Pikiran Rakyat
USD Jual 13.961,00 Beli 14.059,00 | Cerah berkabut, 25.1 ° C

Stadion GBLA Bak Sarang Hantu, Perawatan Terkendala Wanprestasi dan Proses Hukum

Yusuf Wijanarko
STADION GBLA di Gedebage, Kota Bandung/ARIF HIDAYAH/PR
STADION GBLA di Gedebage, Kota Bandung/ARIF HIDAYAH/PR

BANDUNG, (PR).- Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengatakan, Pemkot Bandung berhati-hati mengambil langkah memperbaiki Stadion GBLA (Gelora Bandung Lautan Api) karena bersinggungan dengan proses hukum di Bareskrim Polri.

Yana Mulyana menyatakan, sudah sejak lama mempelajari peraturan yang berlaku untuk bisa meningkatkan kualitas Stadion GBLA. Hanya, sebagai institusi pemerintahan, Pemkot Bandung juga harus menghormati Bareskrim Polri yang sedang menjalankan tugasnya.

“Sebagaimana kita ketahui, saat ini ada masalah hukum sehingga saya juga harus hati-hati, baca regulasi. Tapi intinya, Pemkot Bandung ingin Stadion GBLA bisa dimanfaatkan secara aman dan nyaman,” kata dia di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Selasa 16 Juli 2019.

Wanprestasi

Selain sedang berada dalam proses hukum di Bareskrim Mabes Polri, Yana Mulyana menerangkan, Pemkot Bandung juga belum melakukan proses serah terima pengerjaan tahap 2 dari PT Adhi Karya.

“Status hukum juga ada sepintas, tapi ternyata pada saat pembangunan, ada tahap 1, 2, dan 3. Tahap 1 sudah selesai diserahkan dari PT Adhi Karya ke Pemkot Bandung. Tahap 2 belum. Saya pikir tahap 2 itu bagian luar saja, tetapi ada juga lantai tiga, ada sebagian kursi,” katanya.

STADION GBLA di Gedebage, Kota Bandung/PRFMNEWS

Yana Mulyana menilai, ada wanprestasi PT Adhi Karya sehingga pelunasan tahap 2 tertahan. Namun, dari laporan yang diterimanya, PT Adhi Karya menganggap pengerjaan tahap 2 sudah selesai.

Menurut Yana Mulyana, wanprestasi PT Adhi Karya tersebut karena seharusnya mereka berkewajiban terus memperbaiki beberapa titik kerusakan. Hal itu juga terus diupayakan Pemkot Bandung agar segera mendapatkan titik temu.

“Kami memang masih ada kewajiban yang belum dibayarkan, karena PT Adhi Karya merasa sudah menyelesaikan semua. Ini yang ingin kami komunikasikan,” kata dia kepada Antara.

STADION GBLA di Kota Bandung/ARIF HIDAYAH/PR

Untuk itu, Yana Mulyana berkata, Pemkot Bandung terus berupaya mencari kepastian status Stadion GBLA. Sehingga, sejumlah langkah perawatan dan pengelolaan bisa dilakukan sesuai aturan.

“Tahap 2 ini, kalau masih menggantung, tolong dinas terkait berkomunikasi lagi dengan PT Adhi Karya agar bisa segera terjadi serah terima. Supaya secara hukum bisa lebih aman,” kata dia.

Selain itu, kepastian status dapat berpengaruh kepada proses penganggaran di APBD.

“Kalau dianggarkan dan tidak terserap, kami dianggap jelek. Mumpung masih ada waktu untuk APBD 2020, mudah-mudahan ini bisa clear,” katanya.

Standar FIFA

Yana Mulyana menaruh perhatian lebih terhadap Stadion GBLA. Wakil Wali Kota yang juga menjabat Ketua Askot PSSI Kota Bandung itu ingin fasilitas Stadion GBLA setara dengan stadion di Eropa.

“Saya inginnya bisa standar FIFA dan UEFA karena sebetulnya secara luas dan infrastruktur sudah cukup memadai. (syaratnya) Ruang ganti pemain harus ada air panas dengan suplai air yang stabil, infrastruktur yang ada sudah cukup, tinggal kami upgrade,” katanya.***

Bagikan: