Pikiran Rakyat
USD Jual 14.106,00 Beli 13.806,00 | Sebagian berawan, 21 ° C

Menjaring Aspirasi Masyarakat, BPJS Kesehatan Sambangi Perkampungan

Cecep Wijaya Sari
DEPUTI Direksi Bidang JPKP BPJS Kesehatan, Dwi Martiningsih memberikan alat olah raga berupa bola voli kepada perwakilan warga di Desa Tanjungjaya, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, Kamis 11 Juli 2019.*/ CECEP WIJAYA SARI/PR
DEPUTI Direksi Bidang JPKP BPJS Kesehatan, Dwi Martiningsih memberikan alat olah raga berupa bola voli kepada perwakilan warga di Desa Tanjungjaya, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, Kamis 11 Juli 2019.*/ CECEP WIJAYA SARI/PR

NGAMPRAH, (PR).- Guna menjaring aspirasi masyarakat, jajaran direksi dan senior leaders Badan Perlindungan Jaminan Sosial Kesehatan menyambangi perkampungan di Kabupaten Bandung Barat. Dalam kunjungan ini, BPJS Kesehatan juga mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Deputi Direksi Bidang JPKP BPJS Kesehatan, Dwi Martiningsih saat ditemui di sela kegiatan BPJS Kesehatan Turun Kampung di Desa Tanjungjaya, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, Kamis 11 Juli 2019 mengatakan, pihaknya ingin mendengar langsung suara masyarakat tentang pelaksanaan JKN-KIS di berbagai tempat, khususnya wilayah perkampungan. Sebab, kondisi di perkampungan cukup berbeda dengan wilayah perkotaan yang aksesnya serbaada.

"Apa saja yang perlu dipertahankan, apa saja yang perlu disempurnakan. Ini akan menjadi evaluasi kami untuk melakukan peningkatan layanan JKN-KIS ke depan,” ujarnya dalam rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-51 BPJS Kesehatan.

Dalam kunjungan tersebut, BPJS Kesehatan juga menyambangi fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) yaitu Puskesmas Cihampelas untuk memastikan pelayanan JKN-KIS berjalan dengan baik. Pembaruan data pada sejumlah kartu peserta JKN-KIS pun dilakukan untuk meningkatkan validitas data.

Tak sampai di situ, BPJS Kesehatan pun menyerahkan bantuan peralatan olah raga dan mengajak masyarakat membiasakan perilaku hidup sehat. Dwi menegaskan, dalam menjaga kesinambungan JKN-KIS, BPJS Kesehatan tak bisa berjalan sendiri melainkan butuh dukungan semua pihak, termasuk masyarakat. Terlebih, saat ini sudah ada lebih dari 222,5 juta jiwa penduduk Indonesia yang tercatat sebagai peserta JKN-KIS.

“Masyarakat punya peran besar untuk mengawal agar Program JKN-KIS bisa terus berjalan, salah satunya dengan menjaga agar yang sehat tetap sehat, dan yang sakit tidak bertambah parah. Sehat itu murah dan mudah. Makan dengan gizi seimbang, istirahat cukup, dan olah raga ringan tiap hari,” ucap Dwi.***

Bagikan: