Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Sebagian cerah, 28.2 ° C

Aniaya Korban Hingga Meninggal Tiga Pemuda di Bandung Kulon Diancam Hukuman Berat

Mochammad Iqbal Maulud
TIGA orang pelaku penganiayaan yang menyebabkan Agus Malik (21) meninggal dunia terdiri dari pelaku SR (21) alias Koang, RM (22) alias Butong dan FN (22) alias Cacing‎ saat diperlihatkan kepada awak media di Mapolsekta Bandung Kulon, Jalan Syahbandar, Kota Bandung pada Selasa 30 Juli 2019.*/MUHAMMAD IQBAL MAULUD/PR
TIGA orang pelaku penganiayaan yang menyebabkan Agus Malik (21) meninggal dunia terdiri dari pelaku SR (21) alias Koang, RM (22) alias Butong dan FN (22) alias Cacing‎ saat diperlihatkan kepada awak media di Mapolsekta Bandung Kulon, Jalan Syahbandar, Kota Bandung pada Selasa 30 Juli 2019.*/MUHAMMAD IQBAL MAULUD/PR

BANDUNG, (PR).- Tiga orang pemuda berusia 20 tahunan tega membunuh seorang pria atas nama Agus Malik (21) dan memukuli dengan brutal Muhamad Awaludin Suryadi (22) hingga lebam sekujur bagian mukanya. Akibatnya tiga orang pemuda itu terancam hukuman berat di atas 6 tahun.

Kapolsekta Bandung Kulon, Komisaris Polisi Sudewo didampingi Kanitreskrim Ajun Komisaris Polisi Asep Wahyudin membenarkan hal ini. Menurut Sudewo pada tanggal 28 Juli 2019 korban yang masih selamat Muhamad Awaludin Suryadi alias Adi melaporkan kejadian ini ke Polsekta Bandung Kulon.

"Korban Adi saat melaporkan pun masih banyak memiliki luka memar di wajahnya, lalu Unit Reskrim Polsekta Bandung Kulon dibantu Satreskrim Polrestabes Bandung lakukan pengejaran kepada para pelaku. Hanya dalam hitungan jam para pelaku bisa diamankan," kata Sudewo, di Mapolsekta Bandung Kulon, di Jalan Syahbandar, Kota Bandung pada Selasa 30 Juli 2019.

Sudewo menjelaskan para pelaku ini bisa melakukan hal tersebut dikarenakan pengaruh minuman keras. Padahal antara para korban dan pelaku hanya terlibat cekcok kecil akibat para pelaku kebut-kebutan dan ditegur oleh para korban.

"Kejadiannya tepatnya di Jalan Paralon, Kelurahan Cigondewah, Kecamatan Bandung Kulon pada Sabtu 27 Juli 2019 sekira pukul 23.00 WIB. Saat itu para korban sedang nongkrong di lokasi tiba-tiba datang pelaku yang datang ke sekitar lokasi dalam keadaan mabuk. Tak terima ditegur karena kebut-kebutan pelaku secara membabi buta menyerang korban," ucapnya.

Saat itu lanjut Sudewo, saksi Rian, saksi sekaligus korban Awaludin, dan korban meninggal Agus langsung diserang oleh pelaku SR (21) alias Koang. SR tidak sendiri dia ditemani oleh RM (22) alias Butong dan FN (22) alias Cacing. "Tiba-tiba saja Koang langsung menyerang korban Agus dan terjadi perkelahian, sedangkan tersangka Butong dan Cacing memukul saksi Awaludin dengan menggunakan pot bunga dan helm," katanya.

Melihat kejadian tersebut, Rian pergi ke luar gang untuk mencari bantuan untuk melerai namun tidak menemukan. Ketika kembali ke lokasi kejadian korban Agus didapati sudah tergeletak di Jalan. "Korban mengalami luka sayatan di leher, dan bekas tusukan senjata tajam di perut serta dada sebelah kanan," kata Sudewo.

Korban Agus kemudian dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tak bisa di selamatkan. sedang rekannya Adi mengalami luka-luka. "Pada saat dalam perjalanan korban agus masih bisa bicara, korban menjawab bahwa lukanya tak terasa, namun akhirnya meninggal di RS Cimahi," katanya.

Polisi yang mendapatkan laporan itu kemudian melakukan olah TKP, setelah diketahui identitas pelaku langsung melakukan pengejaran. "Para pelaku bisa diamankan berkat kerjasama jajaran Bandung Kulon dan Polrestabes Bandung dalam waktu kurang dari 24 jam," katanya.

Adapun motif penusukan ini menurut Sudewo lantaran perselisihan antara pelaku yang saat itu dibawah pengaruh minuman alkohol. "Kelihatannya perselisihan anak nongkrong," katanya.

Selain mengamankan ketiga tersangka, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa satu buah kaleng, kendaraan roda dua, pakaian korban, jam tangan, sandal jepit, pot bunga, kaca helm, dan dompet milik korban.

Atas perbuatanya para pelaku dijerat pasal 338 juncto 351 ayat 3 dan Pasal 170 juncto 351 KUH pidana. Namun penerapan pasal ini berbeda-beda antara pelaku, Pelaku‎ SR alias Koang karena sebagai eksekutor karena menusukkan pisau ke dada Agus hingga korban meninggal, diancam hukuman 15 tahun penjara.

Sementara‎ RM dan FN yang melakukan penganiayaan pada korban Awaludin diancam hukuman di atas 7 tahun penjara. Meski FN juga berperan dalam melakukan penganiayaan terhadap korban Agus dengan memukul korban dengan pot kaleng dan helm.

Oleh karena itu Sudewo mengimbau kepada masyarakat khususnya di wilayah hukum Polsekta Bandung Kulon untuk menjauhi minuman keras. "Kami terus lakukan operasi peredaran miras ini diharapkan peredaran miras yang bisa berakibat fatal ini bisa berkurang bahkan hilang," katanya.***

Bagikan: