya kuliah semester 7 . Saya mengucapkan terima kasih kepada Baznas karena sudah membantu saya dan teman-teman hingga biaya pendidikan bisa terpenuhi. Keluarga kurang mampu sehingga kami waswas tidak bisa meneruskan kuliah karena terganjal biaya,”ujarnya.

Hal itu, kata Razak, menjadi motivasi untuknya bisa segera menyelesaikan kuliahnya sehingga bekerja dan mengabdi kepada masyarakat. "Mudah-mudahan bisa menamatkan studi ini dan bisa berbagi kepada masyarakat," tuturnya.***

Bagikan: