Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Sebagian berawan, 22 ° C

Ridwan Kamil Akhirnya Lantik Dewan Pendidikan Jawa Barat

Novianti Nurulliah
GUBERNUR Jawa Barat Mochamad Ridwan Kamil akhirnya melantik sembilan anggota Dewan Pendidikan Jabar periode 2019-2024 di Aula Barat Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu, 17 Juli 2019. */NOVIANTI NURULLIAH/PR
GUBERNUR Jawa Barat Mochamad Ridwan Kamil akhirnya melantik sembilan anggota Dewan Pendidikan Jabar periode 2019-2024 di Aula Barat Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu, 17 Juli 2019. */NOVIANTI NURULLIAH/PR

BANDUNG,(PR).- Gubernur Jawa Barat Mochamad Ridwan Kamil akhirnya melantik sembilan anggota Dewan Pendidikan Jabar periode 2019-2024 di Aula Barat Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu, 17 Juli 2019. Mereka adalah  Samsul Bachri, Amung Ma'mun, Hilmy Rivai, Teguh Wahyudi, Anna Anggraeni, Idris Apandi, Dudu Nurzaman, Rusi Rusmiyati Aliyyah, dan Iman Subasman.

Mereka bersembilan bertugas untuk memberikan masukan maupun kritikan terhadap pendidikan di Jabar termasuk level pemerintahan daerah maupun pusat. Dewan Pendidikan tidak hanya mengurus level SMA/SMK namun semua level pendidikan di Jabar mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi.

"Mohon maaf dewan pendidikan baru dilantik saat ini karena kami butuh penguatan dimensi yang tidak sederhana. Kenapa? karena pendidikan merupakan tanggung jawab semua pihak,  tidak benar kalau pendidikan itu tanggung jawab sekolah saja," ujar Ridwan dalam awal sambutannya.

Dia mengatakan, dewan pendidikan yang dia lantik saat itu merupakan hasil seleksi yang terdiri dari tokoh-tokoh pendidikan pendidikan formal non formal, dari PAUD hingga perguruan tinggi. Dewan pendidikan ini secara formal dan berdasarkan undang-undang bertugas memberikan masukan mengkritisi di level tingkat dua atau kota kabupaten,  provinsi hingga setingkat menteri. Tidak hanya SMA/SMK.

"(anggota dewan pendidikan ini) berbasis ke wilayahan ada yang dari Sukabumi, Bekasi jadi terwakili kejawabaratannya tugasnya lima tahun. Saya titipkan tadi agar indeks pendidikan Jabar meningkat," kata dia.  

Sebelumnya, Pembentukan Dewan Pendidikan Jawa Barat kembali menyeruak setelah selama ini ditangguhkan sejak akhir tahun lalu. Dewan Pendidikan dinilai penting untuk segera diaktifkan kembali di Jabar mengingat dengan kompleksitas masalah pendidikan di Jabar yang perlu banyak dukungan.

Terlebih saat ini Jabar memiliki kewenangan dalam mengelola pendidikan SMA/SMK yang dalam waktu dekat akan menggelar Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Untuk diketahui, Dewan Pendidikan di Jabar sudah muncul sejak 2003 lalu. Seiring dengan berjalannya waktu dan dinamika yang terjadi, dewan pendidikan ini sempat dibubarkan atau dicabut SK-nya pada 2018 oleh PJ Gubernur Jabar M Iriawan.

Namun setelah itu, pemprov kembali melakukan seleksi dewan pendidikan dengan mengacu pada aturan PP 17/2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan.***

Bagikan: