Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Sebagian cerah, 28.1 ° C

Pemprov Jabar Segera Bagikan Ponsel Pintar ke Pengurus RW

Novianti Nurulliah
Ilustrasi.*/CANVA
Ilustrasi.*/CANVA

BANDUNG, (PR).- Pemprov Jabar mulai merealisasikan bantuan anggaran pengadaan telepon pintar bagi seluruh pengurus Rukun Warga di Jawa Barat. Program pengadaan gawai yang diberi nama "Sapa Warga" ini bertujuan mendukung desa digital.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Jabar Dedi Sopandi mengatakan, diperkirakan akan ada sekitar 53 ribu gawai yang dipegang pengurus RW nantinya, dari total 5.312 desa di Jabar. Namun, sejauh ini baru sekitar 10.397 gawai yang sudah dibeli perangkat desa dari dana bantuan Pemprov Jabar.

"Ketika handphone itu sudah tersampaikan ke RW, maka inilah yang menjadi bagian dari konsep desa digital," katanya pada wartawan di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa, 23 Juli 2019.

Nantinya, kata dia, setiap telepon pintar yang dipegang pengurus RW akan disematkan aplikasi Sapa Warga. Aplikasi tersebut berfungsi sebagai layanan publik, informasi, dan pengaduan.

"Yang sebagai layanan publik, di dalamnya nanti akan berisi konten tentang perizinan. Ada juga konten tentang e-samsat, info lelang dan sebagainya. Yang mengisi konten di Sapa Warga itu berada dalam ranah Diskominfo," tuturnya.

Ia mengatakan, program "Sapa Warga" ini akan diluncurkan secara resmi bulan depan. Sebelum itu, Diskominfo Jabar akan terlebih dahulu memberikan pembekalan mengenai penggunaan aplikasi "Sapa Warga" agar bisa dimanfaatkan secara maksimal.

“Isi konten dan sosialiasi termasuk rencana pembekalan itu ada di Diskominfo," ucapnya. Di sisi lain, Dedi  mengatakan, pengadaan telepon pintar tersebut dilakukan melalui dana bantuan. 

Rencananya, pencairan bantuan sebesar Rp 127 juta per desa dilakukan secara bertahap. Dana bantuan keuangan desa itu diperuntukan untuk pembangunan infrastruktur, pembinaan aparatur desa hingga pengadaan ponsel pintar untuk setiap RW.

"Besaran bantuan tiap desa itu Rp 127 juta per desa. Terdiri dari ada infrastrukturnya, ada pembinaan aparatur kurang lebih di Rp 15 juta dan sisanya untuk Sapa Warga,” katanya.***

Bagikan: