Pikiran Rakyat
USD Jual 14.282,00 Beli 14.184,00 | Umumnya cerah, 18.2 ° C

Ridwan Kamil Beri Solusi Pengelolaan Stadion GBLA

Novianti Nurulliah
STADION GBLA di Gedebage, Kota Bandung/ARIF HIDAYAH/PR
STADION GBLA di Gedebage, Kota Bandung/ARIF HIDAYAH/PR

BANDUNG, (PR).- Pemerintah Provinsi Jawa Barat siap mengelola Stadion GBLA (Gelora Bandung Lautan Api) jika Pemerintah Kota Bandung berkenan menyerahkan pengelolaan aset tersebut kepada Pemprov Jawa Barat. Pernyataan itu muncul karena terbengkalainya Stadion GBLA

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, ketika dia menjabat sebagai wali kota Bandung, dia telah memproyeksikan pengelolaan Stadion GBLA untuk diambil alih PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB). Namun proses tersebut belum terlaksana karena dia sudah beralih posisi menjadi Gubenur.

"Sederhana, Stadion GBLA itu asetnya Pemkot. Dulu waktu saya wali kota, saya persiapkan untuk diambil alih Persib tapi (saya) keburu jadi Gubernur. Nah, proses itu, oleh Dispora Bandung, tidak bisa saya monitor per hari ini," kata Ridwan Kamil di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Rabu 17 Juli 2019.

STADION GBLA di Gedebage, Kota Bandung/ARIF HIDAYAH/PR

Menurut Ridwan Kamil, jika Stadion GBLA terbengkalai, kemungkinan besar terjadi karena kurangnya anggaran. Dia siap menangani terbangkalainya Stadion GBLA jika Pemkot Bandung menyerahkan aset itu kepada Pemprov Jabar.

"Terkecuali, Pemkot mau menyerahkan aset ke Provinsi. Maka, bisa saya urus dengan dana Provinsi. Sudah biasa penyerahan (aset dari Pemkot ke Pemprov ). Kami sering menyerahkan aset pusat. Ssebaliknya, pusat juga menyerahkan aset ke daerah, sama-sama negara cuma beda saku. Saku pusat, saku provinsi, saku kota. Tiga-tiganya sama negara," kata dia.

"Kalau tidak sanggup (mengurus Stadion GBLA), serahkan ke Pemprov, nanti kami urus," ucap Ridwan Kamil.

Dia mengatakan, ekspetasinya terhadap Stadion GBLA adalah jangan diurus pemerintah. Pemerintah bukan operator, tetapi berperan sebagai regulator.

"Maka yang paling betul, GBLA itu diserahkan kepada pihak ketiga dan salah satu yang ideal itu Persib. Kalau itu dikelola Persib, selesai. Mereka nanti (skemanya) B to B (business to business). Bikin apa, terserah," kata dia.

Badan usaha layanan umum

Di tempat terpisah, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa menyarankan, Pemkot Bandung membentuk badan usaha layanan umum daerah yang khusus mengelola Stadion GBLA.

"Nanti badan usaha itu memungkinkan bekerja sama dengan swasta yang mungkin lebih tahu, lebih bisa meningkatkan network. Sehingga, GBLA lebih bisa terpelihara dalam kondisi baik," katanya.

STADION GBLA di Gedebage, Kota Bandung/PRFMNEWS

Pemprov Jabar, menurut dia, pernah mengalami kasus serupa yaitu terkait GOR Arcamanik yang sama-sama mempunyai persoalan pemeliharaan.

"Ini pun (solusi pemeliharaan) sudah dilakukan oleh Pemprov soal Arcamanik. Tapi unik solusinya. Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Barat pindah ke situ sekaligus oleh saya langung dipantau untuk melakukan pembenahan dan pembersihan," katanya.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana menyebut Stadion GBLA saat tidak terawat karena minimnya anggaran yang didapat dari pajak penggunaan.

Apalagi, kata Yana Mulyana, proses hukum yang menghambat Persib Bandung untuk menggunakan stadion tersebut dapat mengurangi pendapatan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandung untuk melakukan pemeliharaan.

"Padahal, kalau Persib bermain di situ, pajak yang kami peroleh bisa Rp 200 juta sekali main, itu bisa dibalikin (digunakan) lagi untuk pemeliharaan dan pengelolaan," kata Yana Mulyana di Kota Bandung, Senin 15 Juli 2019 seperti dilaporkan Antara.***

Bagikan: