Pikiran Rakyat
USD Jual 14.282,00 Beli 14.184,00 | Umumnya cerah, 18.2 ° C

Evaluasi Kualitas Udara Perkotaan, DLH Kota Cimahi Gelar Uji Emisi Kendaraan

Ririn Nur Febriani
null
null

CIMAHI, (PR).- Evaluasi kualitas udara perkotaan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi menggelar uji emisi bagi kendaraan roda dua dan roda empat yang melintas di jalanan Kota Cimahi. Pemeliharaan rutin kendaraan menjadi kunci gas buang tidak mencemari lingkungan.

Kepala Bidang Penataan Hukum Lingkungan Hidup DLH Kota Cimahi Yani Rijaningsih, mengatakan kendaraan menyumbang polusi udara dari emisi gas buang sehingga perlu diuji kadar emitennya. "Kita perlu evaluasi kualitas udara perkotaan. Bisa dilihat sendiri, bagaimana penuhnya jalanan Kota Cimahi sekarang dengan kendaraan bermotor," ujarnya di sela-sela pelaksanaan uji emisi di Jalan Gedong Opat Kota Cimahi, Selasa, 16 Juli 2019.

Proses uji emisi gas buang tersebut dilakukan dalam kondisi kendaraan berhenti namun mesin tetap menyala. Petugas kemudian memasukkan opacity meter ke knalpot untuk mengukur kadar hidrocarbon dan CO.

"Indikatornya yang dilihat dari parameter HC dan CO. Ambang batas dilihat usia kendaraan, untuk kendaraan berbahan bakar bensin keluaran tahun 2007 ke bawah, kandungan CO-nya harus di bawah 4,5 dengan kandungan HC-nya 1.200. Sedangkan kendaraan keluaran 2007 ke atas kandungan CO-nya sebesar 1,5 dan kandungan HC-nya di angka 200," katanya.

Untuk kendaraan berbahan bakar solar keluaran di bawah tahun 2010, opasitasnya maksimal di angka 70 persen. Untuk kendaraan keluaran di atas 2010, kadar opasitasnya maksimal 40 persen. "Nanti muncul apakah kendaraan itu laik atau tidak. Kalau lulus uji emisi nanti akan kita beri stiker khusus. Kalau tidak lulus kami imbau agar pengemudi segera melakukan service kendaraan dan uji emisi berkala tiap 6 bulan," ungkapnya.

Yani mengklaim, kegiatan terakhir di tahun 2018 menyatakan kualitas udara Kota Cimahi masih tergolong bagus. "Kualitasnya cukup baik. Setahun berlalu, kami harapkan masih sama. Penambahan vokume kendaraan tidak terlalu berpengaruh, tapi dirawat atau tidak. Kalau pemeliharaan kurang bagus sehingga hasil uji emisi banyak tidak lulus otomatis kualitas udara kita kurang bagus," ucapnya.

Dia mengakui masih ditemukan kendaraan tidak lulus uji emisi. "Masih ada, kendaraan usianya tua dan mungkin pemeliharaan tidak berkala. Kami harapkan masyarakat mau merawat kendaraannya," ungkapnya.

Kegiatan bakal berlangsung selama 3 hari dengan target pemeriksaan uji emisi 1500 kendaraan. Selain kendaraan pribadi dengan bahan bakar bensin, petugas juga melayani uji emisi kendaraan berbahan bakar diesel.

"Untuk meningkatkan kualitas udara terutama harus lebih banyak menanam pohon. DLH punya program menanam pohon terutama di lahan kritis. Hanya, kewajiban menanam pohon harusnya dilakukan semua pihak termasuk masyarakat. Apalagi, ada aturan soal menanam pohon di Kota Cimahi yang seharusnya ditaati masyarakat," tuturnya.

Seorang warga yang mengikuti kegiatan uji emisi, Hadi (40), merasa terbantu dengan kegiatan tersebut. "Kendaraan saya dicegat petugas dan disuruh ikut uji emisi. Layanan ini gratis, langsung diberi tanda bahwa kendaraan saya emisi-nya masih baik," ujarnya di lokasi.

Menurut Hadi, perawatan kendaraan memang wajib dilakukan. "Harus rutin dilakukan, ya baiknya ke bengkel resmi. Sebab, kita sebagai pengguna kendaraan juga harus tanggung jawab sama lingkungan. Kalau pakai mobil, ya jangan nambah polusi," tandasnya.***

Bagikan: