Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Umumnya cerah, 18.2 ° C

Suhu di Bandung Dingin, Ini Penyebabnya

Dewiyatini

ILUSTRASI suhu di musim kemarau terasa dingin.*/DOK. PRFM
ILUSTRASI suhu di musim kemarau terasa dingin.*/DOK. PRFM

BANDUNG,(PR).- Masyarakat tidak perlu khawatir dengan suhu yang cukup dingin dalam beberapa hari ini di wilayah Bandung Raya. Pasalnya, hal itu merupakan fenomena yang wajar di musim kemarau. 

Mendinginnya Bandung, bukan kali pertama di musim kemarau ini. Bahkan di awal musim kemarau, suhu dingin terendah di wilayah Bandung Raya, pada kisaran 16 derajat celcius.

Untuk pekan ini, suhu terendah di Kota Bandung mencapai 16,4 derajat celcius. Sedangkan di wilayah Lembang mencapai 13 derajat celcius.

Peneliti Cuaca dan Iklim BMKG Provinsi Jawa Barat Muhamad Iid Mujtahiddin menyebutkan kemungkinan besar rasa dingin itu akan beberapa kali menerpa. Ia mengatakan puncak kemarau diperkirakan pada Agustus hingga September. 

“Karakteristik suhunya, berupa udara yang kering dan dingin,” ujarnya pada Selasa 16 Juli 2019.

Iid mengatakan Untuk Jawa Barat, periode musim kemarau datang pada bulan Juni dengan terlebih dahulu masuk di wilayah sekitar pantura. Kemudian terus bergerak ke arah selatan. 

Pada saat musim kemarau, kata Iid, angin bertiup yang melewati Jawa Barat, adalah angin pasat tenggara atau angin timuran dari arah Benua Australia. Sedangkan pada bulan Juli, Agustus, September, di Australia sedang mengalami puncak musim dingin.

“Sehingga suhunya relatif lebih dingin dibandingkan musim penghujan,” ucapnya.

Pembentukan awan

Iid mengatakan kondisi saat ini dipengaruhi juga dengan masih adanya kelembapan pada ketinggian permukaan hingga 1,5km di atas permukaan laut. Pada ketinggian tersebut relatif lembap, sehingga pada sore hari masih terlihat adanya pembentukan awan.

Akan tetapi, pada ketinggian 3km di atas permukaan laut relatif kering, sehingga potensi awan yang terbentuk untuk terjadi hujan relatif kecil. Dampaknya kondisi kelembapan pada malam hingga pagi hari.

“Ini yang menambah kondisi suhu udara menjadi dingin,” katanya.

Dari pantauan alat pengukur suhu udara di Stasiun Geofisika Bandung tercatat selama bulan Juli 2019 ini, suhu udara terendah tercatat sebesar 16,4 derajat celcius pada tanggal 12 Juli 2019. Sedangkan di lokasi dengan elevasi yang semakin tinggi seperti di pos observasi geofisika Lembang (1241 meter) tercatat 13,0 derajat Celcius pada tanggal 16 Juli 2019.

Iid menyebutkan dengan karakteristik cuaca seperti ini diimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga kondisi badan supaya tetap fit. Salah satu di antaranya, saat bepergian ke luar rumah selalu mengenakan baju hangat atau jaket. 

“Jangan lupa juga untuk mengonsumsi buah-buahan serta  sayuran,” kata Iid.***

Bagikan: