Pikiran Rakyat
USD Jual 14.006,00 Beli 14.104,00 | Sedikit awan, 18.6 ° C

Tahun 2030,  Citarum Jadi Bantaran Sungai Metropolis

Mochammad Iqbal Maulud
Sungai Citarum.*/ARIF HIDAYAH/PR
Sungai Citarum.*/ARIF HIDAYAH/PR

BANDUNG, (PR).- Gedung Visualisasi Sungai Citarum segera diresmikan di Kota Baru Parahyangan beberapa waktu ke depan. Gedung ini dibuat untuk mendukung langkah dibuatnya Citarum World Expo pada tahun 2030 mendatang.

Di gedung tersebut nantinya terdapat rencana mega proyek Sungai Citarum ke depan yang dipastikan akan menyedot para investor asing ke Indonesia. Bahkan dengan desain yang telah dibuat oleh Gai Suhardja selaku Ketua Bidang Pusat Budaya LPPM Universitas Kristen Maranatha ini dipastikan akan membutuhkan investasi ribuan triliun rupiah.

"Kita targetnya pada tahun 2030 akan membuat Citarum World Expo yang akan mengundang berbagai negara di dunia. Tujuannya untuk membangun bantaran Sungai Citarum dan sekitarnya  sebagai smart‎ city yang bernuansa metrpolis tanpa menghilangkan kearifan lokal," ucap Gai di Universitas Kristen Maranatha, di Jalan Surya Sumantri, Kota Bandung, Jumat 12 Juli 2019.

 

Menurut Gai, menjadikan Sungai Citarum sebagai bantaran Sungai yang metrpolis ini bukanlah hal yang mustahil. Hal ini didasarkan dengan makin baiknya keadaan Citarum setelah terbitnya Perpres No 15 tentang Citarum ini.

"Demi mewujudkannya kami sudah membuat gedung yang berfungsi sebagai barometer sejauh mana Sungai Citarum‎ ini sudah dibangun. Bahkan gedung tersebut kini sudah jadi dengan maket yang dibuat sebagai bayangan Sungai Citarum ke depan," ucapnya.

Pembangunan gedung ini pun mendapat respons positif dari presiden. Selain itu, mendapat dukungan dari Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.

Tampak dalam maket tersebut pun sejumlah sarana prasarana berbasis budaya yang memukau. Semisal adanya bangunan megah untuk melaksanakan olimpiade air. "Sungai Citarum ini pun rencananya akan dijadikan pusat kebudayaan Islam. Terutama Islam Nusantara yang ada di Indonesia," ucapnya.

Pusat peradaban

Wakil Ketua Nahdlatul Ulama Jawa Barat, ‎Ki Agus Deden Zaenal Mubarok pun memberikan respons positif. Citarum ini menurut dia adalah pusat peradaban yang akan menghasilkan budaya positif. "Karenanya saya sambut baik dengan rencana diadakannya Citarum World Expo 2030," ucapnya.

Selain itu kata dia, NU Indonesia pun sudah melakukan komunikasi dengan perwakilan NU yang ada di Perancis. Hal ini adalah untuk mendukung investasi dan pembangunan Sungai Citarum yang diharapkan nanti menjadi pusat peradaban dunia. 

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Staf Kodam III/Siliwangi Brigadir Jenderal Dwi Jati Utomo. Menurutnya menjadikan Sungai Citarum sebagai metropolitan bukanlah hal yang tidak mungkin dengan ban‎tuan sejumlah pihak.

"Keadaan Sungai Citarum ini semakin hari semakin baik, bahkan sudah banyak ikan yang bisa hidup di sungai ini. Dulu sempat ada ungkapan bahwa ikan sapu-sapu pun tidak hidup maka kini ungkapan tersebut tidak berlaku lagi," ucapnya.

Dwi pun mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam kemajuan penanganan Sungai Citarum ini. Baik itu dari Kodam III/Siliwangi itu sendiri, para seniman, media dan komunitas-komunitas pecinta lingkungan.***

 

Bagikan: