Pikiran Rakyat
USD Jual 14.006,00 Beli 14.104,00 | Sedikit awan, 18.6 ° C

Obituari Abubakar, Bupati Pertama Bandung Barat

Cecep Wijaya Sari
BUPATI Bandung Barat Aa Umbara (kanan) menyeka air matanya di dekat foto almarhum mantan Bupati Bandung Barat Abu Bakar setelah disalatkan di Masjid Agung Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Sabtu, 13 Juli 2019. Abu Bakar yang juga terpidana kasus korupsi 'bancakan' uang Satuan Kinerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemkab KBB pada 2018 lalu tersebut menghembuskan nafas terakhirnya pada Sabtu, 13 Juli 2019 dini hari akibat penyakit yang dideritanya.*/ANTARA
BUPATI Bandung Barat Aa Umbara (kanan) menyeka air matanya di dekat foto almarhum mantan Bupati Bandung Barat Abu Bakar setelah disalatkan di Masjid Agung Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Sabtu, 13 Juli 2019. Abu Bakar yang juga terpidana kasus korupsi 'bancakan' uang Satuan Kinerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemkab KBB pada 2018 lalu tersebut menghembuskan nafas terakhirnya pada Sabtu, 13 Juli 2019 dini hari akibat penyakit yang dideritanya.*/ANTARA

NGAMPRAH, (PR).- Bupati Pertama Bandung Barat Abubakar meninggal dunia pada Sabtu, 13 Juli 2019 di Rumah Sakit Borromeus, Kota Bandung sekitar pukul 00.10 WIB. Ia mengembuskan napas terakhirnya setelah berjuang melawan penyakit kanker darah yang dideritanya selama beberapa tahun terakhir.

Pria kelahiran Cimahi, 9 Desember 1952 ini menjadi bagian dari sejarah pembentukan Kabupaten Bandung Barat yang berpisah dari Kabupaten Bandung pada 2007. Ia menjadi bupati terpilih pertama didampingi Ernawan Natasaputra sebagai wakilnya untuk periode 2008-2013.

Kemudian, pada periode berikutnya (2008-2013), politisi PDIP ini terpilih kembali menjadi bupati berpasasangan dengan Yayat T Someitra yang menjadi wakilnya.

Selama masa pemerintahannya, Abubakar membangun dan meresmikan sejumlah fasiltias pelayanan publik, seperti rumah sakit, puskesmas, dan pasar tradisional. Hal itu dilakukan bersama jajarannya mulai dari menempati kantor sewaan bekas pabrik di Batujajar hingga berdirinya kantor pemerintahan di Ngamprah yang berdiri megah seperti sekarang.

Meski demikian, suami dari Elin Suharliah ini tetap terbuka terhadap kritik membangun dari berbagai kalangan, termasuk dari para awak media. Berbagai berita di media massa khususnya tentang Bandung Barat menjadi sarapan paginya setiap hari sebelum beraktivitas. Baginya, laporan dari media lebih objektif, sehingga menjadi prioritas untuk ditindaklanjuti.

Beberapa tahun menjelang akhir masa jabatannya, pria yang akrab disapa “Bapak” ini menjalani pengobatan rutin di Singapura untuk penyakit yang diidapnya. Namun, tak banyak yang mengetahui penyakitnya itu. Sebab, ia tetap menjalankan tugasnya sebagai bupati tanpa menunjukkan rasa sakit yang dideritanya.

Di akhir masa pemerintahannya, Abubakar tersandung masalah hukum. Ia divonis 5,6 tahun penjara pada 2018 karena terbukti mengumpulkan setoran uang senilai Rp 1,29 miliar dari sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) untuk kepentingan pencalonan istrinya sebagai bupati pada pilkada serentak tahun 2018.

Selama ditahan di Lapas Sukamiskin, ia beberapa kali keluar masuk rumah sakit untuk menjalani pengobatan di RS Borromeaus. Hingga pada akhirnya, Abubakar tutup mata pada usia 67 tahun setelah lebih dari sebulan menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.

Kepergian mantan Bupati Bandung Barat itu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, kolega, dan orang-orang yang mengenalnya. Sejumlah warga memadati rumah duka di Lembang dan mengiringi jasad almarhum ke pemakaman keluarga.

Mantan ajudan pribadinya selama masih menjabat, Ali Kurniawan mengatakan, almarhum disalatkan di Masjid Besar Lembang pukul 9.00 WIB dan sekitar pukul 10.00 WIB diberangkatkan dari rumah duka di Lembang menuju pemakaman keluarga di Perum Kota Mas, Cimahi.

Atas nama keluarga,  dirinya meminta doa dari seluruh masyarakat KBB dan juga Jawa Barat pada umumnya agar amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT. Dirinya juga berharap kepada pihak keluarga yang ditinggalkan supaya diberi ketabahan dan kerelaan dalam menghadapi ujian ini. 

"Semoga almarhum husnul khatimah masuk ke dalam golongan ahlussa'adah wa ahlul jannah, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," ucapnya.***

Bagikan: