Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian berawan, 22.1 ° C

KPK Amankan Dua Koper Berkas dari Rumah Dinas Iwa Karniwa

Mochammad Iqbal Maulud
PENYIDIK Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat melakukan penggeledahan di rumah dinas Sekda Jabar non aktif, Iwa Karniwa di Jalan Ariajipang, Kota Bandung, Kamis, 1 Agustus 2019. KPK terus mengumpulkan bukti-bukti usai menetapkan Iwa Karniwa sebagai tersangka dugaan suap perizinan proyek Meikarta.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR
PENYIDIK Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat melakukan penggeledahan di rumah dinas Sekda Jabar non aktif, Iwa Karniwa di Jalan Ariajipang, Kota Bandung, Kamis, 1 Agustus 2019. KPK terus mengumpulkan bukti-bukti usai menetapkan Iwa Karniwa sebagai tersangka dugaan suap perizinan proyek Meikarta.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR

BANDUNG, (PR).- Sebanyak dua buah koper berisi berkas-berkas dibawa oleh anggota KPK dari rumah dinas Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa. Tepatnya di Jalan ‎Ariajipang, Kota Bandung pada Kamis 1 Agustus 2019.

Rombongan anggota KPK ini keluar dari rumah dinas sekira pukul 16.10 WIB. Adapun rombongan ini diketahui datang ke rumah dinas I‎wa sekira pukul 14.10 WIB dengan menggunakan dua buah mobil jenis Toyota Kijang Innova berwarna silver.

"Tadi datang jam 2 lewat lah, dibukain satpam dua orang habis itu baru keluar lagi barusan jam 4 lewat juga. Kurang jelas di dalam mobilnya ada siapa saja karena kaca film mobilnya cukup gelap," kata salah seorang pedagang kaki lima di lokasi yang enggan disebutkan namanya, tepatnya pada Kamis 1 Agustus 2019.

Sekira pukul 14.10 WB rombongan akhirnya mengambil berkas-berkas dan meninggalkan lokasi rumah dinas tersebut.‎

Sebelumnya diketahui, dalam pengembangan kasus suap Meikarta, KPK pada Senin 29 Juli 2019 kembali menetapkan dua tersangka yaitu Iwa Karniwa dan mantan Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Bartholomeus Toto.

Kasus Meikarta berawal dari kegiatan tangkap tangan pada 14 dan 15 Oktober 2018. KPK menetapkan 9 tersangka dari unsur kepala daerah, pejabat di pemkab Bekasi, dan pihak swasta.

Kesembilan orang tersebut sudah divonis yaitu
1. Bekas Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin divonis 6 tahun penjara
2. Bekas Kepala Dinas PUPR Pemkab Bekasi Jamaludin divonis 4,5 tahun penjara
3. Bekas Kepala PMPTSP Pemkab Bekasi Dewi Tisnawati divonis 4,5 tahun penjara
4. Bekas Kepala Dinas Damkar Pemkab Bekasi Sahat Maju Banjarnahor divonis 4,5 tahun penjara
5. Bekas Kepala Bidang Penataan ruang Dinas PUPR Neneng Rahmi Nurlaili divonis 4,5 tahun penjara
6. Bekas Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro divonis 3,5 tahun penjara
7. Henry Jasmen P Sitohan divonis 3 tahun penjara
8. Fitradjaja Purnama divonis 1,5 tahun penjara
9. Taryudi divonis 1,5 tahun penjara.***

Bagikan: