Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Langit umumnya cerah, 26.2 ° C

Aa Umbara Imbau Warga Gunakan Besek untuk Mengemas Daging Kurban

Cecep Wijaya Sari
ILUSTRASI pedagang besek kebanjiran pesanan.*/TATI PURNAWATI/KC
ILUSTRASI pedagang besek kebanjiran pesanan.*/TATI PURNAWATI/KC

NGAMPRAH, (PR).- Para panitia kurban Iduladha 2019 di Kabupaten Bandung Barat diimbau agar menggunakan besek sebagai pengganti kantong plastik untuk membungkus daging kurban. Selain ramah lingkungan, penggunaan besek dinilai lebih aman bagi kesehatan.

Bupati Bandung Aa Umbara Sutisna mengatakan, penggunaan besek juga sesuai dengan arahan Gubernur Jabar Ridwan Kamil. "Sesuai arahan Pak Gubernur juga, saya mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan kantong plastik untuk membungkus daging kurban," tuturnya, Jumat, 2 Agustus 2019.

Menurut Umbara, bagi warga Bandung Barat, tidak sulit untuk mendapatkan besek atau anyaman bambu yang biasa digunakan sebagai wadah makanan. Sebab, beberapa daerah di Bandung Barat masih memproduksi kerajinan tersebut bahkan menjadi ciri khas daerah.

Selain soal kemasan, Umbara juga mengimbau agar panitia kurban melaksanakan penyembelihan hewan kurban sesuai dengan syariat Islam dan kaidah-kaidah keilmuan kesehatan. Hal itu untuk memastikan agar hewan kurban layak, sehat, utuh, dan aman dikonsumsi. "Penyembelihan hewan kurban harus sesuai dengan syariat Islam agar terjamin kehalalannya. Dan tentunya, para panitia kurban sudah paham hal ini," katanya.

Periksa kesehatan hewan kurban

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bandung Barat Undang Husni Thamrin menambahkan, menjelang Iduladha tahun ini lalu lintas hewan ternak di Kabupaten Bandung Barat mulai meningkat akibat tingginya kebutuhan masyarakat terhadap hewan kurban. Untuk mengantisipasi penyakit hewan, pihaknya mengerahkan sejumlah petugas untuk memeriksa kesehatan hewan kurban.

“Kami waspadai penyakit hewan ini dengan melakukan pemeriksaan ke setiap penjualan atau lapak. Jadi,  masyarakat akan dengan mudah mendapatkan hewan yang layak dikonsumsi saat berkurban nanti,” tuturnya.

Untuk memastikan kesehatan hewan kurban, Dispernakan Bandung Barat menurunkan 70 petugas untuk memeriksa hewan kurban di 340 lapak. Sejumlah petugas ini juga dibantu 16 orang dari Fakultas Kedokteran Hewan Unpad serta 8 dokter hewan dari Rumah Sakit Hewan Pemprov Jabar. Rencananya, sejumlah petugas ini akan turun ke lapangan mulai 4-13 Agustus nanti.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan pada Dispernakan Bandung Barat Wiwin Aprianti sebelumnya mengungkapkan, ada beberapa tips bagi masyarakat yang ingin memilih hewan kurban. Di antaranya, yaitu cukup umur, yakni 2 tahun untuk sapi dan kerbau serta  1 tahun untuk kambing dan domba. Hal itu  bisa dilihat dari tumbuhnya sepasang gigi tetap pada hewan tersebut.

Selain itu, hewan kurban harus dalam kondisi sehat, ditandai dengan mata cerah dan tidak belekan, bulu  bersih, cermin hidung basah dan bersih, gerakan lincah, nafsu makan tinggi, dan tidak kurus. “Selanjutnya, pastikan hewan itu tidak cacat dengan melihat testis utuh dan ada sepasang, daun telinga utuh, tanduk tidak patah, kaki tidak pincang, dan tidak buta,” ujarnya.***

Bagikan: