Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya cerah, 18.3 ° C

Tiga Kunci Sukses Perempuan Karier di Sektor Publik

Tri Joko Her Riadi
ILUSTRASI.*/CANVA
ILUSTRASI.*/CANVA

BANDUNG, (PR).- Selain dukungan keluarga, perempuan yang berkarier di sektor publik harus terus mengembangkan diri lewat pelatihan dan penguatan jejaring profesional. Dengan memegang posisi penting di beragam institusi, perempuan dapat mewarnai kebijakan yang berdampak pada masyarakat luas.

Dalam riset yang dilakukan oleh Universitas Padjadjaran, Bandung, dan Flinders University, Australia, terungkap beberapa kunci sukses bagi seorang perempuan yang berkarier di sektor publik, mencakup dukungan keluarga, pelatihan dan kursus, serta jejaring profesional. Survei diikuti oleh 320 perempuan yang bekerja di berbagai institusi di Jawa Barat.

“Saya beruntung mendapatkan dukungan penuh dari keluarga. Hal ini memungkinkan saya betul-betul mencurahkan perhatian untuk pekerjaan dan tanggung jawab yang saat ini saya jalani,” kata Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Dewi Sartika dalam lokakarya “Kepemimpinan Perempuan di Sektor Publik” yang digelar di Bandung, Jumat, 12 Juli 2019 siang.

Sebelum terjun ke dunia pendidikan, Dewi banyak menghabiskan tahun-tahun pengabdiannya di bidang peternakan. Kemauan untuk terus belajar dan berlatih, menurut dia, merupakan kunci penting untuk menjalankan tanggung jawab secara optimal. Kemauan itu membuat Dewi terus beradaptasi di bidang yang sama sekali baru.

Sebagai Kadisdik, Dewi saat ini bertanggung jawab dalam pengelolaan hampir 5.000 SMA/SMK di seluruh Jawa Barat. Dia juga berurusan dengan 98 ribu guru dan 1,7 juta peserta didik. Sesuatu yang, menurut Dewi, tidak pernah terpikirkan ketika dia merintis karier sebagai ASN di Kabupaten Cianjur pada 1987 silam.

“Saya sadar betul, tanggung jawab ini amatlah berat. Tekanan dan godaannya sangat banyak. Yang bisa saya lakukan adalah sebisa mungkin memberi contoh, memberi teladan,” ujarnya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bandung Nina Septiana mengakui, tidaklah mudah bagi perempuan untuk merintis karier di sektor publik. Ia berkaca dari pengalamannya ketika mendapatkan beragam tanggapan negatif selama tahun-tahun awal bertugas sebagai camat. Lewat kinerja yang baik, Nina bisa membuktikan bahwa perempuan pun dapat memikul tanggung jawab tersebut.

“Itulah pentingnya bagi kita untuk terus memperkuat kapasitas lewat pelatihan dan kursus,” ucapnya.

Peran strategis

Direktur Kajian Kesejahteraan dan Perlindungan Anak Flinders University Helen McLaren menyatakan, penting bagi perempuan untuk menduduki jabatan-jabatan strategis di sektor publik. Memiliki kewenangan cukup dalam menentukan kebijakan, mereka dapat berkontribusi memwarnai keputusan dalam bidang-bidang strtegis, termasuk emansipasi perempuan dalam kehidupan publik.

“Dengan menduduki peran strategis, perempuan dapat mengangkat isu-isu strategis yang selama ini mungkin kurang mendapatkan prioritas. Agar kontribusi itu semakin berkualitas, kita harus terus meningkatkan kapasitas dan memperkuat jejaring profesional,” tuturnya.

Dijelaskan Helen, riset yang dilakukan terhadap para perempuan yang berkarier di sektor publik di Australia menunjukkan hasil yang relatif serupa. Jejaring profesional yang kuat memegang peran kunci pada pengembangan karier mereka.  

Riset bersama antara Unpad dan Flinders University mendapatkan dukungan dari Australia Indonesia Institute (AAI). Rangkaian riset dan lokakarya diharapkan bakal berlanjut pada penguatan jejaring di antara perempuan yang berkarier di sektor publik.***

Bagikan: