Pikiran Rakyat
USD Jual 14.099,00 Beli 14.197,00 | Cerah berawan, 20.7 ° C

Dampak Musim Kemarau, Warga Antre Air Bersih

Tim Pikiran Rakyat
PULUHAN warga harus antre mendapatkan pembagian air bersih.*/ENGKOS KOSASIH/GALAMEDIA
PULUHAN warga harus antre mendapatkan pembagian air bersih.*/ENGKOS KOSASIH/GALAMEDIA

SOREANHG, (PR).- Puluhan warga terlihat antusias mengambil air bersih yang didistribusikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kahupaten Bandung ke Kampung Ramcakendal Desa Tangsimekar Kecamatan Paseh Kabupaten Bandung, Senin 29 Juli 2019. 

Warga yang mengalami kesulitan air bersih terlihat antre sambil membawa perkakas dapur untuk menampung dan mengangkut air bersih. Masing-masing warga terlihat membawa ember untuk menampung air bersih yang disalurkan dari tangki yang berisi ribuan liter tersebut. 

Untuk menditribusikan air bersih tersebut, jajaran Satuan Polisi Pamong Praja siaga 7A dan Linmas Siaga Kecamatan Solokanjeruk, Paseh, Ibun dan Majalaya terlihat membantu pendistribusian air bersih tersebut. 

Kepala Unit Satpol PP Kecamatan Paseh Asep King terjun langsung ke lapangan dan membantu menyalurkan air bersih untuk kepentingan masyarakat sekitar. Selain di Desa Tangsimekar, penyaluran air bersih serupa kepada masyarakat di Desa Sukamanah Kecamatan Paseh pada hari yang sama. 

Koordinator Lapangan Satpol PP Kabupaten Bandung Siaga 7 Majalaya Maman Suparman mengatakan, sebelum tangki air bersih datang untuk mendistribusikan air bersih, sejumlah warga sudah menunggu di lokasi. 

"Karena sebelumnya, warga sudah diberikan informasi oleh Satpol PP dan pemerintahan setempat bakal ada pendistribusian air bersih dari BPBD untuk masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih dampak musim kemarau ini," kata Maman kepada wartawan Galamedia, Engkos Kosasih di lokasi pendistribusian air bersih Desa Tangsimekar. 

Secara merata

Mendapat informasi itu, kata Maman, warga bergegas membawa tempat penampuangan air bersih berupa ember dan sejenisnya. 

"Dengan adanya pendistribusian air bersih itu, warga sekitar sangat terbantu. Pasalnya, warga sudah mengalami kesulitan air bersih dampak kekeringan dan musim kemarau  tersebut," kata Maman.

Menurutnya, pendistribusian air bersih itu dibagikan secara merata kepada masyarakat yang menbutuhkan air bersih. Khususnya, di lokasi pendistribusian air bersih yang sebelumnya merupakan usulan dari pemerintahan setempat ke BPBD.
 
"Ini sebagai bentuk respon pemerintah terhadap masyarakat yang membutuhkan air bersih karena sumur warga mulai kering. Walaupun sumur warga masih ada isi airnya, sudah tak bersih karena dampak musim kemarau," katanya.

Ai Neni salah seorang warga yang mengambil air bersih di Desa Tangsimekar mengaku senang, setelah pemerintah mendistribusikan air bersih. "Alhamdulillah, air bersih ini bisa digunakan untuk memasak dan minum sehari-hari," kata Neni.

Sebelumnya, ia mengaku kesulitan air bersih karena dampak musim kemarau dalam beberapa pekan terakhir ini.

"Sebelumnya, saya menggunakan air sumur. Air sumur mulai berwarna kuning karena musim kemarau. Jadi kurang sehat untuk dikonsumsi. Begitu ada pendistribusian air bersih, kami sangat senang," ujarnya.

Sama halnya yang dikatakan warga lainnya, Dini. Menurutnya, pendistribusian air bersih ini sangat bermanfaat bagi masyarakat yang selama ini sangat membutuhkan. 

"Di wilayah kami ini disaat memasuki musim kemarau selalu mengalami kesulitan air. Begitu ada pendistribusian air bersih, langsung disambut warga. Warga pun rela antri dan menunggu untuk mendapatkan air bersih," katanya.***

Bagikan: