Pikiran Rakyat
USD Jual 13.896,00 Beli 13.994,00 | Sedikit awan, 20.4 ° C

Tangkubanparahu Dibuka Lagi, Aktivitas Pariwisata Kembali Menggeliat

Hendro Susilo Husodo
WISATAWAN melakukan swafoto di bibir kawah ratu, Gunung Tangkubanparahu, Kamis, 1 Agustus 2019.  Sempat tutup selama hampir sepekan setelah terjadi erupsi, aktivitas pariwisata di Taman Wisata Alam Gunung Tangkubanparahu mulai menggeliat kembali.*/HENDRO HUSODO/PR
WISATAWAN melakukan swafoto di bibir kawah ratu, Gunung Tangkubanparahu, Kamis, 1 Agustus 2019. Sempat tutup selama hampir sepekan setelah terjadi erupsi, aktivitas pariwisata di Taman Wisata Alam Gunung Tangkubanparahu mulai menggeliat kembali.*/HENDRO HUSODO/PR

NGAMPRAH, (PR).- Sempat tutup selama hampir sepekan setelah terjadi erupsi, aktivitas pariwisata di Taman Wisata Alam Gunung Tangkubanparahu mulai menggeliat kembali pada Kamis, 1 Agustus 2019. Sejumlah pedagang sudah berdagang lagi, wisatawan pun telah berdatangan.

Pengelola TWA Gunung Tangkubanparahu, Putra Kaban bersyukur bahwa wisatawan sudah boleh datang ke Tangkubanparahu. Pasalnya, aktivitas pariwisata di Tangkubanparahu turut diandalkan oleh ribuan pedagang. Dibuka sejak pukul 07.30 WIB, wisatawan dari dalam dan luar negeri sudah mulai berdatangan.

"Kalau hari ini yang datang kebanyakan dari mancanegara. Dari nusantara juga lumayan, tadi satu bus sudah masuk. Setiap pengunjung yang masuk kami berikan sosialisasi," kata Kaban di gerbang masuk TWA Gunung Tangkubanparahu, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis, 1 Agustus 2019.

Menurut dia, pengelola telah memasang berbagai rambu peringatan bahaya erupsi maupun jalur evakuasi. Setiap saat, lanjut dia, pengelola pun berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

"Kondisi saat ini aman, terlihat dari alat seismograf. Sampai siang ini saja, kami sudah empat kali mengecek," ujarnya.

Seorang pedagang di TWA Gunung Tangkubanparahu, Tiwi Pertiwi berharap agar kunjungan wisatawan dapat secepatnya normal kembali. Selama hampir seminggu tidak jualan, dia mengaku kehilangan pendapatan sekitar Rp 2 juta.

"Ya, saya bersyukur bisa berdagang lagi. Selama kemarin tutup, saya cuma di rumah. Sekarang mulai jualan lagi, sambil bersihkan barang-barang yang masih kotor terkena abu," kata pedagang cinderamata rajutan asal Desa Cikole, Lembang itu.

Suasana Gunung Tangkubanparahu, Kamis, 1 Agustus 2019.  Sempat tutup selama hampir sepekan setelah terjadi erupsi, aktivitas pariwisata di Taman Wisata Alam Gunung Tangkubanparahu mulai menggeliat kembali.*/HENDRO HUSODO/PR

Pedagang yang lain, Rukmaya mengatakan, setelah erupsi abu yang menempel di kiosnya mencapai setebal 3 centimeter. Meski begitu, dia mengaku tidak ada barang yang rusak. Pembersihan kios, kata dia, dilakukan secara gotong royong dengan teman-temannya.

"Tiap hari ada yang bantu bersihkan. Soalnya, yang di lantai saja abunya sampai setebal 8 centimeter. Barang-barang sih enggak ada yang rusak, cuma abu yang masuk ke dalam kios," kata Rukmay, pedagang pakaian.

Seorang wisatawan, Erwin Mawardi mengaku sengaja datang ke Gunung Tangkubanparahu karena ingin melihat kondisi gunung tersebut pascaerupsi. Bersama seorang temannya, dia datang ke Tangkubanparahu dari Aceh, sekalian berlibur di sekitar Bandung. 

"Sebenarnya sih saya ke sini karena penasaran. Kemarin sudah ke sini, tapi sempatnya masih tutup. Akhirnya saya menginap di hotel di sekitar sini. Sekarang bisa masuk ke sini, senang sih. Bagus pemandangannya," katanya. 

Wisatawan asal Jakarta, Jaka Rukmantara juga mengaku sengaja datang ke Tangkubanparahu bersama seorang temannya untuk melihat kondisinya pascaerupsi. Dia mengaku tidak khawatir dengan potensi erupsi susulan di gunung tersebut.

"Tujuan kami ke sini ingin lihat situasi. Namanya gunung sakit, harus dibesuk. Terus sejauh mana tanggapan masyarakat, pemerintah, dan pengelola dalam membenahi situasi di sini. Sepengamatan saya di sini, kondisinya cukup baik," kata Jaka, yang mengaku aktivis lingkungan.***

Bagikan: