Pikiran Rakyat
USD Jual 13.896,00 Beli 13.994,00 | Sebagian berawan, 18.8 ° C

Naik Bus Wisata, Bayar Pakai Sampah

Ririn Nur Febriani
PEMERINTAH Kota Cimahi memfasilitasi pembayaran tiket bus wisata Saba Kota Cimahi (Sakoci) menggunakan sampah anorganik.*/ RIRIN NUR FEBRIANI/PR
PEMERINTAH Kota Cimahi memfasilitasi pembayaran tiket bus wisata Saba Kota Cimahi (Sakoci) menggunakan sampah anorganik.*/ RIRIN NUR FEBRIANI/PR

CIMAHI, (PR).- Demi meningkatkan kepedulian masyarakat untuk memilah sampah, Pemerintah Kota Cimahi memfasilitasi pembayaran tiket bus wisata Saba Kota Cimahi (Sakoci) menggunakan sampah anorganik. Dengan demikian, hal itu bisa membantu mengurangi timbunan sampah di Kota Cimahi.

Pada Minggu 28 Juli 2019, digelar  uji coba pembayaran bus Sakoci dengan tukar sampah anorganik di area Alun-alun Cimahi Jalan Jenderal Amir Mahmud Kota Cimahi. Kegiatan atas kolaborasi Dinas Kebudayaan Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Cimahi bersama Bank (Sampah Induk Cimahi) Samici, Komunitas Gerakan Pungut Sampah, Yayasan Green One Go Green, Komunitas Bank Sampah Unit Cimahi, dan lainnya.

Kepala Dinas LH Kota Cimahi M. Ronny mengatakan, muncul ide bersama menukar sampah anorganik dengan tiket Sakoci atas kolaborasi Dinas LH-Disparbudpora Kota Cimahi. "Bagaimana pengelolaan sampah bisa berkaitan dengan pariwisata. Penukaran sampah anorganik dengan tiket Sakoci akan sangat membantu terhadap pengurangan timbunan sampah di Kota Cimahi," ujarnya.

Pada hari tersebut, terdapat 110 orang warga yang ikut partisipasi. Sebelumnya, mereka sudah menukar sampah anorganik dan mendapat voucher naik Sakoci sekaligus diskon Rp 5.000 dari tarif umum Rp 20.000/penumpang.

Baru ada satu unit Bus Sakoci, masyarakat bergantian menaiki bus untuk berwisata sejarah dan militer Kota Cimahi tersebut. Disela-sela menanti giliran, mereka mendapat edukasi pengelolaan sampah dari petugas Dinas LH Kota Cimahi.

"Sampah anorganik yang dikumpulkan bisa apa saja, seperti kardus, duplek, kertas bekas, botol kemasan. Misal harga sampah Rp 3.000/kg, masyarakat tinggal kumpulkan sampah sebanyak 5 kg untuk ditukar dengan voucher tiket Sakoci dan sudah dapat diskon," ungkapnya.

Untuk mengikuti program tersebut, lanjut Ronny, harus menjadi anggota Bank Samici maupun unit Bank Sampah lain di Kota Cimahi. "Harus jadi anggota bank sampah. Supaya ada keterikatan agar masyarakat bersangkutan punya niat mengelola dan memilah sampah minimal di rumahnya," jelasnya.

Terdapat 221 Unit Bank Sampah di Kota Cimahi, yang aktif sekitar 75 persen dan tersebar di RW, sekolah dan perkantoran. "Mudah-mudahan program ini terus berlanjut, terutama bakal kampanyekan ke RW-sekolah karena mereka punya unit bank sampah. Ini ide luar biasa dari komunitas yang ada di Cimahi,  Inisiasi ini kita dukung, Alhamdulilah hari ini bisa terlaksana dan ke depan akan evaluasi sebelum ditetapkan," katanya.

Mengurangi 30% timbunan sampah

Terkait pengelolaan sampah Kota Cimahi, pada tahun 2025 ditargetkan dapat mengurangi timbunan sampah hingga 30%. Dalam sehari, sampah yang dihasilkan mencapai 265 ton. Sementara yang dibuang ke TPA Sarimukti mencapai 225 ton per hari. Sisanya diolah melalui Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) maupun sejak di rumah.

"aat ini pengelolaan sampah masih konvensional yaitu kumpul-angkut-buang. Padahal, sampah punya manfaat jika dipilah dan diolah menghasilkan nilai ekonomi. Penukaran sampah dengan tiket Sakoci menjadi ajakan pemerintah kepada masyarakat untuk kurangi sampah yang kita buang. Anggaran Rp 11 miliar dari APBD Kota Cimahi tahun 2019 tersedot untuk buang sampah saja, ya sayang mending dimanfaatkan buat yang lain. Dengan memilah sampah, dampak positifnya sangat besar terhadap kegiatan lain," tuturnya.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Cimahi, Budi Raharja menambahkan, rencana tukar sampah dengan tiket Sakoci sudah dirancang sejak lama. Pihaknya ingin melihat sejauh mana respons masyarakat terhadap program tersebut.

"Alhamdulilah sangat antusias. Kita siapkan 150 tiket untuk hari ini," ujarnya.

Selain untuk mengurai sampah, ide tukar sampah untuk keliling bangunan heritage menggunakan Sakoci ini merupakan salah satu jawaban keluhan masyarakat yang menilai tiket Sakoci kemahalan. Antusiasme masyarakat untuk berwisata sejarah Kota Cimahi cukup tinggi.***

Bagikan: