Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Umumnya cerah, 18.2 ° C

Poerwalaksana: Kami yang Berhak Membubarkan Gurka

Tim Pikiran Rakyat
KETUA Umum Gurka, Poerwalaksana saat memberikan keterangan pers, Kamis 18 Juli 2019.*/ANTHIKA ASMARA/GALAMEDIA
KETUA Umum Gurka, Poerwalaksana saat memberikan keterangan pers, Kamis 18 Juli 2019.*/ANTHIKA ASMARA/GALAMEDIA

BANDUNG, (PR).- Pembubaran Gerakan untuk Ridwan (Gurka) yang di inisiasi oleh ketua dewan penasihat tidak mewakili secara keorganisasian. Barisan yang membubarkan pada Rabu 17 Juli 2019 siang, hanya bagian kecil dari Gurka yang menilai harapannya tidak sesuai.

Hal tersebut dikatakan Ketua Umum Gurka, Poerwalaksana pada konferensi pers, Kamis 18 Juli 2019 di jalan Cimanuk, Kota Bandung. Menurut Poerwalaksana, harapan mereka tidak sesuai dan itu tidak sesuai dengan prinsip.

"Memang yang berhak membubarkan itu kami, bukan mereka yang hanya sebagian kecil saja. Sementara di presedium Gurka saja ada 90 orang," kata Poerwalaksana yang juga  insiator dan pendiri Gurka.

Poerwalaksana membantah pembubaran Gurka dilatarbelakangai kesulitan komunikasi antara relawan dengan Ridwan Kamil (RK). Termasuk adanya keluhan relawan Gurka tidak diakomodir dalam program kegiatan yang digagas RK dan wakilnya Uu Ruzhanul Ulum.

"Ketika baru dilantik kang Emil kita diundang ke Gedung Pakuan untuk audiensi. Terlepas sekarang dengan kesibukan beliau. Tapi banyak relawan kami juga dilibatkan program beliau, salah satunya Jabar Qiuck Respon (JQR)," ujarnya.

Menurut Poerwalaksana, pembubaran kelompok relawan ini karena adanya perbedaan pendapat. Dia melihat situasi tersebut tidak baik sehingga diputuskan untuk dibubarkan.

"Jangan diterjemahkan seperti organisasi seutuhnya. Intinya dibubarkan karena perbedaan prinsipnya, karena ada dari mereka yang harapkan (ke RK)," ucapnya.

Kemudian terkait akan dibentuknya ormas dari eks Gurka tersebut, Poerwalaksana mengaku, tidak khawatir dengan hal tersebut karena untuk membentuk suatu perkumpulan itu hak siapa saja.

"Itu hak mereka jika mau jadi ormas ya silakan," ujarnya kepada wartawan Galamedia Anthika Asmara.

Poerwalaksana juga tidak mengkhawatirkan, jika ada sekelompok orang memanfaatkan nama Gurka untuk hal negatif, pasalnya secara resmi organisasi yang didirikannya sudah bubar.

"Kami resmi bubar jadi tidak khawatir jika ada yang memanfaatkan untuk kepentingan lain," tuturnya.

Tidak ada kendala

Di tempat yang sama, Koordinator Silaturahmi Relawan Rindu, Hanif Mochammad menegaskan selama ini tidak ada kendala komunikasi antara relawan dengan RK. Aspirasi yang disampaikan masyarakat melalui relawan tetap ditampung.

"Jadi forum silaturahmi relawan ini sebenarnya wadah komunikasi terhadap aspirasi, janji kampanye dan segala dukungan program RK dan Uu. Jadi kalau tersendatnya komunikasi itu tidak benar, sebetulnya kami menyediakan itu, ada grup WA juga," jelas dia.

Meski begitu, Hanif juga memastikan pihaknya tetap melihat kinerja pemerintah secara objektif. Pihaknya tak segan-segan mengeritik pemerintah bila ada kebijakan yang tidak pro rakyat.

"Kami juga akan kritisi kalau programnya tidak pro rakyat. Kami tetap menyerap aspirasi, janji kampanye bisa sampai dan direncanakan ke pembangunan," tutur dia.

Disinggung kubu Iwan menyindir buruknya eksistensi JQR, Hanif membantahnya. Ia yang juga Wakil Ketua Harian JQR menyebut sebagian besar pengaduan yang masuk ke JQR tengah diproses.

"57.012 aduan sudah masuk sejauh ini. Tapi gak semua laporan darurat. Ada 34.241 pengaduan yang telah direspons dan ditindaklanjuti. Nah kalau yang kemarin disebut hanya 357 yang ditindaklanjut salah, itu yang sudah selesai," tutur Hanif.***

Bagikan: