Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Langit umumnya cerah, 25.9 ° C

Hari Kedua Uji Coba Trayek Citeureup-Cimindi, Penumpang Masih Sepi

Ririn Nur Febriani
HARI kedua uji coba trayek Citeureup-Cimindi, Selasa, 23 Juli 2019, penumpang angkutan kota masih sepi.*/RIRIN NUR FEBRIYANI/PR
HARI kedua uji coba trayek Citeureup-Cimindi, Selasa, 23 Juli 2019, penumpang angkutan kota masih sepi.*/RIRIN NUR FEBRIYANI/PR

CIMAHI, (PR).- Setelah uji coba jalur perlintasan, armada angkutan umum/kota (angkot) yang dilibatkan pada uji coba trayek baru Citeureup-Cimindi mulai beroperasi normal, Selasa, 23 Juli 2019. Namun, belum banyak masyarakat yang menaiki kendaraan tersebut.

Berdasarkan pantauan Pikiran Rakyat di lapangan, pada ruas jalan rute trayek tersebut jarang terlihat angkutan yang melintas. Sebagian terparkir di Terminal Citeureup maupun Terminal Cimindi.

Salah seorang pengemudi, Budi (35), mengatakan bahwa dirinya baru datang ke Terminal Citeureup sekitar pukul 7.30 WIB. "Saya terpaksa narik penumpang dulu pas pagi di trayek lama, antar anak-anak sekolah ataupun yang mau ke pasar," ujarnya.

Untuk meramaikan trayek baru tersebut, lanjut Budi, dibutuhkan sosialisasi oleh pemerintah. "Terutama ke sekolah, perumahan warga. Sosialisasikan kalau kita operasional sejak pagi, jadi penumpang juga banyak. Ramainya angkot kan hanya jam tertentu," katanya.

Menanggapi hal itu, Kasi Angkutan Dishub Kota Cimahi Ranto Sitanggang menyatakan, evaluasi hari pertama sebagai pengenalan jalur trayek baru angkot kepada masyarakat cukup efektif. "Sudah ada satu sampai dua penumpang. Hari ke 2 kami harap sudah bisa jalan pagi, tapi pengemudi masih gamang sehingga kemungkinan baru besok," ujarnya.

Diakui Ranto, pihaknya butuh meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat. "Nanti kita pasang spanduk di lima titik, terutama depan sekolah, perumahan, kolam renang, hingga depan Pemkot Cimahi sebagai upaya sosialisasi uji coba trayek angkot baru tersebut," ucapnya.

Pada hari kedua, lanjut Ranto, gejolak dari jajaran ojeg pangkalan (opang) tidak lagi muncul. "Ada kesepakatan, mereka mempersilakan uji coba berlangsung dengan persyaratan. Tapi, kalau ada hadangan hingga aksi kekerasan akan diserahkan ke aparat berwajib," tutur Ranto.

Sebelumnya, sempat muncul reaksi dari jajaran pengemudi angkot jurusan Pesantren-Sarijadi yang bersinggungan dengan trayek Citeureup-Cimindi. "Saya turun langsung untuk menyelesaikan dengan komunikasi. Trayeknya bersinggungan, penumpang ke arah Sarijadi sudah sangat berkurang, kepengurusan juga tidak jelas. Mereka minta diperhatikan, kita lihat dulu hasil uji coba," katanya. 

Dari sisi sarana prasarana lalu lintas, menurut Ranto, beberapa hal yang harus ditingkatkan seperti radius tikung, pengerasan dan pelebaran jalan, speed bumper untuk menekan laju kendaraan, hingga penerangan jalan umum di titik rawan kejahatan.

"Sudah kita ajukan ke Dinas PUPR agar jadi bahan perbaikan," katanya. 

Ketika dikonfirmasi, Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Cimahi, Wilman Sugiansyah mengatakan, kebutuhan infrastruktur untuk menunjang trayek angkot baru saat ini masih tahap analisa.

"Kita lihat mana ruas yang perlu ditingkatkan. Sebab, bakal ada peningkatan lintas harian yang tentu harus diperhatikan," ujarnya.

Dengan demikian, pengerasan-pelebaran jalan belum bisa dilakukan segera. "Mudah-mudahan tahun depan bisa, atau semoga di APBD-Perubahan 2019 ini bisa dialokasikan," katanya.***

Bagikan: