Pikiran Rakyat
USD Jual 14.089,00 Beli 14.187,00 | Berawan, 28.6 ° C

Hanya Seorang Anak yang Mendaftar ke SMK BNN

Hendro Susilo Husodo
TIGA siswa sedang berbincang di SMK Bhakti Nusantara Nasional (BNN) Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jumat 19 Juli 2019. Tahun ajaran ini, baru 1 anak yang mendaftar sebagai siswa.*/HENDRO SUSILO/PR
TIGA siswa sedang berbincang di SMK Bhakti Nusantara Nasional (BNN) Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jumat 19 Juli 2019. Tahun ajaran ini, baru 1 anak yang mendaftar sebagai siswa.*/HENDRO SUSILO/PR

DUA pelajar kelas XII dan seorang pelajar kelas XI tetap menunggu hingga waktu beranjak siang di SMK Bhakti Nusantara Nasional (BNN) Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jumat, 19 Juli 2019. Sampai tengah hari, apa yang mereka tunggu tidak kunjung muncul.

Ketiga pelajar perempuan tersebut sedianya menjadi panitia Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Akan tetapi, sekolah yang telah menginjak umur sembilan tahun itu belum memiliki siswa baru untuk tahun ajaran 2019. 

"Sempat ada informasi mau ada empat orang yang daftar, tapi enggak tahu lagi kabarnya. Waktu itu sih ada seorang yang daftar, anak laki-laki. Namun, mungkin karena enggak ada lagi yang daftar, kayaknya dia enggak jadi sekolah di sini," kata Lilis Sopiah (16), salah seorang pelajar tersebut.

Wakil Yayasan Bakti Nusantara Nasional, yayasan yang menaungi sekolah itu, Sutasah mengatakan, SMK BNN memang kekurangan siswa sejak awal didirikan. Pada tahun ini, aku dia, juga hanya ada seorang yang daftar. "Kami terus berjuang agar jumlah siswa bisa bertambah," ujarnya.

Saat ini, sekolah yang bertempat di Kampung Cibadak, RT 4 RW 1, Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, itu hanya mempunyai 12 siswa. Jumlah itu terdiri dari 6 siswa kelas XI dan 6 siswa kelas XII. Agar kegiatan belajar mengajar berjalan dengan efektif, para siswa digabung dalam satu ruang kelas. 

Padahal, sarana dan prasarana sekolah dinilai sudah cukup memadai. Ruang kelas di sekolah yang memiliki gedung tiga lantai itu pun praktis banyak yang tak terpakai. Dari sisi prestasi, SMK BNN juga pernah meraih penghargaan sebagai sekolah dengan indeks integritas penyelenggaraan Ujian Nasional yang tinggi.

"Di sekolah ini kami menyediakan tiga jurusan, yaitu farmasi, otomotif dan administrasi perkantoran. Promosi untuk mencari siswa baru sudah kami lakukan, tapi memang begini kenyataannya, kami masih kekurangan siswa," tuturnya.

Meski jumlah siswanya sedikit, dia menyatakan, para guru SMK BNN yang kebanyakan merupakan tenaga honorer akan tetap semangat mengajar. "Para guru sudah berkomitmen, mereka tetap akan mengajar walaupun siswanya sangat sedikit," ucapnya.

Terkait dengan jumlah siswa yang sedikit, seorang pelajar kelas XII, Intan Nursalwa (16) mengaku tidak merisaukannya. Walaupun terkadang merasa sepi, kata dia, yang penting materi pelajaran bisa diserap dengan baik. 

"Justru lebih enak sedikit anak di kelas, jadi lebih fokus buat belajar. Memang suka merasa sepi sih, tapi dengan sedikit teman, kami justru bisa bersahabat. Soalnya, temannya kan itu-itu saja," katanya.***

Bagikan: