Pikiran Rakyat
USD Jual 13.986,00 Beli 14.084,00 | Umumnya cerah, 33 ° C

BPJS Tambahkan Layanan Cuci Darah

Tim Pikiran Rakyat
CUCI darah/DOK. PR
CUCI darah/DOK. PR

BANDUNG, (PR).- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) menambahkan layanan untuk hemodialisis (penderita gagal ginjal memerlukan cuci darah). Penderita penyakit tersebut harus diberikan pelayanan yang khusus. 

Memulai pelayanan tersebut BPJS berkerja sama Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tersebut dengan Hemolife Klinik Hemodialisis untuk melayani pasien di wilayah Bandung.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bandung M. Cucu Zakaria mengatakan, mulai 1 Agustus ini penderita hemodialisis yang mendapatkan layanan JKN bisa berobat di klinik tersebut.

"Pelayanan yang diberikan pun dipastikan sama dengan pasien jalur mandiri. Mekanismenya juga sama," kata Cucu saat melakukan kerja sama dengan Hemolife klinik Hemodialisis, Rabu,31 Juli 2019. 

PERESMIAN Hemolife klinik Hemodialisis di Jalan AH Nasution, Ujungberung, Kota Bandung, Rabu 31 Juli 2019.*/DOK. PR

Cucu menuturkan, kerja sama terkait pelayanan hemodialisa ini merupakan yang kedua di wilayah Bandung Raya. Perluasan layanan ini sangat diperlukan mengingat jumlah penderita hemodialisis yang jumlahnya terus bertambah.

Berdasarkan informasi yang diperolehnya, jumlah warga yang harus rutin melakukan cuci darah terus meningkat hingga 18 ribu setiap tahunnya. Terlebih, banyak penderita hemodialisis yang berasal dari kalangan kurang mampu.

"Cuci darah kalau enggak dibiayai BPJS, saya pernah dapat informasi sekitar Rp 800 ribu sampai Rp1,5 juta sekali cuci darah. Tergantung rumah sakitnya," kata dia.

Meski dipastikan akan menyedot biaya yang besar, dia memastikan hal ini bukan persoalan bagi BPJS Kesehatan. Lanjut dia tujuannya agar semakin banyak pelayanan kesehatan yang bisa diberikan.

Memudahkan warga

Dengan hadirnya pelayanan BPJS Kesehatan di Hemolife Klinik Hemodialisa, dia berharap akan memudahkan warga Bandung khususnya di wilayah timur yang memerlukan layanan cuci darah. 

"Kalau melihat keterbatasan, orang-orang yang memerlukan jangan harus (cuci darah) ke (rumah sakit) kota. Apalagi Bandung kan macet," katanya.

Di tempat yang sama, Direktur Utama Hemolife Klinik Hemodialisis Suriyanto merasa bersyukur bisa bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Melalui kerjasama ini dia berharap akan semakin banyak penderita hemodialisis yang bisa terlayani.

Saat ini, pihaknya memiliki lima mesin pencuci darah yang siap digunakan setiap hari. Dengan jumlah tersebut, dalam setiap pekan diprediksi mampu melayani hingga 15 pasien.

"Itu kalau satu shift. Kita siap melayani dua shift, sesuai permintaan, jadi sekitar 30 pasien per minggu," ujar dia.

Untuk penderita yang ingin berobat, pihaknya menerapkan mekanisme yang sama yakni harus memiliki rujukan. "Kita mengikuti prosedur yang ditetapkan JKN. Pasien harus mendapat rujukan. Kecuali yang mendadak, emergensi, bisa tanpa rujukan," ucapnya.

Lebih lanjut, pihaknya tidak khawatir adanya persoalan dalam pembayaran dari BPJS Kesehatan. Meski setiap tahunnya selalu defisit, Suriyanto menilai positif kinerja penyelenggara JKN tersebut.

"Peran BPJS sangat luar biasa dalam berkontribusi untuk kesehatan masyarakat. Kalau ada keterlambatan, saya rasa wajar. Saat ini BPJS Kesehatan telah bekerjasama dengan perbankan untuk memperlancar pembayaran ke rumah sakit," tutur dia.***

Bagikan: