Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Langit umumnya cerah, 21.1 ° C

Rumah Pribadi Iwa Karniwa Digeledah KPK

Ririn Nur Febriani
PENYIDIK KPK menggeledah kediaman pribadi Sekda Jawa Barat Iwa Karniwa di Kompleks Fadjar Raya Blok E No. 1 Jalan Jati Serut, Kota Cimahi, Kamis, 1 Agustus 2019, dan membawa beberapa barang bukti setelah pemeriksaan selama satu jam. Tim KPK yang mengenakan pakaian batik tiba di lokasi sekitar pukul 9.30 WIB. Saat kedatangan, kediaman tersebut dalam kondisi terkunci dan tidak ada penghuni.*/HARRY SURJANA/PR
PENYIDIK KPK menggeledah kediaman pribadi Sekda Jawa Barat Iwa Karniwa di Kompleks Fadjar Raya Blok E No. 1 Jalan Jati Serut, Kota Cimahi, Kamis, 1 Agustus 2019, dan membawa beberapa barang bukti setelah pemeriksaan selama satu jam. Tim KPK yang mengenakan pakaian batik tiba di lokasi sekitar pukul 9.30 WIB. Saat kedatangan, kediaman tersebut dalam kondisi terkunci dan tidak ada penghuni.*/HARRY SURJANA/PR

CIMAHI, (PR).- Setelah penggeledahan ruang kerja Sekretaris Daerah Jawa Barat, Iwa Karniwa, serta ruang Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Jawa Barat pada Rabu, 31 Juli 2019, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyambangi rumah pribadi Iwa, Kamis, 1 Agustus 2019. Mereka menggeledah rumah tersebut dalam upaya pencarian barang bukti.

Kediaman Iwa berada di Kompleks Fadjar Raya Blok E No. 1 Jalan Jati Serut, Kota Cimahi. Lokasi rumahnya berada di bagian belakang kompleks sehingga jarang dilintasi masyarakat lain.

Informasi yang dihimpun “PR” di lapangan, tim KPK yang mengenakan pakaian batik tiba di lokasi sekitar pukul 9.30 WIB. Saat kedatangan, kediaman tersebut dalam kondisi terkunci dan tidak ada penghuni.

Penyidik kemudian berkoordinasi dengan ajudan Iwa di Gedung Sate. Setelah beberapa lama, akhirnya ajudan tiba dan menyerahkan kunci sehingga kediaman Iwa bisa dimasuki petugas KPK.

Saat penggeledahan, tim KPK didampingi dua orang personel kepolisian dengan senjata lengkap. Pengurus wilayah setempat juga turut serta menyaksikan.

PENYIDIK KPK menggeledah kediaman pribadi Sekda Jawa Barat Iwa Karniwa di Kompleks Fadjar Raya Blok E No. 1 Jalan Jati Serut, Kota Cimahi, Kamis, 1 Agustus 2019, dan membawa beberapa barang bukti setelah pemeriksaan selama satu jam. Tim KPK menggeledah dengan didampingi dua aparat kepolisian bersenjata lengkap.*/HARRY SURJANA/PR

Petugas KPK menggeledah rumah Iwa Karniwa selama satu jam

Menurut petugas keamanan setempat, Maman (45), tim KPK tiba sekitar pukul 9.35 WIB. "Ada sekitar 11 orang beserta sopir dan dua orang polisi. Mereka pakai kendaraan Kijang Innova warna silver. Dari pengurus juga ada yang ikut lihat ke dalam," ujarnya.

Menurut Maman, semula rumah tersebut tak bisa diakses karena bagian gerbang terkunci. "Itu kan rumahnya kosong, enggak ada siapa-siapa. Mereka nelefon ajudan terus datang antar kunci," ucapnya.

Maman mengatakan, pemeriksaan kediaman Iwa itu hanya berlangsung satu jam. Saat para penyidik KPK keluar, dia menyaksikan  petugas membawa dua buah koper.

"Yang dibawa ada koper sekitar 2 buah, pas masuk juga dibawa mungkin sebelumnya kosong. Kayaknya untuk wadah berkas," ungkapnya.

Meski menyaksikan langsung, Maman mengaku tak bisa mengabadikan kegiatan KPK lewat foto. Penyidik KPK pun melarang ketika ia ingin memotret warga sekitar.

Dia mengatakan sebelumnya tidak tahu akan kedatangan tim KPK ke kediaman Iwa tersebut. "Kurang tahu, tiba-tiba datang. Saya tanya juga enggak kasih identitas, hanya bilang dari KPK. Mungkin saya kan bagian piket pagi jadi enggak tahu kalau sebelumnya atau ke pengurus RT/RW," imbuhnya.

SEKDA Jabar, Iwa Karniwa.*/DOK. HUMAS PEMPROV JABAR

KPK masih bungkam mengenai barang yang dicari atau ditemukan di rumah Iwa Karniwa

Sementara itu, Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, penggeledahan rumah Iwa dilakukan menyusul penggeledahan di dua lokasi kemarin. Melalui keterangan yang didapatkan wartawan via pesan singkat, Febri menyatakan belum bisa berkomentar lebih lanjut mengenai barang bukti yang hendak dicari di kediaman pribadi Iwa. Ia meminta masyarakat bersabar menanti penggeledahan rampung.

Penggeledahan tersebut dilakukan setelah KPK menetapkan Iwa Karniwa sebagai tersangka kasus suap proyek Meikarta di Bekasi. Ia diduga menerima suap senilai Rp900 juta pada tahun 2017.

Perbuatannya itu diduga melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Selain Iwa, KPK juga menetapkan mantan Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Bartholomeus Toto sebagai tersangka karena diduga memberikan uang Rp10,5 miliar kepada Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin untuk mengurus sejumlah perizinan.

Penetapan tersangka merupakan pengembangan kasus suap hasil operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK pada tanggal 14-15 Oktober 2018. Dalam operasi itu, KPK menjerat sembilan orang dari unsur kepala daerah dan pejabat di Kabupaten Bekasi hingga pihak swasta.***

Bagikan: