Pikiran Rakyat
USD Jual 14.006,00 Beli 14.104,00 | Sedikit awan, 25.1 ° C

Diduga Terkena Hipnotis, Tabungan Haji Paimin Rp 17 Juta Raib

Ririn Nur Febriani
KORBAN hipnotis, Paimin (76), ditemui di kediamannya di Kp. Baros Seneng RT 2 RW 3 Kel. Utama Cimahi Selatan, Jumat, 26 Juli 2019.*/RIRIN NUR FEBRIANI/PR
KORBAN hipnotis, Paimin (76), ditemui di kediamannya di Kp. Baros Seneng RT 2 RW 3 Kel. Utama Cimahi Selatan, Jumat, 26 Juli 2019.*/RIRIN NUR FEBRIANI/PR

CIMAHI, (PR).- Diduga jadi korban hipnotis, Paimin (76) harus merugi hingga Rp 17 juta. Padahal, uang tersebut dikumpulkan untuk ibadah haji.

Ditemui di kediamannya di Kp. Baros Seneng RT 2 RW 3 Kel. Utama Cimahi Selatan, Jumat, 26 Juli 2019, Paimin didampingi menantu, Dewi, mengatakan kejadian berlangsung pada Senin, 22 Juli 2019 usai mengambil obat dari RS Dustira.

"Pulang berobat, mampir ke toko besi beli semen 5 kg, cat 2 kg dan tiner 3 kg dan pulang jalan kaki. Karena berat, sempat berhenti sejenak dan muncul laki-laki menyapa sambil ajak bicara. Saya enggak curiga, tapi merasa seperti diperhatikan," ujarnya.

Pensiunan Pusdik Armed itu lalu mengambil jalan pintas menuju kediamannya yang berada di belakang  Kompleks Baros Indah. Dia melihat ada perempuan yang terus memantau dari kejauhan. Setelah berjalan menuruni tangga setapak, perempuan itu lewat jalan yang sama.

Begitu turun, dari arah Puskesmas Cimahi Selatan ada seorang laki-laki yang menanyakan alamat dan mengaku baru turun dari Bandara Husein Sastranegara asal Malaysia.

"Naik taksi dan sopirnya perempuan itu. Dia bilang mau bayar taksi tapi uangnya bukan rupiah. Kata perempuan itu, kalau ditukar rupiah dapatnya besar sehingga mengajak ikut antar ke bank untuk tuker uangnya. Saya curiga, tapi ikut saja beserta belanjaan semen juga," tuturnya.

Kendaraan Avanza yang ditumpangi Paimin bergerak menuju bank terdekat. Tetapi, saat sudah dekat, kendaraan malah berhenti agak jauh.

"Pria itu ke bank, balik ke mobil bawa uang rupiah beberapa gepok. Katanya, pak ini 30 juta kita bagi 3 yaitu dia, sopir perempuan, dan saya. Dikasih supaya memudahkan kalau transfer dan buka rekening bank jadi dianggap sebagai agen. Disitu saya makin merasa aneh tapi tetap ikut saja," ucapnya.

Lalu, pria itu menanyakan uang milik Paimin yang ada di rumah. "Ya saya jujur ada sekitar Rp 12 juta-13 juta di rumah. Katanya bawa sekalian simpan rekening biar gampang. Terus mereka antar saya ke rumah," katanya.

Tanpa sadar, ia pun mengambil uang yang disimpan di rumah, sementara para pelaku menunggu di dalam mobil. Paimin menyerahkan uang miliknya sebesar Rp 13 juta, termasuk cincin emas, jam tangan, hingga telefon seluler.

"Saya sendiri yang ambil dari rumah dan menyerahkan sama mereka di dalam mobil. Dia bilang uang sudah siap, juga butuh seperangkat alat ibadah yaitu Alquran, sarung, peci, sejadah gitu lah. Saya pun balik lagi ke rumah diikuti laki-laki itu, awalnya saya masih percaya. Setelah mendekati rumah, laki-laki itu sudah enggak ada di belakang saya. Saya balik lagi ke tempat parkir, sempat lihat mobilnya masih ada tapi seperti siap berangkat. Saya enggak pikir lagi, ke rumah ambil barang-barang yang dia mau pinjam. Sekitar 10 menit, kembali ke tempat parkir mobilnya sudah enggak ada," tuturnya.

Melihat hal itu, Paimin hanya terdiam. "Lama saya duduk sekitar 15 menit di dekat pos sampah di area parkir itu, diam menyadari kalau saya kena tipu. Setelah itu pulang sendiri ke rumah. Sore hari baru ke rumah anak saya cerita," katanya.

Ibadah haji

Paimin mengaku menyimpan uang di rumah untuk jaga-jaga berangkat ibadah haji. "Saya sudah daftar haji plus 3 kali sejak 2011, belum berangkat juga. Siapa tahu tahun depan ada panggilan uangnya sudah siap. Simpan uang di rumah karena trauma urusan sama bank, ambil uang sendiri saja suka dipersulit padahal uang kita," ucapnya.

Berdasarkan foto-foto yang tersebar itu, mobil yang digunakan pelaku mirip Toyota Avanza berwarna putih. Foto itu diambil dari potongan kamera CCTV. Namun, tidak terlihat nomor polisinya. Hanya pada bagian kaca depan mobil ada tulisan 'Andra'.

Selepas kejadian itu, Paimin mengaku masih waswas bertemu masyarakat lain. Dibantu anak-anaknya, Paimin masih mencari barang bukti atas kejahatan yang menimpa dirinya.

"Saya belum lapor, disekitar sini ada kamera CCTV saya mau minta lihat dulu supata kelihatan nomor kendaraannya," tuturnya.

Ketika dikonfirmasi, Kanit Reskrim Polsek Cimahi Selatan Yogaswara mengatakan sejauh ini pihaknya belum menerima laporan aksi kejahatan hipnotis itu. Namun, Polsek Cimahi Selatan akan berupaya mengecek langsung ke lokasi kejadian.

"Nanti kita akan cek dulu. Informasi ini belum kita terima," ucapnya.

Di media sosial, beredar pengakuan warga lain yang mengalami kejahatan serupa. Kali ini menimpa seorang ibu yang didatangi pelaku di sekitar RS Dustira. Ada juga seorang warga lain di Kompleks Pilar Mas disebut mengalami kejahatan yang sama.

Atas informasi tersebut, kepolisian akan melakukan penelusuran. "Kita harus pastikan dulu, kalau memang ada kejadiannya maka akan jadi fokus untuk penyelidikan. Masyarakat agar berhati-hati dan tetap waspada," tuturnya.***

Bagikan: