Pikiran Rakyat
USD Jual 14.317,00 Beli 14.219,00 | Umumnya berawan, 25 ° C

PDAM Tirta Raharja Lakukan Penggiliran Distribusi Air ke Pelanggan

Cecep Wijaya Sari
GILIRAN distribusi air.*/DOK. PR
GILIRAN distribusi air.*/DOK. PR

NGAMPRAH, (PR).- Pasokan air yang dikelola PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung mengalami penyusutan sejak memasuki kemarau. Akibatnya, distribusi air bersih untuk sebagian pelanggan tersendat. 

Menurut Manager Junior Humas dan Kesekretariatan PDAM Tirtaraharja Sri Hartati, dampak kemarau terhadap berkurangnya pasokan air terjadi sejak awal Juli ini. "Yang paling terdampak itu wilayah Cimahi dan sekitarnya, termasuk juga wilayah Padalarang di Bandung Barat," ujarnya, Jumat 19 Juli 2019.

Dia mengungkapkan, Cimahi dan Padalarang termasuk daerah pelayanan PDAM wilayah utara selain Cisarua, Lembang, Batujajar, dan Cililin. Pasokan sumber air baku untuk wilayah ini mengalami penurunan sejak memasuki kemarau pertengahan Juni lalu. Dari kondisi normal 166 liter/detik, saat ini debit air turun drastis menjadi 80 liter/detik.

Untuk mengatasinya, PDAM telah melakukan penggiliran distribusi air sejak awal Juli ini. Hal itu pun sudah disampaikan sebelumnya kepada para pelanggan yang terdampak. "Kami jadwal pendistribusian air dua hari sekali. Dan para pelanggan juga sudah memahami hal ini," katanya.

Selain itu, pihaknya juga menyiapkan pasokan air bersih melalui armada yang bisa datang ke lokasi para pelanggan yang membutuhkan. Untuk mendapatkannya, pelanggan harus mengajukan permintaan terlebih dulu kepada PDAM.

Sri juga menuturkan, pihaknya berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah di setiap wilayah pelayanan untuk mengatasi kekeringan. "Sampai saat ini, baru ada permintaan dari BPBD Kabupaten Bandung. Tapi untuk daerah lainnya, kami siap jika memang dibutuhkan bantuan air bersih ini," tuturnya. 

Menurut dia, menurunnya debit air saat musim kemarau memang tak bisa dihindari. Untuk itu, ia juga menyarankan agar pelanggan bisa menampung persediaan air agar bisa digunakan saat debit air dari PDAM turun drastis.

Jika pelanggan tidak mendapatkan air dalam rentang waktu tertentu, lanjut dia, hal itu bisa dilaporkan langsung ke Kantor PDAM terdekat. Bahkan dengan kondisi itu, pelanggan bisa saja tidak harus membayar tagihan setelah diverifikasi petugas.

Saat ini, PDAM Tirtaraharja memiliki 98.737 pelanggan. Mereka berada di tiga daerah administratif, yakni Kabupaten Bandung, Bandung Barat, dan Kota Cimahi. "Targetnya, tercapai lebih dari 100.000 pelanggan, sehingga status PDAM berubah dari Tipe D ke tipe E," ujarnya.***

Bagikan: