Pikiran Rakyat
USD Jual 14.282,00 Beli 14.184,00 | Umumnya cerah, 20.5 ° C

Stadion GBLA Tak Terawat, Wakil Wali Kota Bandung Ungkap Penyebabnya

Yusuf Wijanarko
STADION GBLA di Kota Bandung/ARIF HIDAYAH/PR
STADION GBLA di Kota Bandung/ARIF HIDAYAH/PR

BANDUNG, (PR).- Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana menyebut Stadion GBLA (Gelora Bandung Lautan Api) saat tidak terawat karena minimnya anggaran yang didapat dari pajak penggunaan.

Apalagi, kata Yana Mulyana, proses hukum yang menghambat Persib Bandung untuk menggunakan stadion tersebut dapat mengurangi pendapatan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandung dan melakukan pemeliharaan.

"Padahal, kalau Persib bermain di situ, pajak yang kami peroleh bisa Rp 200 juta sekali main, itu bisa dibalikin (digunakan) lagi untuk pemeliharaan dan pengelolaan," kata Yana Mulyana di Kota Bandung, Senin 15 Juli 2019 seperti dilaporkan Antara.

Dia juga telah mengimbau kepada Dispora untuk terus berupaya merawat kebersihan GBLA meski mengalami keterbatasan anggaran.

"Pada dasarnya, kami minta ke Dispora agar dirawat kebersihannya, terus dilakukan, kami terus berupaya GBLA ke depan bisa dimanfaatkan secara aman, nyaman, dan berstandar FIFA. Pada dasarnya, kami ingin agar GBLA tetap bisa digunakan untuk sepak bola," ujarnya.

Belakang, di media sosial diramaikan laporan warga yang menampilkan foto kondisi Stadion GBLA yang tidak terawat. Rumput ilalang di sekitar stadion tinggi, sampah berserakan, dan kondisi toilet yang memprihatinkan.

Stadion GBLA juga mengalami keretakan di sejumlah bagian bangunan dan tanah yang ambles. Stadion GBLA belum kembali digunakan oleh Persib Bandung sebagai kandang sejak tragedi meninggalnya suporter Persija Jakarta Haringga Sirla.

Sementara itu, Kepala Dispora Kota Bandung Eddy Marwoto telah melakukan komunikasi lintas sektoral terkait kondisi stadion dan hal-hal yang harus dilakukan untuk menghidupkan kembali Stadion GBLA.

Menurut dia, kemungkinan terbesar, stadion akan dikelola pihak ketiga karena pemeliharaannya membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.

"Kami masih bahas, menilai klausul apa yang bisa didapat dari segi ekonomi. Jadi, pemkot tidak dirugikan. Ini proses menuju ke sana," ujar Eddy.***

Bagikan: